Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Ini milikku



Happy reading


Ariana dan Alex menikmati keindahan pulau dari atas rooftop hotel yang mereka tempati.


"Kamu suka?" tanya Alex pada istrinya yang nampak sumringah itu.


"Suka tapi aku takut ombak, ya sudah dari sini saja."


"Heem. Masuk yuk yank, disini dingin," ajak Alex.


"Tunggu sunset mas!" pintanya dengan nada melas. Alex yang melihat raut wajah menggemaskan dari istrinya itu hanya tersenyum.


Mereka duduk disebuah kursi yang dibuat sedemikian rumah untuk para pengunjung hotel.


Merasa angin mulai kencang, Alex melepas jaket yang sengaja ia pakai tadi dan memakaikannya kebadan Ariana.


"Mas."


"Kenapa sayang?" tanya Alex yang menggosok tangan dingin istrinya.


"Kenapa mas berubah ubah?"


"Hah emang mas bunglon bisa berubah-ubah?"


"Ih bukan itu Mas, Mas tuh kadang tegas, kadang keras, kadang manja, cemburuan, lrmbut, kadang juga semaunya sendiri. Riana bingung tahu Mas sama sifat kamu," ujarnya menyadarkan kepalanya di dada bidang sang suami.


"Mas itu cuma butuh perhatian kamu yank, Mas kadang cemburu sama Bian yang tiap hari kamu sentuh. Sedangkan Mas? Sejak ada Bian kita jarang menghabiskan waktu berdua," jawabnya jujur. Dan Ariana membenarkan itu jadi tak salah jika Alex ingin dimanja olehnya. Konyol! Tapi itu kenyataannya.


"Maaf ya Mas!"


"Iya sayang, aku gak apa-apa," jawabnya menempelkan tangan Ariana didadanya dan Alex mendekap tubuh Ariana.


Mereka menikmati sore dengan melihat sunset yang sangat indah dari barat laut. Alex menatap istrinya yang sangat antusias itu.


"Bagus deh Mas. Emm ponsel aku mana ya?" tanya Ariana paa sang istri.


"Kamu gak bawa ponsel, nih pakai ponsel aku aja."


Alex menyerahkan ponselnya ppada sang istri dan meminta salah seorang pelayan disana untuk memoto mereka.


"Ayok Mas," ajaknya.


Alex hanya mengangguk dan ikut berdiri dari duduk nyamannya. Mereka membentuk love dengan tangan mereka. Senyum manis itu terukir diwajah keduanya.



Pelayan yang memoto pasangan itu ikut berdecak kagum. Betapa sempurnanya dua pewaris ini.


"Andai aku punya suami kek Tuan Alex. Seneng bat aku. Tapi nasib mah punya suami cuma tukang fotografer, untung aku cinta mati sama dia," batinnya.


Tanpa aba-aba Alex menarik tubuh istrinya dan


Cups



Alex mencium bibir Ariana yang membuat pelayan itu tak menyia-nyiakan hal itu. Berberapa jepretanpun terambil. Sedangkan Alex meneruskan ciumannya hingga membuat Ariana menepuk dada suaminyaa.


"Ini Tuan Nyonya," dengan tangan bergetar pelayan itu memberikan ponsel kembali kepemiliknya.


Secepat kilat pelayan yang sudah menyelesaikan urusannya itu langsung pergi dari tempat itu.


"Ih kamu mah gak ada malu-malunya," ujar Ariana melihat foto foto mereka.


"Udah sah juga, coba lihat."


Alex dan Ariana melihat foto mereka, istrinya memang sangat cantik kadang Alex tak rela jika Ariana harus keluar dari rumah.


"Kamu sangat cantik sayang," ujarnya dengan senyum. Ia mengelus pipi merah istrinya.


"Kamu juga tampan kok, untung Bian nurun dari kamu. Kalau dari aku lucu lah ya. Masa cowok cantik?" tawa Ariana.


Merasa angin semakin krncsng, Alex mengajak istrinya untuk masuk kedalam kamar mereka. Alex juga memesan makan malam dan teh jahe untuk mereka.


Setelah sampai dikamar, Ariana langsung menggulung tubuhnya ke dalam selimut. Alex yang tahu istrinya tak terlalu tahan dengan udara dingin itu menutup semua jendela.


Tok! Tok! Tok!


Alex membuka pintu dan ternyata itu adalah pelayan yang mengantarkan makan malam untuk pasangan itu.


"Sayang makan dulu yuk."


Ariana membuka selimutnya dan memperlihatkan senyum manisnya.


"Suapin Mas!"


"Iya."


Dengan telaten Alex menyuapi istrinya dengan makanan yang ia pesan.


"Mas juga makan dong, katanya mau main nanti," ujarnya pada sang suami.


"Iya sayang ini juga mau makan," ujarnya dengan senyum sumringah.


"Sayang masih dingin?"


"Udah mendingan," jawabnya.


Alex ikut naik keatas kasur dan memeluk tubuh istrinya agar lebih hangat. Ariana malah membuka baju suaminya ikut memeluk tubuh Alex.


"Mas masa dipeluk aja udah on sih. Nusuk dibawah gak enak," ujar Ariana yang mulai risih dengan tonjolan yang menusuk pahanya.


"Gak tahu, anakonda udah kangen sama huniannya kali yank," ujarnya dengan suara serak.


"Sakit Mas!"


"Kamu masih dingin yank?"


"Hmm."


Cups


Alex mencium bibir istrinya dengan lembut, Alex menekan tengkuk leher sang istri. Asmosfer diruangan itu mulai panas membuat tubuh keduanya seolah ingin menyatu.


Tangan Ariana sudah masuk kecelana pendek suaminya, ia mulai membelai sesuatu disana yang membuatnya semakin memanas.


"Boleh?" tanya Alex pada istrinya yang mengangguk.


Alex melepas baju yang masih menempel di badan sang istri. Arianapun tak kalah dengan sang suami yang mulai melepas celana sang suami.


"Aku mulai ya," izinnya yang sudah mulai mengarahkan anakonda itu kesarangnya.


Jlep


"Ahhh."


Alex menggerakkan pinggulnya hingga membuat Ariana memekik nikmat dibawah kungkungan sang suami.


"Mas ahhh, pelan-pelan."


Tapi Alex tak menghiraukan rengekan itu, ia masih terlalu menikmati apa yang ia lakukan sekarang.


"Ouhhh sayang kau sangat nikmat ahhh," des ah Alex meremas dada Ariana yang ikut bergoyang.


"Ahh ahhhh Masss," lemas Ariana saat ia sudah mencapai puncaknya tapi tidak dengan Alex yang belum juga sampai dipuncak.


Alex mempercepat laju anakondanya hingga mulai berkedut dan menumpahkan bisanya kerahim Ariana.


"Arggghhhhh."


Alex ambruk diatas tubuh istrinya, rasa hangat dirahumnya membuat Ariana tersenyum geli. Ada rasa sesak dan mengalir dibawah sana. Rasa yang tak bisa dijabarkan lewat kata kata tapi ia sangat menikmatinya.


"Aku menyakitimu hmm?" tanya Alex yang dijawab gelengan oleh Ariana.


"Kenapa senyum gitu?" tanya Alex memiringkan badannya tanpa melepas penyatuan mereka.


"Geli-geli enak," lirihnya dan menyembunyikan wajahnya didada Alex yang penuh dengan keringat itu.


"Hahahaha istriku lucu sekali."


Mereka mendekap satu sama lain, Alex melihat jam di dinding masih pukul 9 malam. Masih awal untuk mereka tidur, ia masih ingin tapi melihat istrinya yang sudah capek membuatnya tak tega.


"Tidur aja ya, biarin gini aja."


Alex menyelimuti tubuh mereka hingga dengkuran halus terdengar ditelinga Alex. Hembusan nafas Ariana membuat anakonda yang sudah anteng tertidur kembali bangun.


"Ouhh tahanlah sebentar, biarkan istriku tidur dengan lelap," gumamnya.


Merasa istrinya sudah mulai nyenyak itu Alex mulau menjalankan aksinya dengan lembut, ia tak mau membangunkan istrinya lagi.


"Ahhh emmmhh Alex," des ah Ariana saat menikmati gerakan suaminya.


"Tertidur saja kamu masih memanggil namaku sayang," gumamnya mengecup bibir istrinya.


Alex terus memacu anakondanya hingga bisa itu kembali keluar.


"Ahhhh."


Alex mendekap istrinya setelah melepaskan kecebongnya didalam rahim sang istri.


"Terima kasih sayang," ujarnya.


Alex melepas anakonda itu dari huniannya dan membersihkannya dengan tisu begitupun hunian anakonda yang sangat indah menurutnya.


"Ini milikku dan akan tetap begitu," batinnya.


Ia memakai kembali celananya dan ikut berbaring disamping istrinya untuk berlabuh kealam mimpi.


Bersambung


📌Nafsu Atau Cinta (On going) Cerita Mami Gloria dan Papi Arthur


Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏