Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Sehari Sebelum Resepsi



Happy reading


Tak terasa Baby Bian sudah berusia 2 bulan. 1 bulan kemarin bayi gembul itu di akikahi oleh keluarganya, atas bentuk syukur mereka atas lahirnya buah hati pasangan Ariana Delta dan Alex Bara. Keluarga mereka mengundang anak yatim piatu dari sebuah panti asuhan.


Rasulullah bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” [Shahih Hadits Riwayat Bukhari (5472)]


Bayi gembul itu sekarang sangat mengemaskan. Saat ini Ariana meletakkan Baby Bian di dadanya seraya memainkan tangan kecil Bian.


Ceklek


Pintu dibuka oleh Alex yang membawa berberapa buah-buahan yang tadi ia sudah cuci. Bian menatap papanya dan langsung memekik kuat.


"Baby seneng lihat papa hmm?" tanya Ariana mengecup pipi Bian.


"Ohh baby, sini sama papa," Alex meletakkan buah itu dinakas dan mengambil Baby Bian yang berada di dada Ariana.


Bian menyentuh wajah Alex dengan telapak tangannya, Alex yang merasa sentuhan itu hanya tersenyum dengan mengecup tangan Baby Bian.


"Anak papa sudah dua bulan ya, semoga kelak menjadi anak yang membanggakan untuk mama dan papa ya nak."


"Berhasil atau tidaknya anak itu juga semua harus dari didikan kita para orang tua. Keluarga adalah madrasah pertama anak-anaknya. Jika sedari kecil saja kita tak mengajari hal-hal yang baik untuk anak kita mungkin mereka akan melakukan hal yang menyimpang," jelas Ariana yang membuat Alex kagum dengan istrinya itu.


"Kamu benar, kita adalah madrasah pertama buat anak-anak kita."


Ariana bangkit dari duduknya dan memeluk sang suami dari belakang. Alex yang dipeluk itu hanya tersenyum, entah kenapa Ariana sering nempel padanya.


"Besok resepsi pernikahan kita kan?" tanya Ariana yang masih memeluk Alex.


"Iya kenapa? Gak sabar ya?" tanya Alex menggoda Ariana.


"Bian gimana?" tanya Ariana pada Alex. Mereka ingin resepsinya dilakukan dikediaman Bara, walau mereka bisa menggunakan hotel sebagai tempat resepsi mereka.


"Bian dijaga sama oma dan opanya sayang, ditambah Bi Erni yang siap untuk jadi pengasuh Baby Bian."


"Kasihan mereka mas, udah tua," balas Ariana.


"Mereka gak apa-apa kok sayang, malah seneng bisa sama si gembul," ucap Alex pada sang istri.


Ariana dan Alex memutuskan untuk tak menyewa babysitter bukan karena mereka tak mampu tapi Ariana dan Alex hanya ingin menikmati masa-masa mereka menjadi orang tua. Melihat perkembangan sang anak, memberikan gizi yang baik untuk anaknya.


Padahal orang tua mereka sudah menyarankan untuk menyewa babysitter saja, karena takutnya Baby Bian tak terurus dengan baik. Tapi hal itu ditolak mentah-mentah oleh Ariana.


"Mau jalan-jalan sebelum besok harus nyalami orang banyak? Di sekitar sini aja," tanya Alex pada sang istri dan diangguki oleh Ariana.


Ariana mengambil troli bayi milik Bian dan meletakkan baby bian disana.


"Baby kita jalan-jalan ya nak, kamu juga pasti bosen di rumah terus," ujar Ariana mengecup pipi Bian.


Mereka keluar dari kamar dan pamit kepada Mama dan Papa Ariana untuk keluar sebentar, sekedar keliling komplek.


"Tumben kamu pulang cepet hari ini?" tanya Ariana pada suaminya.


Ya, tak heran kenapa Ariana tanya begitu. Sejak mereka kembali ke kota. Alex selalu disibukkan oleh pekerjaannya. Berangkat pagi pulang malam, bahkan tak jarang Alex pulang saat Bian sudah menangis dan diteruskan bergadang karena menjaga Baby Bian.


"Karena besok adalah hari kita, kenapa? Gak suka kalau aku pulang cepet?" tanya Alex pada sang istri.


"Maaf ya kalau akhir-akhir ini sering pulang malam, sering gak ada saat Bian nangis. Aku banyak kerjaan sayang, sebagai seorang CEO tanggung jawab aku banyak. Kamu juga tahu sendiri katena papa kamu juga seorang CEO!"


"Iya gak apa-apa, selagi kamu gak lirak lirik perempuan lain aja. Kalau sampai aku tahu kamu main serong siap-siap aku dan Bian akan pergi dari hidup kamu selamanya," ancam Ariana pada Alex.


"Iya sayang aku gak akan dan gak pernah kepikiran untuk duain kamu," jawab Alex mengecup pipi Ariana.


Mereka berjalan berkeliling kompelek saja. Sesekali mereka berhenti karena ada ibu-ibu yang sedang berbelanja dan mengunyel pipi Baby Bian yang tenang menyedot susu di botol yang mereka bawa dari rumah.


"Mas mau itu boleh?" tanya Ariana menunjuk tukang papeda telur gulung yang ramai dibeli anak-anak.


"Yakin mau itu?" tanya Alex dan diangguki oleh Ariana.


"Kamu tunggu sini biar aku yang beli," ucap Alex dan diangguki lagi oleh Ariana.


"Yang pedes ya mas," pesannya dan dianggukkan oleh Alex.


Ariana membawa Bian untuk duduk disebuah kursi di bawah pohon rindang.


"Tunggu papa datang ya nak," ucap Ariana mengelus pipi Bian yang masih anteng itu.


Tak lama Alex datang membawa kresek berisi papeda yang diinginkan Ariana.


"Banyak banget mas!!"


"Mas juga mau sayang, kayaknya enak aku lihat tadi," ujar Alex menyerahkan papeda itu pada Ariana.


Ariana mengambil satu papeda itu dan memakannya.


"Emm rasanya enak," ucap Ariana.


"Emmm emmm," gumam Bian tak jelas.


Bayi itu melepas susu yang sedari tadi ia minum dan mengarahkan tangannya kearah ibunya.


"Kenapa sayang? Bian mau ini?" tanya Ariana.


"Jangan sayang itu pedas," cegah Alex saat Ariana ingin menyuapkan papeda itu ke Bian.


"Gak apa-apa kok mas," Ariana menjulurkan papeda itu ke depan Bian. Lidah bayi itu terjulur untuk menjilat papeda itu dan...


"Brrŕr," Bian menyemburkan liurnya hingga bibir bayi itu penuh dengan liur.


"Hahahaha enak sayang?" tanya Ariana mengambil tisu dibawah troli itu dan mengusap bibir sang bayi.


Alex yang melihat tawa sang istrinya itupun tersenyum, hatinya menghangat melihat pemandangan ini. Apalagi Baby Bian yang sudah bisa berceloteh tak jelas dan sudah bisa menggerakkan tangan dan kakinya itu.


Bersambung


📌Nafsu Atau Cinta (On going) Kisah Mami Gloria dan Papi Arthur.


Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏