
Happy reading season 2 Stuck Marriage
"Tripleks A," teriak seorang wanita yang masih cantik diusianya yang menginjak 44 tahun itu.
Teriakan sang Mama membuat pria 20 tahun yang sedang melakukan video call dengan sahabatnya itu langsung mematikan ponselnya.
Pria itu berlari menuju sumber suara dan betapa terkejutnya ia saat sang Mama bersandar di dinding depan kamar mandi itu.
"Mama kenapa?" tanya pria itu.
"Lihat itu, adik kamu itu sudah mandi tadi. Mama tinggal sebentar untuk mengambil susu tapi lihatlah apa yang mereka lakukan sayang," sedih hati Mama Ariana melihat tiga anaknya yang sedang bermain di bath tup sampai busa sabun itu menutupi wajah mereka.
"Oh astaga kalian," kaget pria itu.
"Mama masuk aja biar Al yang hajar anak nakal itu," ucap Al alias Albian Ivander Bara.
Anak pertama Ariana Delta dengan Alex Bara. Laki laki 20 tahun itu kini sudah sangat tampan dengan segala pesonanya hingga membuat semua wanita jatuh hati pada laki-laki ini.
Albian yang dulu sering dipanggil Biang sekarang lebih suka dipanggil Al, walau nama Bian selalu melekat dirinya.
Ketiga anak yang mendengar itu hanya tersenyum, tapi juga takut dalam hatinya.
Mama Ariana meninggalkan kamar mandi dan tinggallah mereka berempat disana.
"Riel, Idan, Ella... Turun kalian dari bath tup," perintah Al pada ketiga adiknya.
Ketiganya menuruti apa mau sang kakak, orang pertama yang mereka takuti adalah kakaknya. Kalau Papa Alex mereka masih bisa melawan.
Albian membersihkan busa yang masih ada di tubuh ketiga adiknya tak lupa juga ia memberikan handuk khusus milik mereka dan menyuruh untuk keluar dari kamar mandi.
"Lain kali jangan buat Mama kesal lagi, atau kakak akan benar benar berbuat kasar sama kalian," ucap Albian dengan dingin. Pria 20 tahun itu sedang memakaikan baju ketiga adiknya.
"Iya kakak."
"Jangan cuma iya iya doang," tegas Albian menatap ketiganya bergantian.
"Iya janji gak bikin Mama kesal lagi," jawab ketiganya dengan menunduk.
"Dah yuk keluar, Papa pasti sudah pulang. Kalian gak mau punya adik lagi kan?" tanya Albian pada ketiga adiknya yang menggeleng kecuali Ella yang sangat menginginkan seorang adik.
Yah walau usianya masih 3 tahun tapi mereka paham jika memiliki adik itu sangat susah. Kecuali Ella yang tak mempunyai seorang adik.
Mereka berempat turun dari kamar menuju ruang keluarga dan benar saja disana sudah ada Mamanya dan sang Papa yang tidur dipangkuan sang Mama.
"Papa," teriak 3 A.
Mereka langsung naik keatas sifat yang duduk di perut Papa Alex.
"Ouh anak anak Papa, ada cerita apa lagi hmmm? "
"Mereka main busa Mas, padahal udah aku mandiin," ujar Mama Ariana mencubit perut sang putra kedua yang banyak makan itu.
"Maafin kita Mama, Papa."
"Iya sayang, tapi jangan diulangi lagi. Mama udah tua, gampang capek."
"Mama belum tua ya kak," ucap Ella menatap kakak kakaknya.
"Yah Mama belum tua," jawab Riel.
Oke mari kita kenalan dulu dengan tiga balita ini mengemaskan diatas.
1. Ariel Faris Bara. Biasa dipanggil Riel. Anak kedua dari Alex dan Ariana yang memiliki sifat datar dan tak peduli dengan orang lain kecuali keluarganya. Memiliki sifat jahil dengan saudara-saudaranya.
2. Aidin Faustine Bara. Biasa dipanggil Idan. Anak ketiga dari Alex dan Ariana. Memiliki badan gembul seperti Albian dulu saat kecil membuatnya menjadi bahan cubitan orang orang. Sifatnya ramah dan sangat jahil kepada adik perempuannya.
3. Ariella Fairuzt Bara. Biasa dipanggil Ella. Anak bungsu dari pasangan Alex dan Ariana. Princessnya keluarga Bara dan Delta. Karena Ella adalah keturunan perempuan satu satunya hingga membuat bocah berusia 3 tahun itu menjadi kesayangan kedua keluarga itu. Sifatnya hampir sama dengan kedua kakaknya hanya saja ia sangat dekat dengan kakak pertamanya siapa lagi kalau bukan Albian.
Karena belum waktunya makan malah, Albian mengajak adik adiknya jalan jalan keliling kompleks saja.
Kini tinggallah Mama Ariana dan Papa di ruang keluarga itu dengan televisi yang menyala.
"Mau nambah anak lagi hmmm?" tanya Papa Alex pada sang istri.
"Haiss udah tua, gak pantes punya anak lagi. Biarkan kita melihat tumbuh kembang ketiga anak kita itu, dan membiarkan Bian mencari pasangan."
"Tapi aku masih kuat sayang, mau bikin 7 lagi biar jadi tim sepak bola," ujarnya.
"Mas, masih ingat saat dulu kamu bilang hanya menginginkan satu anak saja tapi apa aku kebobolan karena kamu yang tak ada lelahnya tebar benih kamu. Kamu gak tahu rasanya melahirkan itu sangat menyakitkan. Kalau kamu yang melahirkan aku sih iya iya saja."
"Maaf sayang," ujarnya.
"Udahlah gak usah bahas anak aja, aku mau mandi. Gara triple tadi aku gak jadi mandi, " ujarnya mengangkat kepala suaminya.
"Sayang."
"Apa mas?"
"Bareng aja yuk, aku kangen kamu nih," ujarnya.
Papa Alex menggendong sang istri menuju kamarnya dan menuju kamar mandi.
"Capek hmm? Udah tua juga sok sokan gendong aku."
Mama Ariana mengisi bath tupnya dengan air hangat dan aroma terapi yang sangat menenangkan. Untuk ketiga bocah rusuh itu dibawa jalan jalan oleh sang kakak sulung.
"Kan biar romantis sayang," ujarnya dengan senyum manis.
Papa Alex melepas pakaiannya hingga tersisa boxer hitam itu membungkus anakonda Papa Alex yang masih tidur.
Begitupun Mama Ariana yang sudah melepas pakaiannya hingga tersisa bra dan underwear berwarna senada itu.
Mereka masuk kedalam bath tup, Mama Ariana bersandar di dada bidang suaminya seraya menyabunkan tubuhnya.
"Mas," panggil Mama Ariana.
"Apa sayang?"
"Dadaku mulai kendur nih, besok aku ke spa boleh?" tanya Mama Arwana memperlihatkan dada indahnya.
"Mau aku temani yang?"
"Gak yang ada kamu malah jelalatan lihat yang bening-bening," ujar Ariana menolak.
Papa Alex hanya mengangguk lagipula besok ia sibuk dengan pekerjaannya dan ia akan meminta jatah sang istri sore dan malam agar semangat.
Mereka melakukan ritual mandi plus plus dibath tup. Suara merdu keduanya hanya menggema di kamar mandi saja.
Bersambung