
Happy reading
Tok! Tok! Tok!
Alex berlalu membuka pintu kamar itu.
"Tuan, dan Nyonya sudah waktunya sarapan," ucap pelayan itu dengan sopan. Pelayan itu tak mampu untuk mengangkat kepalanya karena tatapan Alex seakan membunuhnya secara tiba-tiba.
"Hm."
Alex langsung menutup pintu kamar itu sedikit keras hingga membuat pelayan tadi jantungan.
"Sumpah deh Tuan Alex bikin aku jantungan, gimana Nyonya Ariana menaklukan dia ya. Duh ngeri deh tatapannya kek mau mencekik orang hidup-hidup," gumamnya berlalu meninggalkan kamar tuannya.
"Siapa Mas?" tanya Ariana pada suaminya.
"Pelayan nyuruh kita buat turun sarapan," jawabnya.
"Ya sudah yuk, gak enak Mami sama Papi nunggu," ujarnya dan diangguki oleh Alex.
Ariana menggendong Bian keluar dari kamar menuju ruang makan, disana sudah ada Mami Gloria, Papi Arthur, Oma Kirana dan Opa Emanuel. Entah kapan datangnya kedua paruh baya yang sangat senang liburan itu.
"Pagi Mai, Papi, Oma, Opa," sapa keduanya.
"Pagi."
"Uh cicit Oma sudah mandi hmm? Wangi banget."
Oma Kirana mengambil alih Baby Bian dari pangkuan Ariana.
"Oma sama Opa kapan datang?" tanya Alex pada kakek neneknya.
"Tadi malah saat Papi dan Mami kamu ehem ehem. Mereka lupa gak hidupin peredam suara," jawab oma menyindir anak dan menantunya yang membuat Mami Gloria tersedak air putih yang baru ia minum.
"Pelan-pelan honey," ujar Papi Arthur menepuk pundak istrinya. Entahlah Papi Arthur tak ada malu malunya sama sekali seperti Alex.
"Hm."
"Udah tua ingat umur juga jangan lupa waktu," tambah Opa Emanuel. Entah kemana wibawanya sekarang karena sudah ketularan dengan istrinya yang sangat ia cintai itu.
"Kayak gak pernah aja," cibir Papi Arthur.
Ariana yang mendengar perdebatan ini sudah tak kaget, bahkan suasana mansion suaminya hampir sama dengan mansionnya.
"Jadi kangen Oma," batinnya.
Sarapanpun dimulai. Ariana menyuapi anaknya dengan bubur bayi yang khusus untuk Bian itu.
"Sayang.. aaa," Alex menyuapkan makanan kepada istrinya dan diterima oleh Ariana.
Dan perlakuan Alex itu tak luput dari pandangan keempat orang itu. Mereka bahagia setidaknya Alex bertanggung jawab akan Ariana.
"Kalian gak ke kantor?" tanya Opa Emanuel pada anak dan cucunya.
"Ais kenapa bolos bareng-bareng kalau perusahaan ada masalah gimana?" tanya Opa Emanuel pusing. Anak dan cucu sama saja.
"Gak bakal Opa, aku juga udah bantu dari rumah kok," jawabnya.
"Ya sudah terserah kalian, oh ya Oma bawa tiket honeymoon untuk kalian. Itu juga permintaan mami kalian," ucapnya memberikan dua tiket honeymoon.
"Kok dua oma?" tanya Ariana menatap dua tiket berbeda itu.
"Oh itu dari oma satu, oma juga kasihan sama kalian. Dari nikah gak pernah bulan madukan? Lagian suami kamu pake acara nyamar segala," ucapnya sedikit kesal pada Alex.
"Itu sudah keputusan Alex oma, kalau Alex gak nyamar mungkin juga gak bakal ketemu sama Ria," jawabnya seraya memeluk tubuh istrinya.
"Terserah kamu aja yang penting sekarang Oma udah punya cucu mantu dan cicit sekarang. Dulu oma ingin sekali punya banyak anak tapi mau gimana lagi Tuhan tak berkehendak, ya sudah Arthur anak Oma satu satunya. Oma harap kalian bisa memberi oma banyak cicit sebelum kami tiada," ujarnya.
"Mama jang bilang gitu, Glo gak mau," ujarnya memeluk mama mertuanya. Walau kadang nyebelin mertuanya ini memang sangat pengertian.
"Unur gak ada yang tahu Glo. Semua sudah diatur sama Tuhan, sayang. Mama juga berharap bisa berumur panjang ya kan pa?"
"Hmm."
"Kenapa jadi ngomongin umur sih. Kita kan bahas bulan madu," ujar Alex tak suka jika ada keluarganya yang membahas kematian. Baginya itu adalah kata kata yang tak bagus.
"Dua tiket itu buat kalian hadiah dari kami."
"Maldives dan Bali," ucap Ariana membaca tiket itu.
"Hmm jadi kalian bisa ke Bali dulu, setelah itu ke Maladewa," ujar Opa Emanuel.
Alex tampak senang tapi tidak dengan Ariana yang tak bisa dijelaskan raut wajahnya.
"Tapi Ria gak bisa tinggalin Bian, kita bawa ya mas," ujar Ariana pada suaminya.
"Bian biar kita yang jaga sayang. Bian kan anak baik dia akan nurut kok."
"Tapi.."
"Emang kamu gak mau bulan madu Sayang? Apa kalian tidak mau merasakan indahnya bulan madu?" tanya Oma Kirana.
"Tapi Bian masih kecil oma, aku takut dia kenapa-napa," ujarnya menatap anaknya yang sedang memakan kue bolu itu.
"Bian percayakan sama kami," ujar Papi Arthur angkat bicara.
Dengan segala bujuk rayu para setan eh para tetua akhirnya Ariana mau untuk berbulan madu walau dengan syarat 1 minggu sudah harus pulang. Alex sempat tak terima karena perjalanannya sendiri memakan waktu. Tapi mau gimana lagi istrinya sudah bertitah.
Bersambung
📌Nafsu Atau Cinta (On going) Cerita Mami Gloria dan Papi Arthur
Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏