Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Sederhana



Happy reading


Matahari sudah naik sepenggalan tangan tapi sinar yang masuk melalui celah jendela itu tak mampu membangunkan dua makhluk yang selamat melakukan pergulatan panas.


Selimut yang mereka pakai pakai terlihat kusut, bau bau percint*an mereka masih tercium jelas. Helaan nafas teratur keduanya saling menerpa wajah masing-masing.


Kepala Ariana masih berada diatas dada bidang Alex yang memeluk tubuh sang istri dengan mesra.


"Emmhhh."


Ariana menggeliat saat cahaya hangat itu menusuk netranya, ia mengerjabkan matanya untuk mengembalikan kesadarannya.


Dilihatnya wajah tenang suaminya, tangannya terulur untuk menyentuh pahatan sempurna ini mulai dari kening hingga ke bibir yang selalu membuatnya mabuk.


Plup


Ariana terkejut saat Alex memasukkan jari telunjuknya ke dalam mulut.


"Alex." Ariana menarik jarinya tapi ditahan oleh Alex.


Cups


Kecupan lembut Alex menyambar bibir Ariana yang masih bengkak.


"Pagi!!" suara serak Alex itu terdengar sexy di telinga Ariana.


"Pagi juga," jawabnya seraya kembali menyembunyikan wajahnya di dada Alex. Ia masih terlalu malas untuk bangun dari atas tubuh Alex. Detak jantung pria itu seakan menjadi candunya untuk terus mendengarnya.


Alex mengelus punggung Ariana yang tampak polos dengan bekas cupan*an yang ia berikan.


"Kau menggodaku hmm?"


Ariana tersentak kaget dengan pertanyaan Alex yang merasa dada sintal sang istri menempel di dada bidangnya. Apalagi anakonda yang masih bersemayam di sarang ternyaman itu tiba tiba saja bangun.


"Alexsshh."


"Kau yang memancingnya untuk bangun," jawab Alex seolah polos. Yah mereka belum melepas penyatuan itu karena terlalu lelah hingga mereka tertidur.


"Ssttt, diam. Aku masih malas untuk bergerak," desis Ariana mempererat pelukannya dan tentu saja anakonda itu semakin dalam tertanam.


"Tapi kau menyiksaku sayang," ucap Alex lirih.


"Diamlah nanti juga layu sendiri," jawab Ariana yang tersengar seperti rengekan.


Alex yang tak bisa diam itu membalikkan tubuh mereka hingga sekarang Alex yang berada di atas Ariana.


Dan pertempuran pagi dimulai.


(Skip)


Keringat membasahi tubuh mereka, Alex tumbang di sebelah Ariana yang sedang mengatur nafasnya. Anakonda milik alex sudah tertidur dibalik celanya. Sebenarnya ia ingin lagi tapi melihat wajah lelah sang istri membuat Alex mengurungkan niatnya.


"Alex," panggil Ariana.


"Berapa kali aku harus bilang, jangan panggil nama."


"Oke oke, sayang aku mau mandi."


"Terus?" tanya Alex seolah bodoh.


"Cih gak peka," decih Ariana saat Alex berbalik bertanya.


"Hahaha ya ya ya karena kamu sudah memimpin malam tadi aku akan gendong kamu sampai kamar mandi, sekalian kita mandi bareng," ujar Alex menggendong tubuh istrinya yang masih polos.


"Ihh aku belum pakai baju juga, udah digendong aja, " cemberut Ariana saat Alex tiba tiba menggendong tubuhnya yang masih polos itu.


"Sudah diam, aku gak akan makan kamu kok kalau kamu gak mancing anakonda yang udah terlelap."


"Hmmm."


Alex menggendong Ariana menuju kamar mandi dan menurunkannya saat sudah sampai. Mereka mandi bersama hanya mandi bukan yang lain.


****


"Kerja kok, habis sarapan bareng."


Ariana yang memang belum memasak itu langsung bangkit dan menatap sang suami.


"Aku belum masak."


"Aku tahu, dan aku sudah pesan tadi paling berberapa menit udah sampai," jawabnya seraya melingkarkan tangannya di perut Ariana.


"Kapan?" tanya Ariana yang mengalungkan tangannya di leher Alex.


"Tadi pas kamu ganti baju," jawabnya santai. Alex semakin mendekatkan wajahnya ke arah sang istri hingga hidung keduanya menempel satu sama lain, nafas keduanya beradu saat bibir tebal alex ingin menyentuh bibir sang istri, ketukan mengagetkan mereka.


Tok tok tok


"Sial, kenapa Vito ganggu disaat seperti ini sih."


Dengan kesal Alex melepas pelukan itu dan membuka pintu kontrakan mereka.


"Ini tuan," sekretaris Vito memberikan paper bag yang berisi sarapan tuannya.


"Ganggu," tanpa mengucap terima kasih Alex menutup pintu kontrakan. Sekretaris Vito bingung, apa dia mengganggu tuannya dengan nyonyanya.


"Itu apa Al?" tanya Ariana yang sudah ada di ruang makan.


"Al?" tanya Alex tak paham.


"Heem karena kamu gak mau aku panggil Lex, jadi aku panggil kamu Al aja. Panggilan beda dari yang lain, mau ya."


"Boleh kok, asal jangan nama akhir aja dan nama lengkap oke." Ariana mengangguk patuh seraya membuka paper bag yang diberikan Alex.


"Sea food?" tanya Ariana dengan girang saat melihat lobster berwarna merah itu.


"Heem, kamu suka sea food kan. Jadi aku pesen kerang sama lobster buat kita."


"Makasih aku udah lama gak makan kerang ini," Ariana teringat saat dulu ia sering merengek pada papanya untuk membelikan kerang pedas tapi jarang sekali dikabulkan.


"Yuk makan," ajak Alex yang sudah mencuci tangan dan mengambilkan daging lobster untuk sang istri.


"Makasih."


"Makan yang banyak sayang." Alex terus mengambilkan dahing lobster untuk istrinya yang sangat lahap itu.


"Aku akan membuatmu bahagia walau nanti kau akan kecewa denganku."


Alex menatap sang istri yang sepertinya bahagia walau hanya makanan sederhana. Merasa cacing di perutnya mulai meronta itu, Alex mengambil nasi dan kerang yang sudah dikupasnya itu lalu memakannya.


Setelah sarapan Ariana mengantarkan sang suami dampai depan pintu. Hal itu sudah menjadi kebiasaan mereka setelah menjadi suami istri. Alex benar-benar mengajari Ariana untuk menjadi istri yang baik.


"Hati hati ya," pesan Ariana pada sang suami.


"Iya sayangkuhh, kamu juga di sini hati hati, kalau ada orang yang datang dan kamu gak kenal jangan bukain pintunya."


"Iya Al."


Cups


"Aku berangkat ya, Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Bersambung


Sekali lagi Author mau bilang maaf yang sebesar besarnya.


Jangan lupa Like + Komen + Vote dan difavorit kalian. Share juga novel ini ya😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏


Visual Ariana dan Alex ada di episode 20 ya😊