Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Flashback part 2 (Penolong)



Happy reading


Lanjutan Flashback ya


"Kau..."


"Hahaha kenapa? Kaget melihatku?" tanya laki laki dengan perut buncit itu.


"Kenapa kau ada di sana?" tanya Mama Mariana menatap kecewa pria itu begitu juga dengan Papa Zain.


"Hahaha tentu saja menculik putri cantikmu ini," tangan pria itu mencubit dagu Ariana kecil.


"Kenapa kau menculik Ria, apa yang kau inginkan sebenarnya," tanya Papa Zain pada orang itu.


"Zain.. Zain... kamu gak mungkin gak tahu apa yang aku inginkan, tanda tangani itu dan anakmu aku berikan kepadamu."


Seorang laki laki berwajah sangar itu membawakan berberapa kertas yang berisi berkas pemindahan semua kekayaaan keluarga Delta atas nama Bram Kusumo.


"Kamu gila," teriak Zain saat melihat isi kertas demi kertas yang ada di depannya.


"Ya.. Aku gila, aku gila pada kekayaan yang kamu miliki. Aku adik dari Ryan, tapi kenapa aku tak mendapat bagian harta mereka," ucap Bram tak kalah keras.


"Jadi demi harta? Kenapa om gak minta sama aku? Aku dan Ria tak butuh semua harta itu. Kenapa om malah culik putri aku?" tanya Zain pada Bram. Mariana hanya bisa menangis ia ingin melepas sang anak yang sedang pingsan itu, tapi tubuhnya sudah di tahan oleh orang suruhan Bram.


"Cepat tanda tangani berkas itu atau anakmu akan hilang dari muka bumi ini!!" ancam Bram mengeluarkan pistol dari sakunya.


Zain menatap sang istri yang sudah berderai air mata dan sang putri kecil yang sudah di ambang nyawa.


"Semoga keputusanku tepat ya tuhan," batin Zain menahan air matanya.


Saat ingin menandatangani surat itu, Zain dan semua orang di sana terkejut saat banyak polisi yang datang ke tempat itu dan menggrebek mereka.


Bram yang merasa nyawanya terancam itu menarik tubuh Ariana dengan pistol yang masih berada di pelipis Ariana.


"Jika kalian mendekat nyawa anak ini bisa langsung hilang dengan sekali tarikan tembak," ancam Bram. Mariana berteriak saat melihat anaknya mulai membuka mata itu.


"Emmaa ... aaaa iaa auuu" teriak Ariana dengan nada tak helas karena mulutnya masih tersumpal kain.


"Ria sayang, ini mama nak. Kamu tenang ya," Mariana masih terus memberontak agar tangannya dilepas, hingga Mariana bisa lepas saat salah satu polisi memukul titik lemah pria itu hingga pingsan.


"Lepaskan anak itu atau kau akan seumur hidup mendekap di penjara!!!"


"Hahaha aku tak peduli, selagi anak ini bersamaku kalian tak bisa apa-apa," ujarnya dengan tenang walau hatinya gelisah bukan main.


"Lepaskan anak itu!!!" Polisi itu terus mendekat kearah Bram dan Ariana kecil.


"Jangan mendekat atau anak ini mati," teriak Bram.


Dor


Satu timah di luncurkan kearah Bram tapi bertepatan dengan itu.


Dor


"Aghhh," raung anak itu saat timah itu menembus pundak anak itu, Bram melepas pistolnya saat tembakannya bukan mengenai Ariana.


Bukan Ariana yang tertembak melainkan seorang anak laki laki yang berusaha melindungi pujaan hatinya hingga ia rela tertembak.


"Gadis kecil kau tak apa-apa," lirih bocah itu mengelus pipi Ariana sebelum ia tumbang tak sadarkan diri. Bertepatan dengan itu Ariana ikut tumbang karena kaget yang ia alami.


Polisi tak menyiakan hal itu langsung mengeksekusi Bram dan anak buahnya, Mariana dan Zain berlari menuju anaknya. Sedangkan bocah laki-laki itu dibawa polisi untuk di tangani lebih lanjut.


"Ria bangun nak, ini mama," ujar Mariana menggoyangkan pundak anaknya.


"Kenapa papa ada di sini?" tanya Mariana pada mertuanya.


"Papa mendapat laporan jika cucu papa diculik," jawabnya seraya memapah sang menantu untuk keluar dari sini. Zain menggendong anaknya.


Mereka berempat keluar dari gedung itu menuju mobil Opa Ryan, dan berjalan menuju mansion.


Flashback off


"Terus nasip laki-laki iti bagaimana pa.. mah?" tanya Ariana yang tak bisa menyembunyikan air matanya. Kedua orang tua Alex juga tak kuasa untuk menangis.


"Tulang pundaknya rusak hingga harus di operasi, mungkin jahitannya masih ada sampai sekarang," jawab papa Zain pada sang putri.


"Apa papa tahu siapa laki-laki itu pah?" tanya Ariana pada sang papa.


"Tidak sayang, kami tidak menemukan identitas anak itu. Setelah operasi selesai anak itu tiba-tiba hilang dari kamar. Tidak ada jejak pasti saat itu," jawab papa Zain yang memang tak tahu siapa laki laki itu.


"Luka di pundak?" batin Ariana mengingat sesuatu saat ayahnya bekata luka di pundak yang tak hilang.


"Ini luka apa?" tanya Ariana.


"Oh ini luka operasi dulu."


"Pasti sakit?" tanya Ariana mengelus bekas luka itu.


"Tak apa, setidaknya dia tak merasakan sakitnya," jawabnya.


"Dia siapa? Kamu selingkuhi aku?" tanya Ariana lagi.


"Aku gak selingkuh sayang, ini luka lama. Gak usah cemburu oke," jawabnya mengecup pipi Ariana.


Tiba tiba Ariana bangkit dan berjalan menuju suaminya, wanita hamil itu menatap suaminya yang saat ini juga sedang menatap wajah ayu sang istri.


"Apa luka itu di pundak sebelah kanan pah?" tanya Ariana yang sudah didekat Alex.


"Iya sayang kamu tahu dari mana?" tanya Papa Zain bingun seingatnya ia tak memberi tahu di mana letak luka itu.


Ariana tak menjawab, Ariana menatap sang suami dengan sendu.


"Apa itu kamu Al?" tanya Ariana yang membuat mereka kaget. Kenapa Alex? Tanya mereka dalam pikirnya.


"Aku apa sayang? Aku tak ada hubungannya dengan itu!" elak Alex yang masih menatap sang istri.


"Jangan berbohong Alex," teriak Ariana dengan nafas memburu, tak lupa air mata yang sudah menggenang di matanya


"Sabar sayang kamu lagi hamil, jangan teriak seperti itu," Alex menenangkan sang istri tak lupa tangannya mengelus perut besar itu.


"Jawab aku Al, jangan bohongi untuk kedua kalinya," air matanya menetes saat merasa tangan kekar itu mengelus perutnya.


"Iya sayang, itu aku. Jangan teriak-teriak lagi. Aku takut terjadi apa apa dengan anak kita," jawab Alex yang membuat air mata Ariana kembali mengalir deras saat apa yang dipikirkannya beaar terjadi.


"Jadi kamu penolong aku Al, tapi buat apa? Apa kamu tahu siapa aku sebelum kita bertemu? Dan kenapa baru sekarang kamu jujur?" tanya Ariana pada sang suami.


Alex tak menjawab ia masih sibuk mengelus perut besar Ariana.


Bersambung


Jangan lupa Like + Komen + Vote dan masukkan ke daftar favorit kalian. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏