Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Semakin dekat



Happy reading


Hari demi hari berlalu hubungan Keyra dan Albian sudah semakin dekat, Albian sering mengajak Keyra pulang bersama tapi ditolak oleh Keyra. Keyra bukannya tak mau ia hanya tak mau ribut dengan adik tirinya.


"Key," panggil Al yang saat ini berada di ruang musik.


Bagi mereka ruang musik adalah ruangan paling aman karena tak ada yang mengetahui tentang mereka disana.


"Hmm."


Keyra yang tadi fokus pada kunci senar gitar itu kini mengangkat kepalanya dan menatap Albian yang ada didepannya.


"Besok aku turnamen, jangan lupa dateng ya. Gue mau lu kasih semangat buat aku di turnamen besok."


"Besok ya?"


Keyra seperti berfikir kemudian mengangguk walau samar.


"Aku usahain buat datang ya, kamu yang semangat mainnya. Nanti kalau aku belum ada disana mungkin aku ada di jalan," jawabnya.


"Awas kalau kamu gak datang, aku bakal marah banget sama kamu," ujarnya dan dibalas tawa oleh Keyra. Bisa bisanya Al berfikir seperti itu.


"Aku usahain," jawabnya dengan senyum.


"Makasih Key, udah nemanin aku selama beberapa bulan ini. Gue harap kita bisa tetap seperti ini," ujarnya dengan senyum.


Keyra mengangguk menjadi teman Albian saja sudah membuatnya senang over dosis saat ini. Apalagi jika keinginan Mama Ariana dulu terkabul mungkin ia akan sudut syukur.


"Key," panggil Al lagi.


"Apa?"


"Aku mau tanya boleh?"


"Boleh tanya aja selama aku bisa jawab, aku bakal jawab kok," ujarnya dengan senyum yang biasa ia tampakkan pada Al hanya Al.


"Duh Key, jangan senyum gitu dong. Jantungku kayak mau resign dari tugasnya nih," ujar Albian meletakkan tangan Keyra di dadanya.


"Debarnya kenceng banget, kamu sakit Al?" tanya Keyra.


"Iya sakit karena senyuman kamu," jawabnya dengan senyum.


"Gombal banget," ujarnya menarik tangannya.


"Cepat mau tanya apa lu tadi?"


"Emm sketsa di postingan Instagram kamu itu wajah aku kan?" tanya Albian dengan nada tak yakin.


Deg


Keyra terkejut bagaimana Albian bisa tahu itu adalah sketsa dirinya. Apa sedetail itu Albian melihatnya dan apa Albian mengstalk Instagramnya?


"Jawab Keyra, itu aku atau bukan?" tanyanya.


"Gak tahu," jawabnya malu ia menatap gitar yang ada di depannya.


"Key, tolonglah aku butuh jawaban kamu," ujarnya memegang tangan Keyra.


Al terus memaksa Keyra untuk mengakui jika yang ada disketsa Itu adalah dirinya. Merasa jengah dengan paksaan Albian akhirnya Keyra mengakui jika yang ada diposting itu adalah sketsa Albian.


"Ya itu kamu. Puas!!"


Albian menarik sudut bibirnya, sekarang ia yakin untuk menembak Keyra besok setelah turnamen. Dua bulan lebih mereka kenal, cinta dalam hati Al kini tumbuh untuk Keyra.


"Tunggu besok Keyra," batinnya dengan senyum.


Tanpa mereka sadari jika seseorang yang mengawasi mereka dari luar.


"Siap gue kalah start sama Keyra," gumamnya.


"Gue gak akan biarin lu dekat sama Al sampai kapanpun Keyra," geramnya berlalu meninggalkan tempat itu.


"Makasih ya, udah jadiin wajah aku jadi sketsa," ujarnya dengan senyum.


Al yang mendengar itu menggeleng cepat, ia tak mau satu-satunya sketsa wajahnya di hapus oleh Keyra.


"Jangan!!! Aku gak apa-apa kok, emang sih wajah aku harus diabadikan. Kalau perlu nanti aku kirimin kamu banyak foto aku," ujar Albian pada Keyra.


"Kenapa gitu?"


"Gak apa-apa, biar kamu selalu lihat foto aku," jawabnya dengan senyum mengembang.


Keyra yang tak bisa membendung senyumnya itu mulai mengalihkan pandangannya agar tak menatap mata Albian yang duduk didepannya itu.


"Jangan ditatap gitu, aku malu."


"Kenapa harus malu? Kamu cantik bahkan sangat," ujar Albian jujur.


Bertambah merah pipi Keyra yang membuat Al gemas seakan ingin mencium bahkan menggigit nya. Tapi Al juga sadar ia tak ada hubungan apa-apa dengan Keyra.


"Gemas banget dah calon gue. Eh calon gue ya?" tanyanya dalam hati dengan senang.


"Aku keluar dulu ya, kelas udah hampir mulai nih. Aku gak mau bolos cuma gara-gara kamu ya," ujarnya dengan senyum tipis. Ada rasa tak rela meninggalkan Albian disini tapi ia juga tak bisa meninggalkan kelas begitu saja.


"Iya, hati hati jalan ke kelas. Kalau ada yang godain kamu langsung telepon aku aja," ujarnya dengan senyum tak lupa tangannya yang melambai.


"Kayak mau kemana aja sampe suruh hati-hati," ujarnya membalas lambaian tangan Al.


Detik berganti menit, menit berganti jam. Tak terasa hari sudah mulai sore. Albian yang masih berada di kampus bersama teman temannya itu pun pulang.


"Udah sore aja, kalau di marahin Mama gimana?" tanya Albian dalam hati saat melihat jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 6 lebih.


Albian menjalankan motornya menuju rumahnya tapi saat sampai disebuah gang ia mendengar suara teriakan minta tolong.


"Tolong.... Lepasin, tolong....."


"Suara itu!!"


Tanpa menunggu lama Albian turun dari motor dan melihat apa benar yang ia pikirkan.


"Tolong ih kalian itu mau apa sih hah?? Gue gak ada uang buat kalian," ujarnya dengan memberontak.


"Oh kami tak menginginkan uangmu Nona, kami sudah dibayar oleh bos kami. Sekarang mari kita bermain," ajaknya dengan genit. Laki-laki berperut buncit itu mencolek dagu wanita itu.


"Sialan gue aja belum pernah nyentuh tu dagu dengan seenak jidat nya dicolek cewek gue," batinnya.


Ya setelah ungkapan iya dari Kerajaan tadi siang, Alam sudah meng klaim jika Keyra adalah ceweknya. Cewek seorang Albian Ivander Bara, putra sulung dari pasangan Ariana dan Alex.


Al berlalu menuju preman preman itu danterjadilah perkelahian antara Albian dengan dua preman itu.


Tak ada yang tahu jika salah satu dari preman itu membawa pisau. Albian yang tak sempat menghindar itu terkena goresan di pipi.


"AL!!"


"Asshhh sialan," geram Albian. Menyerang mereka dengan membabi buta hingga keduanya tak sadarkan diri.


Keyra yang melihat itu langsung menghampiri Albian dengan air mata yang mengalir. Ia melihat darah itu mengalir dari pipi Albian.


"Hei kenapa nangis hmmm?"


"Aku gak apa-apa, ini cuma luka kecil," ujarnya dengan senyum manisnya.


Keyra tak mengidahkan apa yang diucapkan Albian ia membawa Albian ke trotoar dan mengobati luka itu.


"Ini sakit gak? Perlu dijahit?" tanya Keyra sedih. Gara gara dia Albian terkena pisau.


"Enggak Keyra, ini cuma luka kecil."


"Bohong! Kalau luka kecil pasti gak bakal ngalir terus darahnya," ujarnya sesekali menghapus air matanya yang hampir jatuh.


Al tak menjawab tapi ia menatap Keyra dengan senyum, raut cemas ini membuat Al yakin untuk menjadikan Keyra cewek satu satunya yang akan ia ajak bertemu keluarganya.


Bersambung


Jangan lupa like dan komennya.