Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Kelahiran baby boy



Happy reading


Sampailah mobil itu di rumah sakit yang jaraknya paling dekat dengan rumah. Alex menggending sang istri yang terus merintih ke sakitan ke dalam rumah sakit.


"Dokter.. Suster, tolong istri saya," teriak Alex hingga datanglah perawat yang membawa brangkar Alex menurunkan sang istri di brangkar itu.


"Sabar ya sayang, aku yakin kamu pasti kuat. Demi aku deni anak kita," Alex memberi semangat sang istri yang hanya mengangguk pelan, sakit yang ia rasa sungguh membuat kepalanya seperti terbelah dua.


"Sakit Al, ini sangat sakit."


Air mata itu terus keluar karena rasa sakit yang semakin menjadi, intinya seperti di dorong dari dalam membuatnya terus merintih.


"Sayang aku yakin kamu kuat, kamu wanita hebat sayang."


"Pembukaan 9, ibu jangan mengejan duku ya bu. Tynggu sampai pembukaan sempurna," ucap sang dokter saat memeriksa jalan keluar sang bayi.


"Tapi ini sakit dok, akhh sakit."


"Ibu tarik nafas dalam-dalam, tahan dan keluarkan secara perlahan. Lakukan itu sampai sayang bilang ibu harus ngejan," ucap sang dokter terus memberi aba-aba.


Alex mengelus perut besar sang istri yang sedang merintih kesakitan, Ariana mencengkam bahu sang suami seakan menyalurkan sakit yang ia rasakan.


"Sakit Al."


"Pembukaan sempurna, ibu silahkan mengejan. Seprtinya anak bapak dan ibu sudah tak sabar ingin melihat orang tuanya," masih sempat sempatnya dokter ini menghoda keduanya. Ariana sempat tersenyum sekilas hingga sakit itu datang lebih dasyat dari tadi.


"1..2...3 mengejan bu," petintah dokter itu.


"Akhhhh."


"Sayang kamu wanita kuat. Kamu harus kuat demi anak kita, buah cinta kita sayang," bisik Alex menguatkan sang istri yang sekarang sedang berjuang untuk melahirkan anaknya kedunia ini.


"Aku sangat mencintaimu, kau tahu itu. Bahkan dari kau di kandungan. Jadi sebagai balasannya kau harus kiat oke, aku mencintai kalian," lanjutnya masih tetap berbisik.


Ariana mendengar semuanya tapia ia tak mampu menjawab karena sakit yang ia rasakan lebih besar.


"Akhhh Alex sakit," teriak Ariana mengejan dengan kuat.


Oek oek oek


Oek oek oek


Suara tangis bayi itu membuat pasangan ini resmi menjadi orang tua. Ariana merasa lega karena bayinya lahir baik-baik saja.


"Alhamdulilah bayi kalian laki-laki, tampan seperti ayahnya, semua lengkap tanpa ada kurang apapun," ucap sang dokter seraya memotong tali pusar bayi laki laki itu.


Dokter meletakkan bayi merah itu diatas dada Ariana dan merasakan skin to skin antara ibu dan sang bayi.


"Kamu anak mama, kamu putra pertama mama, kamu kebangga mama sayang," dengan lemah Ariana mengecup kening anak pertamanya dengan haru.


"Kamu berhasil sayang, aku sangat mencintaimu," ucap Alex mengecup kening Ariana dan putra mereka.


"Aku juga mencintai kalian," lemah Ariana dengan senyum.


Suster mengambil alih bayi itu untuk dibersihkan sedangkan sang dokter membersihkan sisa sisa darah dirahim Ariana agar tidak terinfeksi nantinya.


"Sekali lagi selamat ya bu, selamat atas gelar baru bapak dan ibu. Anak kalian sangat tampan, doakan anak saya juga bisa se tampan bayi kalian," ucap sang dokter seraya mengelus perutnya yang tampak sedikit menonjol itu.


"Kami do'akan kok dok," jawab Alex dan diangguki lemah oleh Ariana.


Setelah dokter yang menangani Ariana keluar, suster yang sudah membersihkan baby boy itu masuk dan memberikan bayi itu pada Ariana.


"Ibu sepertinya baby boy haus, ibu bisa menyusui bayi ibu untuk pertama kalinya," ucap sang suster memberikan bayi yang sedang menangis itu pada Ariana.


"Ini ASI pertama aku Al, aku mau memberikannya pada putraku," ucap Ariana walau suaranya terdengar parau.


"Suster bisa keluar," ujar Alex dan diangguki oleh sang suster.


Suster tadi keluar dari ruangan itu tinggalah mereka bertiga di ruangan itu. Ariana membuka selimut yang menutupi tubuhnya sedangkan Alex meletakkan sang baby ke atas tubuh Ariana.


"Sshh," desis Ariana saat baby boy menyedot dadanya dengan kencang. Rasanya cukup ngilu dan sedikit sakit untuk pertama kalinya.


"Kamu akan terbiasa dengan ini hmm!!" Ariana hanya mengangguk dan megelus rambut halus sang putra.


"Dia sangat tampan," ucap Ariana meneliti wajah sang anak yang sangat tampan menurutnya.


"Dia duplikatku saat kecil sayang," jawab Alex mengelus punggung sang putra yang meminum sumber kehidupannya itu.


"Heem, lihat bibir dan matanya mirip sekali dengan kamu, " Ariana meneliti wajah sang putra dan menatap sang suami.


"Alex junior sayang, alisnya mirip kamu," ujar Alex dan diangguki oleh Ariana.


"Mama, papa, mami, dan papi sudah kamu kabari Al?" tanya Ariana menatap sang suami.


"Aku sudah bilang Bi Erni buat bilang mereka, mana sempat aku hubungi mereka di saat kamu sedang bertaruh nyawa hmm."


"Maaf ya Al, aku gak tahu kalau anak kamu maunya lahir malam hari, bahkan ini masih terlalu pagi untuk bangun," ujar Ariana.


Ya Ariana merasa kontrasi hebat tadi pada pukul setwngah 2 pagi dan jam 2 sampai rumah sakit, dan pada jam 2.46 menit baby boy lahir kedunia ini.


"Bukan salah siapa siapa sayang, aku bahagia karena kita sudah resmi menjadi sepasang ayah dan ibu. Emm aku minta jangan panggil Al lagi ya,'' pinta Ariana pada sang istri.


"Kamu mau aku manggil apa hmm?" tanya Ariana menatap sang suami.


"Terserah kamu yang penting bukan Al, kesannya kayak kamu manggil nama suami kamu sayang," ucap Alex menjatuhkan kepalanya disatu dada sang istri.


Baby boy itu masih terpejam dengan tangan mengepal dan memukul ringan wajah Alex. Bayi itu seperti tak suka jika mamanya didekati laki-laki lain.


"Sayang kenapa pukul papa?" tanya Alex mengecup tangan sang putra.


"Dia gak mau mamanya didekati papanya," jawab Mami Gliria yang tiba tiba membuka pintu ruangan itu.


"Mami, mama," kaget keduanya. Untung bukan papi dan papanya yang masuk ke dalam ruangan ini bisa ngamuk si Alex.


"Uhh cucuku, selamat datang sayang di keluarga kami," ujar Mami Gloria dengan heboh.


"Cucu pertama keluarga Delta dan Bara, cucu kita jeng," haru Mama Mariana menatap cucunya yang masih asik menyusu itu.


"Heeh, seneng deh aku jadi oma. Kita udah tua kalau begitu," ujar Mami Gloria.


"Papa dan papi dimana?" tanya Ariana.


"Kita suruh di luar, karena lihat kamu lagi nyusuin baby, kalau enggak bisa ngamuk tu suami kamu," jawab Mami Gloria. Ariana tertawa dan menatap sang suami.


"Siapa nama cucu kami?" tanya Mama Mariana pada kedua orang tua baru itu.


Bersambung


Selamat untuk kelahiran baby boy Ariana dan Alex semoga menjadi anak yang berbakti untuk mama papa ya nak.


Jangan lupa Like + Komen + Vote dan masukkan ke daftar favorit kalian. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏