
Happy reading
"Stop, jangan goyang goyang," ujar Ariana menghentikan paha suaminya yang terbergerak hingga sesuatu menusuk intinya.
"Ssttt gak tahan yank." Alex menggeram kesal, kenapa taksinya ini menjadi lemot begini.
"Lama lama gue modif jadi mobil sport juga ni taksi." batin Alex tak sabaran.
"Sabar Alex, kita lagi di jalan. Aku takut kita kenapa napa," uxap Ariana dan di angguki oleh Alex.
"Gak akan kok sayang," Alex mengelus rambut sang istri tapi dengan satu tangan memegang kemudi. Alex seperti sangat handal menetir.
Ariana menatap lekat wajah suaminya dengan intens, Alex lebih pantas menjadi CEO atau model jika melihat raut serius dan tegas milik suaminya.
"Aku tahu aku tampan, tapi jika kamu terus menatapku seperti itu, aku gak akan kuat buat cium kamu."
Cups
Tanpa aba-aba Alex mencium bibir Ariana dan kembali fokus pada kemudinya. Ariana hanya diam perasaannya masih sama ketika Alex menciumnya.
Alex terus melajukan taksi itu dengan cepat menuju kontrakan. Dan sampailah mereka di kontrakan. Dengan cepat Alex menggendong Ariana masuk ke dalam kontrakan.
Ariana mengalungkan tangannya di leher Alex, ia takut jika tiba-tiba suaminya itu menjatuhkannya. Dengan senyum senang Alex mencium bibir Ariana dengan lembut.
Ceklek
Alex menutup pintu kamar dan meletakkan tubuh istrinya di kasur empuk itu dengan pelan. Alex mengelus pipi sang istri yang halus itu.
"Kamu ikhlas?" tanyabAlex sebelum kembali mencium Ariana.
Ariana terdiam seraya mengelus rahang tegas suaminya itu dan mengangguk. Alex yang mendaoat jawaban itu tersenyum senang dan mulai mencium kembali bibir Ariana dengan lembut. Ariana hanya menutup matanya menikmati ciuman lembut suaminya yang sangat memabukkan itu.
Perlahan Arian membalas ciuman itu walau sedikit kaku. Alex terus menuntunnya untuk terus berbuat lebih dan lebih.
"Sayang kamu lihat anakonda milikku sudah bangun," Alex mengarahkan tangan sang istri untuk memegang anakondanya yang sudah sesak di dalam sana.
Wajah Ariana memerah saat merasakan kerasnya anakonda milik suaminya seakan ingin keluar dari celana Alex.
"Keras tapi kok enak gini ya."
Ariana terus mengelus anakonda itu sesekali memencet kepala anakonda itu yang sukses membuat Alex merem melek di buatnya.
"Ahh sayang," Alex mengeram akan kelakuan istrinya itu.
Arianna yang tersadar akan kelakuannya itu menarik tangannya dan menutup wajahnya. Malu? Tentu saja.
"Kenapa di tarik?" tanya Alex seraya melepas kaos yang melekat di tubuhnya dan menindih sang istri hingga Alex bisa leluasa menatap wajah cantik itu.
Alex mengecup bibir Ariana dengan tangan yang meneleusup ke dalam baju sang istri mencari sesuatu yang mengundang harsat dalaam dirinya, apalagi rok yang di pakai sang istri sudah naik hingga paha mulus itu tak luput dari pandangan Alex.
"Ammpp."
Alex mere mas satu dada istrinya itu hingga menimbulkan desa han kecil Ariana. Ciuman pria itu turun ke leher dan dada Ariana.
"Emmm Alex." De sahnya seraya memejamkan matanya, Ariana hanya menikmati ciuman penuh gairah dari Alex.
Sreet
Baju yang di pakai Ariana disobek begitu saja oleh Alex dan membuangnya begitu saja, Ariana membuka matanya dan menatap bajunya nalar.
"Alex baju aku emm." Belum selesai Ariana berucap bibirnya sudah dibekap oleh bibir tebal Alex.
"Nanti aku ganti yang baru," balasnya disela sela ciumannya, tangan Alex meremas pepaya gantung yang masuh terbungkus itu.
"Asshh jangan kasar Alex, sakit."
"Maaf sayang." Alex melepas br* dan menarik resle ting rok istrinya.
"Kenapa tubuhnya begitu menggoda." Alex menatap pepaya yang memang sedari dulu menggoda imannya itu dan langsung mengulum pepaya itu dengan rakus.
Ariana meembusungkan dadanya saat Alex menyu su di dadaya itu, rasanya tak bisa ia gambarkan dengan kata kata.
Setelah puas dengan pepaya gantung milik istrinya, ciuman alex turun ke bawah.
"Geli Alex."
Alex tak mendengarkan rengekan Ariana yang ia dengar hanya des ahan sexy sang istri. Perlahan Alex melepas CD sang istri yang senada dengan br* yang sudah ia lepas tadi.
"Kamu sudah ba sah?" tanya Alex yang membuat wajah Ariana memerah, kenapa Alex bertanya hal memalukan ini.
"Aku menyukainya," ucapnya dan mengecup hunian anakonda bekali kali.
"Aku senang kamu merawatnya dengan baik, hanya untuk aku. Terima kasih." Ucap tulus Alex mengelus inti hunian anakonda.
"Ahhh iya heemm, Alex."
Alex menatap wajah Ariana yang tersiksa itu dengan senyum, ia akan memulainya jika Ariana yang meminta.
Cup
Cup
Cup
Cup
"Alexssshhm"
"Hmm?" Alex masih gencar menciumi hunian sang istri hingga cairan bening itu keluar lagi dan lagi dari hunian si anakonda.
"Ahh, Alex aku gak kuat lagi."
"Aku masih ingin bermain sayang," jawabnya tapi ia tak mengelak jika anakondanya pun ingin masuk.
"Masukin Alex, akuhh gak kuat."
"Memohonlah sayang," pancing Alex seraya memasukkan jarinya ke hunian anakonda. Membuka jalan anakonda agar lebih mudah masuk.
"Ahh akuhh mohoh." Ariana merengek.
"Panggil aku sayang."
"Sayanghhh aku mohon."
Alex yang sudah tak tega dengan rengekan istrinya itu, membuka celananya hingga anakonda besar dan panjang itu sudah membesar.
"Besar banget."
Ariana menelan ludahnya kasar menatap anakonda yang sudah tegak seakan ingin menggigitnya itu.
"Mau mimpin permainan?" tanya Alex mengelus anakonda miliknya.
"Caranya?" tanya Ariana polos, tangannya terulur untuk menyentuh perut kotak-kotak dengan bulu halus sang suami.
"Begini.
Dengan pelan Alex membaringkan tubuhnya di kasur dan menarik tubuh istrinya untuk duduk diatasnya.
"Eh."
"Pegang anakonda aku dan mainkan," perintah Alex dengan senyum. Ariana yang polos itu hanya mengangguk dan menjalankan apa yang diucapkan Alex.
"Kenapa kamu jadi polos begini?" batin Alex di sela kenikmatan yang diberikan sang istri.
"Alex tanganku pegal," keluh Ariana dengan manja.
"Kamu bisa pakai ini sayang." Alex menuentuh bibir Ariana.
"Begini?" tanya Ariana saat mulutnya menge mut anakonda suaminya tanpa malu malu.
"Ashhh ya begitu ahh lebih cepat sayang."
Ariana tak menjawab tapi mulutnya terus memompa anakonda itu. Hingga Alex tak tahan untuk menumpahkan bisanya ke mulut Ariana.
"Muntahin sayang."
Ariana mengambil tisu yang ada di atas nakas dan memuntahkan bisa anakonda suaminya yang rasanya seperti apa Ariana tak bisa menjabarkannya.
"Enak?" tanya Alex seraya menangkap pepaya gantung yang sedari tadi ia mainkan. Dengan malu Ariana menangguk pelan.
"Hahaha kamu sangat imut, kenapa tidak sedari dulu aku bertemu denganmu?" tanya Alex.
"Emmhh," tak sempat Ariana menjawab karena Alex audah mengarahkan anakonda itu ke hunian aslinya.
"Sial kenapa masih saja sempit?"
Alex membalikkan tubuh Ariana hingga ia mengungkung sang istri, anakonda yang sudah buas itu seakan ingin cepat masuk ke sarangnya.
"Ahhh sakitthh Alex," ringis Ariana saat miliknya seraya ditekan itu.
"Hunian anakonda kenapa masih saja sempit sayang, jadi susah masuknya."
Jlep.
Hingga setelah berjuang dengan sekuat tenaga anakonda itu masuk penuh ke huniannya. Ariana yang merasa miliknya terasa penuh dan sesak itu hanya bisa menahannya.
Cups
"Maaf jika aku sedikit memaksa." Alex mengecup kening dan kedua mata Ariana yang sudah berair.
Alex mulai memaju mundurkan anakonda itu dengan pelan, rintihan Ariana berubah menjadi desa han yang membuat Alex semakin bersemangat.
"Ahh Alex... lebih cepat."
"Sesuai keinginanmu sayang."
Alex mempercepat laju anakondanya itu membuat Ariana mende sah nikmat dibawahnya.
"Ahh Alex aku mauhh sampai."
"Tunggu sayang akuhh sebenatar lagi."
"Arrrhhhh." Des ah keduanya saat mencapai puncak masing masing.
"Once again sayang."
Tak menunggu persetujuan Ariana, Alex sudah memompa lagi anakonda yang sudah tegang dan membesar lagi di dalam sana.
"Ahhh Alex."
"Oh shitt kenapa rasanya senikmat ini sayang."
Alex memompa cepat anakondanya dengan mere mas pepaya gantung sang istri yang ikut bergoyang. Hingga pelepasan kedua Alex menyembur lagi.
Alex tumbang di atas sang istri dengan nafas terengah, kenikmatan ini tak akan Alex lupakan sampai kapanpun.
"Berat Alex," tangan Ariana terulur menghapus pekuh di kening Alex.
"Maaf sayang." Alex tak melepas anakondanya dan menggulingkan tubuhnya ke samping.
"Kenapa gak dilepas? Rasanya aneh tahu kalau begini." Ariana menatap suaminya saat bawahnya merasa ada yang mengganjal.
"Once again?" tanya Alex dan dijawab gelengan oleh Ariana.
"Aku capek, kota lakuin ini sudah 3 jam lebih Alex. Aku mau tidur," jawabnya pelan. Alex pun hanya mengangguk tak ingin membuat sang istri lebih kecapekan.
"Ya sudah, kita tidur aja." Dengan senyum Alex memeluk tubuh sang istri begitupun dengan Ariana yang ikut menyembunyikan wajahnya di dada Alex walau sedikit risih.
"Sebenarnya aku mau malam pertama kita di tempat yang lebih baik sayang. Tapi tak apalah lagian kanu juga belum tahu siapa aku." Batin Alex yang mengelus rambut hitam Ariana yang acak acakan itu.
Cups
"Maaf jika nanti kamu kecewa denganku sayang, maaf."
Bersambung
_____
Jangan lupa Like + Komen + Vote dan tambahkan difavorit kalian. Share juga novel ini ya😊
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏
Visual Ariana dan Alex ada di episode 20 ya😊