
Happy reading
Berbeda dengan Keyra yang ada pada tahap bahagia bersama pacarnya. Sisil harus merasakan dinginnya jeruji besi itu, tanpa orang tersayangnya.
"Sial kenapa aku belum juga keluar!!"
"Apa Papa tak peduli denganku?"
"Kenapa Mama juga tak ada usaha untuk membebaskanku?"
"Aarrgghh siall," teriaknya yang membuat penghuni penjara itu marah karena teriakan Sisil.
"Woy bisa diem gak sih lu?" teriak salah satu senior yang sudah lebih dahulu disana.
"Gak!" balasnya tak kalah berteriak.
"Suara lu itu merusak gendang telinga kita!!"
"Iya anak baru aja songong, jangan sok berani lu disini!!"
"Dasar kriminal, masih muda udah masuk penjara. Mau jadi apa lu saat keluar hah!!"
"Paling juga gelandang yang paling bagus."
"Sialan kalian semua!" teriak Sisil menatap mereka semua.
Mereka berada di berbeda sel berbeda jadi gak bisa jambak jambakan seperti yang ada di sinetron.
"Sudah diam!!"
Seorang polisi menghentikan pertengkaran mereka yang sangat tidak bermanfaat untuk hidup polisi itu.
"Ibu Anda ingin bertemu," ucap polisi itu pada Sisil.
Setelah gembok itu dibuka, Sisil langsung keluar dari menemui ibunya, ia yakin akan di keluarkan oleh ibunya yang paling ia sayangi ini.
"Mama..."
Sisil memeluk tubuh sang Mama dengan lembut, sedangkan Mama Age terlihat biasa saja.
"Gimana kabar kamu disini?" tanya Mama Age sudah duduk di kursi itu.
"Gak baik Ma, rasanya gak enak. Tempat tidurnya cuma tikar, makanannya hambar, dan sempit sekali," jawabnya dengan sedih.
"Mama kesini mau keluarin aku kan?" tanya Sisil menatap ibunya dengan berbinar.
Runtuh sudah kepedean Sisil saat ini, kenapa Mamanya tak mau membebaskannya?
"Kenapa Ma? Apa Mama udah gak sayang lagi sama Sisil. Sisil tertekan ada disini," ujarnya dengan sedih.
"Itu semua juga salah kamu Sil!! Gara-gara kamu Mama hampir kehilangan apa yang sudah Mama dapat saat ini. Kamu tahu kan walau bagaimanapun Keyra anak kandung Papa kamu. Dia pasti tak terima kalau anaknya dilecehkan."
"Tapi aku punya alasan sendiri kenapa melakukan itu Ma!!"
"Apa karena kamu tak bisa memiliki cowok yang menjadi idola itu hah? Harusnya kamu sadar Sil, tanpa keluarga itu kita cuma gembel," sentak Mama Age yang tak habis fikir dengan jalan pikir anaknya ini.
"Banyak cowok yang lebih kaya dan lebih tampan dari dia Sil, tanpa harus mengorbankan apa yang sudah kita miliki."
"Mama juga gak suka sama Keyra, tapi bukan berarti kamu seenaknya berbuat ini. Jika iya pun lakukan dengan halus. Ck ternyata kamu masih terlalu bodoh untuk ini!!"
Sisil menangis disana, ia tak menyangka jika ibunya memilih harta daripada menyelamatkannya. Sisil sadar dia salah, tapi apa tak ada rasa sedikit saja iba orang tuanya padanya. Walaupun anak tiri ia juga anak Papanya.
"Jalani hukumanmu ini dengan lapang dada karena Mama tak mau hidup susah lagi," ujarnya santai.
"Ini semua gara-gara Keyra, gue masuk penjara gara-gara dia. Mama gak peduli sama gue gara-gara dia, Papa marah dan gak sayang lagi sama gue gara-gara dia. Awas aja Key, suatu saat nanti kalau gue udah keluar dari sini. Gue akan ambil apa yang ada pada lu," batinnya berlaku begitu saja meninggalkan Mama Age yang masih duduk disana.
Mama Age hanya menggeleng melihat tingkah Sisil yang tak pernah berubah, sebenarnya ia ingin membebaskan putrinya tapi ia juga tak mau kehilangan kekayaannya selama ini.
Drtttt
"Halo ada apa?" tanya Mama Age.
"Aku merindukanmu, kapan kau kesini?" tanya seseorang dari seberang.
"Habis dari kantor polisi," jawabnya.
"Cepatlah datang, aku sudah tak tahan!!"
"Hmm."
Tuttt
Mama Age keluar dari kantor polisi menuju sebuah apartemen mantan suaminya. Yah, selama menjadi istri Papa Arga, Mama Age tak pernah mendapat kepuasan apapun dari pria itu. Ia juga wanita dewasa yang menginginkan belaian laki laki.
Hingga mantan suaminya datang dan menawarkan dirinya, dengan bodohnya Mama Age mau dengan tawaran itu. Mulai saat itu mereka selalu main dibelakang Papa Arga, dengan biaya pria itu ditanggung Mama Age.
Selain itu Mama Age juga sangat membutuhkan mantan suaminya akan keperkasaannya.
Bersambung