
Happy reading
Nico yang sudah berbulan-bulan mencari Luna itu sedikit frustasi kenapa sangat susah mencari gadis itu.
Tok! Tok! Tok!
"Masuk," suara berat Nicola.
Sekretaris seksih dengan memperlihatkan lekuk tubuhnya hingga dua tonjolan itu seperti ingin meloncat keluar.
"Ada apa?" tanya Nicola pada sekretaris Lia yang sudah ada dipangkuannya. Hal itu sudah biasa karena sekretarisnya ini juga patner ranjangnya.
"Anak cabang perusahaan di desa X mengalami kemajuan pesat tuan," ujar sekretaris Lia yang sudah membuka kancing kemeja Nicola.
Nicols tahu maksud sekretrisnya ini. Karena memang setiap anak cabang yang mengalami kemajuan omset selalu mendapat apresiasi langsung oleh CEO dengan datang keperusahaan tersebut.
"Hmm."
Nicola hanya menikmati apa yang dilakukan sekretarisnya ini.
"Kau sudah lama tak menyentuhku! Apa kamu tak membutuhkan kehangatan dariku," ucapnya dengan nada sensual dan sedikit mende sah .
"Hmm."
Tangan lentik sekretaris Lia menelusuri dada bidang dengan tonjolan yang sangat menggoda iman dari Lia.
Junior yang sudah bangun itu membuat Lia semakin berani dengan menggoyangkan badannya. Tiba-tiba Nicola mencium bau yang sangat tak ia suka dari tubuh sekretaris seksinya itu.
Bruk
"Awhh sakit. Kenapa tuan mendorongku?" tanya sekretaris Lia mengelus bokong semoknya.
"Apa ya kau pakai! Membuatku mual saja. Pergi kau dari ruanganku!" usir Nico memijat pangkal hidungnya.
"Tapi aku rindu sentuhan kamu," ucapnya mendekat kearah Nicola yang membuatnya mual hingga Nicola mendorong sekretaris Lia hingga untuk kedua kalinya ia tersungkur dengan tidak etisnya.
"Pergi!!" serunya seraya berlari kekamar mandi. Bukannya pergi Lia malah mengikuti Nicola masuk kedalam kamar mandi.
"Tuan kenapa?" tanya Lia seraya memijat tengkuk leher Nicola yang membuat pria 28 tahun itu semakin tersiksa.
"Per hoeekk gi!"
"Tapi..."
"Pergi!" serunya mendorong Lia dan kembali memuntahkan isi perutnya. Hingga mau tak mau sekretaris Lia pergi kari kamar mandi itu menuju ruangannya sendiri.
"Kenapa aku ini?" tanyanya.
Nicola berlalu menuju kursi kebesarannya dengan langkah gontai. Tiba-tiba Nicola menginginkan rujak mangga muda jika dimakan dingin begini pasti enak.
"Halo tuan."
"Belikan aku rujak mangga muda, harus yang muda."
"Sekarang tuan?"
"Hmm, aku beri kamu waktu 20 menit kamu harus sudah ada diruanganku," titahnya tak bisa dibantah yang membuat asisten pribadinya itu gelagapan.
"Baik tuan."
Tuttt.
Nicola membayangkan betapa enaknya rujak itu. Hingga ia tersadar dan melihat berkas yang dibawa sekretarisnya tadi.
"Astag! Kenapa aku bisa lupa jika Ariana sahabatan dengan Luna, jadi otomatis perempuan itu ada didesa."
Yang dipikiran Nicola hanya wanita itu saja, apalagi ia masih terbayang-bayang akan Clara sampai ia melupakan jika Ariana dan Luna sahabatan.
"Aku akan kesana besok, tunggu aku Luna," gumamnya.
Tak berbeda dengan Nicola yang berseri-seri karena mendapat angin segar. Di mansion keluarga Bara pasangan yang sedang menikmati waktu mereka dikamar tak lupa Baby Bian yang sudah aktif itu.
"Baby jangan dimakan mainannya," peringat Ariana yang sedang memijat kepala suaminya yang katanya pening akan perusahaan yang makin besar padahal itu cuma modusnya saja.
Baby Bian membuang mainan karet itu dan menatap orang tuanya dengan senyum khasnya.
"Anak siapa ini sih hmm? Gemes mama sama kamu," gemas Ariana seraya mengangkat putranya agar duduk diantaranya dan suami.
"Loh kok ditengah?" tanya Alex yang merasa tangan kecil putranya ada dipundaknya. Padahal tadi ia begini agar buah dada istrinya menempel dipunggungnya.
"La emang kenapa aku takut kalau dia berguling terus jatuh gimana?" tanya Ariana.
Alex membalik badannya dan mengangkat tubuh kecil putranya yang sudah memekik karena tubuhnya melayang itu.
"Baby didepan papa, biar mama yang pijitin papa," ucap Alex pada anaknya yang hanya tersenyum.
"Paaa, uuuuu....." Celotehnya tak jelas hingga membuat Alex dan Ariana tersenyum gemas.
Baby Bian mulai gerah dengan pakaian yang dipakainya hingga resle*ing jaket itu ia paksa. Alex yang melihat itu ikut membantu putranya hingga bayi itu hanya memakai kaos dalam.
"Yang sini yank," ujar Alex menujuk keningnya yang membuat Ariana heran kenapa jadi kening. Otomatis Ariana lebih merapatkan tubuhnya dan memijat lembut krnung Alex
Alex merasa geli saat dua buah dada sang istri menempel pada punggungnya. Empuk empuk gimana gitu.
"Yank."
"Apa?"
"Kapan baby berhenti nyusu?" tanya Alex.
"Sampai usianya sekitar dua tahun sampai dia sendiri yang menolak," jawabnya dengan santai.
"Kok lama sih yank, kenapa gak 8 bulan aja?" tanyanya.
"Kamu mau anak kamu kurang gizi gara gara gak minum ASI ku hmm?"
"Amit-amit sayang."
"Makanya jangan ngerengek," ujarnya menghentikan pijatannya.
"Ma nnnnn," Baby Bian dengan nada yang sudah tak seceria tadi apalagi dengan raut wajahnya yang meminta.
Ariana beranjak dan menyusui baby Bian yang dengan lahap meminum sumber kehidupannya itu. Alex kesal karena istrinya lebih mengutamakan Bian daripada dirinya.
"Sayang."
"Apa sih mas, aku masih nyusuin baby," ucapnya menoleh kearah suaminya.
"Aku juga mau yank, kamu udah gak manjain aku lima hari ini. Aku cemburu sama baby harusnya aku yang nen sama kamu," dengan raut cemberut Alex menggerakkan kakinya seperti anak kecil yang sedang merajuk.
"Jatah kamu nanti mas, sekarang baby dulu yang minum."
"Janji ya yank!!"
Ariana menyusui Bian seraya duduk disofa lembut itu menghadap luar kamar yang sangat indah.
"Mau nen," manja Alex yang sudah berada disamping sang istri.
"Tunggu baby ahh sayang," buah dada yang masih terbungkus itu dibuka paksa oleh Alex dan langsung meraupnya.
"Kebiasaan banget ya!! Aku cuma berharap Bian gak nurunin sifat mesum kamu," ucap Ariana menahan rasa nyeri karena dua buah dadanya dihisap oleh anak dan suaminya.
"Tapi dia anak aku, pasti nurunin aku. Apalagi bucinnya," jawabnya menjeda minumnya dan kembali melanjutkan menyusunya.
"Do'a yang baik aja untuk anak anak kita nanti," ujar Ariana mengelus rambut anak dan suaminya bergantian. Alex mengangguk.
Bersambung
📌Nafsu Atau Cinta (On going) Kisah Mami Gloria dan Arthur.
Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏