
Happy reading
Setelah bergulatan panjang siang tadi, Alex dan Ariana sampai melewatkan makan siang mereka.
Dan di sinilah mereka sekarang, disebuah sofa single yang dulu sengaja Alex beli jika ia letih ia bisa bersantai di dalam kamar menatap luar.
"Yank," panggil Alex seraya memainkan rambut hitam sang istri yang ada dipangkuannya menghadap ke luar.
"Hmm?"
"Lain kali kalau nde sah jangan kenceng kenceng ya! Kamar ini belum aku pasang peredam suara soalnya," ucapnya.
"Kan juga gara-gara kamu." Malu Ariana, saat mengingatnya saja membuat Ariana malu bukan main.
"Tapi kamu suka kan?" goda Alex mengecup pundak sang istri.
"Alex sudah, aku malu," cicitnya lirih.
"Kenapa mesti malu hmm? Aku malah suka dengan desa han kamu."
Ariana hanya diam ia tak menjawab ataupun menanggapi ucapan deni ucapan Alex. Ia memilih memainkan jari tangan suaminya yang besar itu.
"Tangan kamu kok halus sih Lex? Padahal kamu selalu megang kemudi terus."
Deg
"Aku pakai lotion sayang, jadi gak terlalu kasar," jawabnya bohong.
"Tapi aku gak pernah lihat kamu pakai lotion deh!"
Ariana bangun dari duduknya dan berbalik kemudian duduk di paha Alex dengan nyamannya.
"Ada di taksi," jawabnya kembali berbohong. Entah sudah berapa banyak kebohongan yang terucap dari bibir Alex.
"Aku mau pakek dong, lihatlah tangan mulusku mulai kasar." Ariana memperlihatkan tangannya yang mulus tapi memang sedikit kasar (sangat sedikit.)
"Nanti aku bawa ke rumah, sekarang suah malam. Lebih baik kita lanjut yang siang tadi."
"Gak mau aku mau sekarang. Sebelum tidur aku mau pake biar lembut kulut tangan aku."
"Besok sayang," titah Alex yang tak bisa di bantah oleh Ariana.
"Padahal aku cuma mau coba."
"Besok oke, malam ini sangat dingin untuk keluar apalagi aku hanya memakai celana boxer aja." Alasan Alex menatap mata indah sang istri.
"Biar aku yang ambil." Saat Ariana hendak bangkit dari duduknya, Alex langsung mencekal tangan Ariana hingga kembali menabrak dada Alex.
"Besok aja sayang...." Alex memeluk Ariana dengan erat yang membuat Ariana sesak karena hidungnya menempel erat di dada Alex.
"Ses sak."
Ariana mendorong perut suaminya hingga ia bisa menghirup nafas lega.
"Alex ih kamu mau bunuh aku ya!! Pesek nih hidung aku."
"Maaf ya, habisnya kamu ngeyel kalau dibilangin," ucap Alex seraya mencubit gemas hidung sang istri yang sudah memerah.
"Oh ya satu lagi, jangan panggil aku Alex."
"Kan itu nama kamu," jawab Ariana mengusap hidungnya.
"Ya kan kita udah suami istri sayangkuhhhh, kamu juga udah cinta sama aku."
"Emm kapan aku bilang cinta sama kamu?" goda Ariana menoel pipi suaminya.
Bles
Pertanyaan Ariana membuat Alex mematung, benar juga Ariana tak pernah mengucapkan bahwa Ariana mencintainya, Ariana hanya bilang menyukai bukan mencintai. Apakah selama ini Alex hanya terlalu besar berharap? Entahlah tapi sekarang suasana hati Alex sedang tidak baik baik saja.
"Oh jadi aku yang terlalu berharap?"
Alex berdiri yang otomatis membuat Ariana bangkit dari pangkuan pria itu. Alex berbalik badan dan pergi begitu saja.
"Hahaha seneng juga godain dia," batin Ariana tertawa.
Ariana mengejar Alex yang akan membuka pintu kamar itu dan memeluknya dari belakang.
"I love you my love," ucapnya seraya menempelkan wajahnya di pundak Alex.
"Kamu cuma pura purakan bilang gini?" tanya Alex dengan nada merajuk.
"Enggak aku gak pura pura, aku tulus ucapin itu. Aku harap cintaku ini bisa membuat kamu makin jatuh cinta denganku."
"Kamu gak bohong?" tanya Alex yang masih tak percaya, tapi tak bisa menyembunyikan raut senyumnya.
"Gak bohong kok, aku cinta Alex Bara. Love se-indo."
"Oke aku terima pernyataan cinta kamu malam ini, dan sebagai gantinya kamu boleh kuasai aku di kasur malan ini." Dengan senyum mesum Alex menarik tangan Ariana ke kasur.
"Kok gitu?"
"Kenapa? Gak mau?"
"Iya." Pasrah Ariana.
Dan malam penuh bergairahpun terjadi kembali terjadi, desa han dan eran gan dari keduanya pun tak terelakkan. Alex dan Ariana larut dalam gebuan cinta mereka.
Mereka tak menyadari saja jika tetangga kontrakan mereka terganggu akan suara keduanya.
***
"Bantuin," pinta Ariana memberikan foundation pada suaminya yang sedari tadi menatapnya dengan senyum.
"Gak usahlah ini karya aku, kamu juga nih lihat." Alex membuka kemeja yang memang tak ia kancingkan. Banyak bekas yang dibuat Ariana tadi malam didada bahkan ada yang bekas gigitan di atas perut itu.
"Kamu juga, lihat dadaku penuh dengan bekasmu. Seperti macan tutul tahu gak," cemberut Ariana. Alex mengambil foundation yang dipegang Ariana dan mengoleskannya keleher Ariana.
Cups
"Udah kan, jangan cemberut lagi." Sentuhan terakhirnya adalah kecupan singkat di leher sang istri.
"Heem."
Setelah selesai, Ariana berlalu menuju dapur sedangkan Alex masuh di kamar entah apa yang dilakukan pria itu pagi pagi begini.
"Sayur..... sayur......"
Suara itu terdengar di telinga Ariana. Ariana keluar dari kontrakan dan benar saja ada tukang sayur yang sudah dikerubungi ibu ibu yang juga ingin membeli sayur.
"Eh Mbak Ariana udah bangun mbak," sapa Bu Ningsih pada Ariana yang mendekat ke sana.
"Udah bu," jawab Ariana seadanya.
"Kelihatan berseri ya mbak, makin hari mbak makin cantik. Mas Alex kasih apa mbak?" tanya Bu Retno.
"Kasih makan dong Bu Retno, emang ibu selalu di kasih makan emas," jawab Bu Tutut seraya memilih kangkung segar itu.
"Iya dong bu, kan suami saya pegawai tetap di kantor yang besar itu," sombong Bu Retno memamerkan cincin dan gelang yang ada di tangannya.
"Sombongnya, kalau aja mereka tahu aku ini siapa pasti dah bertekuk lutut dia sama aku," batin Ariana.
"Udah udah ibu ibu setiap saya lewat kok mesti ngobrol gini, jadi beli tidak?" tanya tukang sayur menengahi.
"Oh iya mbak Ariana, lain kali kalau mau ehem ehem kecilin volume suaranya ya. Kedengaran sama saya dan suami tadi malam untung anak saya ada di rumah neneknya," ucap Bi Tutut.
"Iya Mbak Ria, untung aja kemarin suami saya gak lembur. Jadi bisa ikutan ehem ehem," imbuh Bu Retno.
Ariana yang mendengar ucapan ibu ibu itu malunya bukan main, ia hanya bisa menahan rona merah agar tidak terlalu terlihat seraya memilih sayur itu.
"Maaf ya ibu-ibu, maklumlah kita pengantin baru," ujar Alex tiba tiba sudah berada di belakang sang istri.
"Tambah udang sayang," ucap Alex mengambil seplastik udang segar dan dimasukkan ke kresek yang dipegang Ariana.
Sontak ucapan Alex membuat para ibu ibu di sana hanya bisa menggigit jarinya. Romantis pikir mereka.
Setelah membayar sayur yang ia ambil, Ariana dan Alex pamit pada orang orang di sana dan kembali masuk ke dalam kontrakan.
Bersambung
_____
Jangan lupa Like + Komen + Vote dan tambahkan difavorit kalian. Share juga novel ini ya😊
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏
Visual Ariana dan Alex ada di episode 20 ya😊