Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Berbunga bunga



Happy reading


Albian mencubit hidung Keyra dengan gemas. Keyra yang mendapat perlakuan itu memerah bukan karena panas tapi karena malu.


"Yang bener Key, aku nambah masalah kamu apa tidak hmm?" tanya Albian.


"Aku gak tahu Al," jawabnya.


Mungkin belum tapi tak lama lagi mungkin ia akan dirundung masalah karena ia bisa dekat dengan Albian.


"Gak akan ada yang bisa ganggu kamu kok Key, mau itu mahasiswi disini atau siapapun itu," ujarnya.


"Hahahaha lu siapa dah, dah kayak cenayang aja. Masalah gue udah terlalu banyak, bahkan dihitung pun tak akan kelas sampai sore," ujar Keyra dengan canda.


Mereka menikmati waktu istirahat mereka, hingga Al memberanikan diri untuk meminta nomor ponsel Keyra.


"Emangnya kenapa minta nomor ponselku? Bukannya kamu banyak yang save ya?" tanya Keyra pada Al setelah ia melihat nomornya tersimpan di ponsel Albian.


"Gak minat Key, mereka cuma pamer body palsu doang. Emang aku apaan dikasih kek gitu?" tanyanya menatap lembut Keyra.


"Hmmm."


Karena Keyra masih ada kelas, wanita itu pamit pada Al yang masih ada disana.


"Hati hati. Awas nabrak soalnya aku gak ada disitu buat nolongin kamu," ucap Al dengan senyum manis hal itu dibalas juga oleh Keyra dengan senyum yang tak kalah manis seraya mengangguk.


Deg! Deg! Deg!


Lagi dan lagi jantung Al berdetak dengan tidak wajar untuk kedua kalinya saat melihat senyum manis Keyra.


"Astaga sepertinya aku harus ke dokter hari ini," gumamnya memegang jantungnya.


Ia berlalu menuju ruang musik karena kelasnya juga sudah habis tadi dan sekarang ia akan menjalankan bakatnya, sebenarnya hanya hobi saja. Mau pulangkan Mama dan kembar belum pulang dari mall.


Entah sejak kapan Al menyukai musik, tapi musik adalah segala penenang baginya. Mulai dari gitar sampai piano Al sudah bisa menguasainya.


Wuahh ternyata selain memiliki wajah tampan dan mempesona, Albian juga sangat berbakat. Tya jadi pengen punya cowok kek gitu๐Ÿ˜–๐Ÿ˜–


Al mulai menekan tuts piano yang ada depannya dan menyanyikan sebuah lagu yang baru baru ini ia sukai.


She looks like a blue parrot


Would you come fly to me?


I want some good day, good day, good day


Good day, good day


Looks like a winter bear


You sleep so happily


I wish you good night, good night, good night


Good night, good night


Imagine your face


Say hello to me


'Til all the bad days


They're nothing to me


With you


Winter bear


Ooh, ooh, ooh


Sleep like a winter bear


Ooh, ooh, ooh


Sleep like a winter bear


Setelah puas dengan permainan musiknya, Albian mengambil ponselnya dan melihat kontak Keyra disana. Poto Profil gadis itu sangat manis dimana Keyra memeluk kucing berbulu lebat itu dengan senyum tanpa beban.


"Sangat berbeda dengan sebenarnya, saat ini senyummu tak tulus Key," ujarnya mengusap layar ponselnya.


"Instagramnya apa ya?" tanya Albian dalam hati.


Tapi dengan kecerdikannya Albian mencari Instagram Keyra akhirnya ia menemukan akun dengan nama Keyra Anantasya disana.


"Kenapa sedikit sekali postingannya?"


Disana hanya ada 5 foto. Gadis itu tak memiliki banyak followers tapi postingannya sangat menarik.


Pertama adalah foto pasar malam, kedua foto ia saat kecil yang dianggap 6 tahun yang lalu, ketiga foto Keyra dengan dua orang yang Albian pikir itu ayah dan ibu kandungnya, foto ke empat adalah foto tangkai mawar dengan satu kelopak disana, dan yang terakhir adalah foto sketsa seorang laki-laki yang belum selesai dibuat dengan caption "Bolehkah bermimpi tentangmu?" itulah postingan terakhir wanita itu 2 tahun yang lalu.


"Apa ini pacar Keyra?" tanya Albian mengamati sketsa itu.


"Tapi rasanya aku tak asing dengan wajahnya," gumamnya menatap lekat sketsa yang ada di postingan itu.


Deg


Senyum mengembang langsung muncul dari sudut bibir Albian, tak salah lagi itu adalah sketsa dirinya dulu saat pertama kali masuk kuliah.


"Bolehkah aku berbangga hati karena Keyra sudah terlebih dahulu mengidolakanku?"


Ia kembali menatap postingan itu, tanpa ragu Al menekan like pada postingan itu.


Sedangkan di kelas Keyra sedang mengumpati dirinya sendiri karena sudah dua kali ia terpergok laki laki yang menjadi idolanya sejak pertama masuk kampus.


Keyra yang sedari tadi bengong mendapat teguran dari sahabatnya. Tak biasanya Keyra melamun saat kelas.


"Kenapa sih lu? Dari tadi bengong mulu?"


"Lagi ada banyak pikiran gue," jawabnya seraya mencatat apa yang dibicarakan oleh dosennya.


"Key," panggil Laras pada sahabatnya.


"Paan?" tanyanya cuek. Ia masih fokus pada dosen walau menjawab pertanyaan sahabatnya.


"Lu tadi pergi ke mana?" tanya Laras.


"Taman terus ketemu anaknya lampir jadi ya gitu," jawabnya.


"Dia apain lu Key? Awas aja kalau macem sama lu, abis dia di tangan gue," ujar Laras dengan semangat.


Keyra yang mendengar itu hanya menggeleng, tapi tiba tiba Keyra menghentikan menulisnya dan menatap Laras.


"Oh ya Key, setelah lu pergi tadi. Albian juga ikut pergi loh. Pas banget gitu," ujarnya.


"Apa Al pergi karena mau nemuin gue ya? Ya Tuhan aku gak boleh senang hanya karena gini. Mana mungkin Al mau cari aku," batinnya menepis pikirannya.


Pelajaran terus berlalu hingga kelas mereka selesai dan jam sudah menunjukkan pukul 2 siang. Keyra dan Laras pergi dari kelas dan berpencar di gerbang karena Laras sudah dijemput supir.


Keyra yang malas untuk pulang itu berlalu berjalan menuju taman yang selama ini menjadi tempat curhatnya. Banyak anak anak yang bermain disini hingga membuat Keyra terhibur dan sedikit melupakan kesediaannya.


"Andai aku punya adik kandung mungkin aku tak akan kesepian seperti ini. Coba Ibu masih hidup mungkin tak akan ada nenek lampir dengan anaknya itu."


"Ya Tuhan kenapa aku harus berada disituasi ini? Aku ingin pergi tapi Papa? Apa nenek lampir itu akan merawat papa dengan baik? Aku memang kecewa tapi aku juga gak mau Papa sakit karena mereka," gumamnya menatap satu keluarga yang sangat harmonis itu.


"Semoga nanti aku memiliki keluarga yang harmonis. Aku harap suamiku nanti gak main hati," batinnya.


"Kakak Cantik..."


Bersambung


Kakak cantik? Akhirnya dipertemukan lagi mereka.


Hahahaha makasih untuk kalian yang sudah mau baca, jangan lupa like, komen, kasih gift semampunya juga gak apa apa.


Salam sayang


Tyatul