
Happy reading
Tak sampai 25 menit akhirnya Al sampai di mansionnya. Ia sudah beberapa kali menyelip mobil dan motor yang ada didepannya agar cepat sampai rumah.
"Al pulang," ucap pria itu masuk ke dalam mansion.
"Kakak."
Ketiga bocah yang sedang bermain itu langsung menerjang tubuh kakaknya.
"No. Kakak masih kotor jangan peluk dulu ya, biar kakak mandi baru setelah itu terserah mau peluk kakak," ujar Albian pada adik adiknya yang seketika cemberut.
"Hei anak anak Mama kenapa hmmm?"
"Kakak gak mau kita peluk," adu mereka pada sang Mama.
"Kakak berkeringat sayang, bukan gak mau dipeluk. Nanti kalau kakak sudah mandi kalian boleh peluk sepuasnya," jawab Mama Ariana.
Akhirnya ketiga bocah itu paham dan mengizinkan Al untuk mandi dulu. Tapi sebelum itu Albian mencium pipi ketiganya.
Albian masuk ke dalam kamar dan mandi, tak sampai 25 menit pria 20 tahun itu keluar dari kamar mandi dengan fresh jangan lupakan rambut basahnya.
Albian keluar dari kamar menuju tempat dimana Mama dan ketiga adiknya berada yaitu tempat bermainnya dulu yang sengaja disiapkan jika ingin bermain. Sebuah ruangan yang terdapat banyak mainan disana.
"Sini peluk kakak," ujar Al merentangkan tangannya dan langsung disambut pelukan oleh ketiganya.
"Wanginya sugal daddy Ell," ucapnya yang membuat Mama Ariana melotot mendengar itu.
"Siapa yang ajari Ella ngomong sugar daddy?" tanya Mama Ariana.
"Kata Papa, Ma. Katanya sugal daddy nya Ella tu Kak Al, karena kata papa sugal daddy itu orang yang sayang kita, mau beliin apa mau kita. Ya kan kak Iel, dan."
Kedua bocah laki-laki itu mengangguk membenarkan apa apa kata sang adik.
"Mas Alex emang perlu di kasih pelajaran deh. Ngajarin yang enggak enggak sama anak sendiri," batin Mama Arwana mengumpat sang suami yang masih bekerja.
"Udah Ma, gak apa-apa lagian aku kakaknya. Yang penting Ella gak panggil semua orang yang menuruti keinginannya itu sugar daddynya," ujar Albian dengan senyum.
Tangannya mengelus rambut halus adik adiknya yang menempel padanya itu.
"Kak nanti benel ya jalan jalan," ucap Idan melepaskan diri dari pelukan itu.
"Iya kalau mama dan papa ngizinin," ujarnya menatap ibunya.
Ketiganya yang mendengar itu langsung bermanja dengan ibunya yang duduk di karpet bulu tak jauh dari mereka itu.
"Mama boleh ya kita pelgi," melas Ella dan diikuti oleh kedua kakaknya.
"Mama boleh ya ma, nanti kita beliin oleh oleh buat Mama," ucap Riel pada ibunya.
"Boleh, tapi janji harus ikut apa kata kakak ya. Jangan mencari mama gak mau kalian kenapa-napa," ujarnya dengan senyum. Ia mengecup pipi ketiga anaknya.
"Siap bos!!"
Mereka hormat kepada mamanya yang mampu membuat Albian tertawa melihat tingkah lucu adiknya.
"Sekalang tinggal minta izin Papa," ujar Idan dan diangguki Riel, Ella.
"Oma sama opa kemana ma?" tanya Albian yang sedari pagi tak melihat nenek dan kakeknya.
"Mereka ada di kediaman Delta, biasa kumpul para tetua keluarga kita. Mungkin seminggu ini mereka disana," jawabnya.
"Uyut juga?"
"Heem."
Tak terasa hari sudah mulai sore Papa Alex sudah pulang dan si kembar juga sudah meminta izin kepada sang papa untuk ke pasar malam.
"Boleh tapi jangan sampai mencar sama kak ya! Papa gak mau terjadi apa-apa sama kalian," ujarnya Papa Alex pada anak anaknya.
"Kamu Al, jaga adik-adik kamu. Awas kalau sampai mereka lecet," pesan Papa Alex dan dianggap oleh Albian.
"Mama Papa ikut aja, sekalian jalan-jalan," ajak Riel pada Mama dan Papanya.
"Kalian saja ya, Papa sudah siapkan bodyguard yang akan menjaga kalian nanti," jawab Papa Alex pada anak anaknya.
"Bilang aja gak mau diganggu," sindir Albian pada orang tuanya.
"Kita hanya menikmati waktu yang ada, ya kan Ma?"
Mama Ariana mengangguk dengan pelan malu lah jika ia mengangguk dengan semangat.
______
Malam harinya Albian sudah siap dengan pakaian santainya, begitupun dengan ketiga bocah yang sudah siap sedari tadi.
"Kakak gak pakai jaket?" tanya Idan pada Al yang hanya memakai kaos berwarna hitam itu.
"Jaket kakak ada di mobil dek, dah yuk berangkat keburu malam," ujar Albian menggandeng adik adiknya menuju mobil.
Seperti biasa selalu ada lebih dari 7 bodoguard yang mendampingi mereka berempat.
"Kakak nanti kita naik yang tinggi itu ya," ujar Ella yang ada pangkuan Albian itu.
"Boleh, kakak akan kabulkan apa yang kalian mau," ujarnya dengan senyum.
Ketiganyapun bersorak senang karena hal itu, mereka belum pernah ke pasar malam sebelumnya hingga saat Albian mengajak mereka sangat senang.
Sampailah mereka di pasar malam, Al dan ketiga adiknya turun dari mobil. Ketiga bocah yang baru melihat pasar malam itu berteriak senang.
"Holeee pasal malam," teriak ketiganya.
"Yuk masuk, kakak udah ada tiketnya," ujarnya dengan senyum.
Mereka masuk kedalam pasar malam diikuti oleh ke tujuh bodoguard suruhan Papa Alex, hal itu cukup membuat para manusia di pasar malam itu takut.
"Mau main apa dulu dek?" tanya Al pada adik adiknya.
"Itu yang putal putal ada kudanya," jawab Idan menujuk komedi putar yang sedang bergerak.
Albian mengangguk dan membelikan tiket untuk naik wahana itu bersama adik adiknya.
"Pegangan ya dek, jangan sampai jatuh," pesan Al pada adik adiknya.
"Siap bos."
Mereka menaiki kuda poni yang sangat cantik itu, Albian dengan Ella sedangkan Ariel dengan Aidan.
"Huuuu aku di depan kamu kak," ledek Ella pada kedua kakaknya yang ada dibelakangnya.
"Biarin dasar cewek manja," balas Idan pada adiknya seraya meleletkan lidahnya.
Ella yang kesal itu membalikkan badannya seraya memeluk kakaknya. Albian yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya. Menjadi kakak yang terpaut jauh dengan adik adiknya membuat Al seakan mengasuh anak. Apalagi sikap manja ketiganya.
Setelah selesai bermain di komedi putar mereka berlari meninggalkan Albian disana.
"Riel, Idan, Ella jangan lari," teriak Albian pada adik adiknya yang entah ada di mana.
"Cari adik adikku," titah Alam pada bodyguard.
Albian melihat Idan yang menangis itu khawatir, kenapa bocah itu bisa menangis.
"Idan kenapa dek?" tanya Al.
"Kak Ella hilang, kami tadi bersama tapi dia melepasan pegangannya sama aku," tangis Aidin yang berada dipelukan sang kakak.
Albian yang mendengar itu bertambah khawatir, disini banyak orang apalagi anak-anak kecil cukup banyak disini.
"Tenang ya dek, mereka akan balik lagi kok."
Albian mengajak Aidan untuk duduk di kursi itu tak lama satu bodyguard membawa Riel dengan gulali kapas di tangannya.
"Ella mana?"
Bersambung