Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Kewajiban istri



Happy reading


"Kenapa aku belum telat juga ya, padahal ini udah lebih dari tanggalnya," batin Luna saat berjalan melewati tanggalan itu.


"Apa jangan-jangan! Astaga itu gak mungkin kan."


Tiba-tiba tangan Luna dingin, apa yang terjadi jika yang dipikirkannya benar terjadi. Apa ia sanggup?.


Luna berusaha untuk tetap berpositif thinking dengan apa yang belum terjadi. Ia memasuki kamarnya dan berganti baju kerjanya tak lupa ia mengoleskan sedikit bedak diwajahnya.


"Oke, anggap semua baik-baik aja," gumamnya menatap pantulan dirinya dari cermin itu.


Setelah merasa semua sudah siap Luna mengambil tas yang biasa ia bawa untuk bekerja dan berlalu meninggalkan meja rias itu. Ia mengucil pintu rumah itu dan berjalan menuju motor metic yang biasa ia pakai.


Luna menaiki motor itu meninggalkan perkarangan rumah itu. Di dalam perjalanan itu Luna terus memikirkan jika benar akan apa yang dipikirkannya.


Motor metic merk beat itu terlebih dahulu berhenti disebuah apotek, ia turun dari motornya dan berjalan masuk kedalam apotek.


"Ada yang bisa saya bantu mbak?"


"Emm saya mau beli 2 tespeck yang paling akurat ya mbak," jawab Luna sedikit pelan.


"Wah anak pertama ya mbak?" goda mbak mbak itu. Luna hanya tersenyum tak tahu karena ia juga belum yakin.


Mbak mbak apotek itu memberikan kantong kresek yang berisi dua tespeck kepada Luna. Luna membayar tespeck itu.


Luna menaruh kresek itu ditasnya dan kembali menjalankan motornya menuju perusahaan.


Sampailah ia diperusahaan, sebagai karyawan tetap diperusahaan itu ia harus disiplin walau perusahaan yang ia tempati ini jarang didatangi oleh pimpinannya langsung karena perusahaan ini berada jauh dari kota.


"Pagi semuanya," sapa Luna dengan wajah cerianya.


"Pagi juga cantik," jawab sebagian dari karyawan laki-laki.


"Pagi juga Luna," jawab karyaean wanita.


Luna tersenyum dan mengangguk sesekali ia menggoda teman kerjanya yang baru saja menikah itu. Luna kembali ke ruangannya yang berada dilantai 3 itu. Ia harus menaiki tangga untuk sampai diruangannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan di tempat berbeda, Alex yang baru saja selesai mandi itu langsung mengambil ponselnya.


Terlihatlah wajah sang istri yang setiap hari ia kagumi, sepertinya istrinya itu masih menyusui Baby Bian terlihat dada sang istri yang sedikit terlihat terbuka dari layar ponsel itu.


"Baru mandi mas?"


"Iya yank, kamu lagi nyusin baby ya?"


"Tahu aja." Terdengar suara rengekan dari sebrang video call itu dan Alex sangat hafal dengan suara itu.


"Udah puas nen hmm? Mau bicara sama papa?" tanya Ariana pada Baby Bian yang meraih ponsel itu. Dengan senyum lembut Ariana memperlihatkan wajah sang suami di depan anaknya.


"Paaa haaaa," pekik bayi itu seolah melupakan dunianya saat melihat wajah papanya di layar ponsel itu.


"Anak papa, lagi nen ya nak. Jangan dihabisin ya, nanti kalau papa pulang gak kebagihan lagi," ujar Alex pada sang putra yang hanya tertawa menampakkan gusinya itu.


"Papa udah gede gak perlu susu lagi ya nak," ujar Ariana mengcubit pipi gembul itu.


"Mas Alex pake baju gih, nanti masuk angin loh," ucap Ariana menampakkan wajahnya walau ponsel itu sudah dikuasai bayi ini.


"Maunya kamu yang pakein baju yank," jawabnya dengan manja.


"Kalau aku disitu pasti aku yang pakein," jawabnya.


Baby Bian kembali menyusu menuntaskan meminumnya tadi yang belum selesai.


"Jadi kangen," gumam Alex. Ariana yang sedikit mendengar gumaman Alex itu tersenyum.


"Jangan dimatiin ya yank, aku mau ganti baju dulu," ucap Alex dan diangguki oleh Ariana.


Alex meletakkan ponsel itu dinakas dengan menghadapkan ke arahnya. Tanpa malu Alex membuka handuk yang melilit pinggangnya itu hingga membuat wajah Ariana bersemu merah. Alex memakai pakaiannya hingga ia dibingungkan dengan kemeja yang akan ia pakai.


"Sayang yang hitam, atau putih," tanya Alex pada istrinya yang masih stay memperhatikannya itu.


"Jas kamu warna apa?" tanya Ariana.


"Emmm hitam," jawabnya menatap jas yang masih ada dilemari itu.


"Putih bagus," jawabnya dan dianggukkan oleh Alex. Karena apapun yang dipilihkan istrinya selalu cocok.


Alex memakai kemeja itu dan sekarang ia meminta pendapat akan dasi yang akan ia pakai.


"Yang garis garis hitam putih mas," jawabnya. Lagi dan lagi Alex memakai dasi itu walau tak serapi saat istrinya memakaikannya.


"Jangan bilang kamu mau tanya tentang kaos kaki!"


Tak heran kenapa Alex menjadi manja, karena selama ia menikah dengan Ariana sebuah kebutuhannya selalu disiapkan oleh sang istri. Ariana tak pernah mengeluh akan hal itu, kadang Alex berfikir kenapa istrinya tak membiarkan pelayan saja untuk menyiapkan semua keperluannya. Tapi jawaban Ariana sungguh membuat Alex semakin jatuh hati pada wanita yang sudah melahirkan anaknya itu.


"Selagi aku bisa lakuin itu, aku ikhlas lakuin. Menyiapkan baju, makan untuk kamu dan baby, melayani kamu, hingga membersihkan kamar. Menurut aku semua yang itu tugas aku sebagai istri walau aku tak bisa membersihkan mansion ini sendiri. Kamar adalah hal paling privasi yang gak boleh orang lain lihat walau itu adalah pelayan."


Bisa Alex bayangkan kamar mereka yang cukup besar itu tapi Ariana tak pernah mengeluh untuk mambersihkannya.


"Sudah siap, gimana yank. Aku masih tampan kan?" tanya Alex memperlihatkan penampilannya.


"Masih kok mas! Mas Alex udah mau berangkat?" tanya Ariana dan dijawab anggukkan oleh Alex.


"Nico udah nunggu aku dilobi katanya," jawabnya.


"Ya sudah kalau begitu aku tutup ya mas, kamu juga kerja yang bener. Dan satu lagi jangan pernah lirik cewek sana," ujar Ariana yang membuat Alex gemas sendiri akan ucapan sang istri.


"Iya cantiknya mas. Nanti kuta VC lagi," ucapnya dan dianggukkan oleh Ariana.


Walau dengan berat hati Alex menutup panggilan video itu dan memasukkan ponselnya disaku jasnya.


Bersambung


📌Nafsu Atau Cinta (On going) Kisah Mami Gloria dan Papi Arthur.


[Maaf ya kakak-kakak, ayah, bunda semuanya kalau jarang balas komentar kalian akhir-akhir ini tapi percaya deh uthor selalu baca komen kalian satu persatu. Alasannya karena paketan ngadat dan juga banyak tugas yang harus uthor kerjain🙏🙏]


Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏