Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Perhatian Al



Happy reading


Seperti biasanya Keyra selalu mandi setelah pulang kampus. Merasa perutnya lapar, di tengah malam Keyra pun turun dari kamar menuju dapur untuk mengambil makanan.


Apa Keyra tak pernah ikut makan malam bersama Papanya? Jawabannya sangat jarang. Mungkin sejak ada ibu tiri dan adik tirinya itu dia tak mau makan bersama.


"Haiss memang bibi gak belanja ya?" tanya Keyra dalam hati.


Keyra tak melihat ada makanan di dalam kulkas. Yang ada hanya satu telur dan beberapa suir kubis mentah, entah mau diapakan ini nanti.


Keyra membuka lemari dapur dan ternyata persediaan mie instan bibinya masih banyak disana. Beragam rasa pula.


"Bi mie instannya Keyra ambil satu," ucapnya tanpa ada yang tahu.


Keyra mulai merebus telur itu dan juga merebus mie itu. Keyra tahu makan mie malam malam itu tak baik untuk kesehatan tapi sesekali tak apa kan?


Setelah beberapa menit kemudian mie kuah buatan Keyra sudah jadi. Karena tak mau sendirian di dapur, Keyra membawa mie kuah dan buah apel yang ia ambil dari meja makan tadi ke kamar.


Sampailah di kamar ia langsung menghidupkan lampu kamarnya dan menuju meja belajar. Ia memakan mie itu dengan lahap.


Drtttt


"Siapa lagi malam malam ganggu banget dah, bukannya tidur malam telepon," gumamnya berlalu mengambil ponselnya yang ada di atas tempat tidur.


"Ngapain Al telepon malam malam gini?" tanya Keyra berjalan menuju meja makan lagi.


"Halo Al, ngapain malam malam telepon? Besok kan kamu harus tanding, kalau kamu kurang tidur gimana?" tanya Keyra seraya memakan mienya.


"Dih belum juga jawab kamu malam ngomel aja. Aku lagi gak bisa tidur Key."


"Lagian pake telepon segala, kan bisa matiin data dan langsung merem," ujarnya.


"Udah gue coba tapi gak bisa," balasnya.


"Aku VC ya," ucap Al langsung mengganti panggilan telepon itu menjadi panggilan video.


"Kamu juga belum tidur!"


"Lagian laper makanya bangun," jawabnya bohong. Karena sejak tadi ia belum memejamkan matanya.


"Emang tadi gak makan malam?" tanya Albian yang betah menatap wajah Keyra.


"Enggak," jawabnya.


"Lagian diajak makan tadi gak mau," ujarnya seraya membaringkan tubuhnya di kasur.


"Kan tadi belum lapar," jawabnya seraya memakan mie kuah itu.


"Itu mie?"


"Heem."


"Jangan makan banyak banyak ya Key, mie instan gak baik buat kesehatan apalagi kamu," ujarnya dengan lembut. Al tak melarang Keyra untuk memakan mie instan tapi hanya membatasi.


"Iya Al aku tahu, tapi berhubung tadi gak ada makanan ya udah aku makan mie aja," ujarnya dengan senyum manis.


Albian memang selalu perhatian dengannya tapi ia tak mau dengan cepat baper hanya karena perhatian kecil itu. Keyra merasa rendah diri jika disandingkan dengan Albian.


"Besok kamu harus datang ya Key," ucap Albian pada Keyra.


"Iya kalau gak ada halangan," jawabnya dengan lembut.


"Harus gak aa halangan pokoknya, gue butuh penyemangat buat besok," ujarnya dengan senyum manisnya.


"Kurang banget kalau bukan lu yang kasih semangat gue kayak ada yang kurang gitu," jawab Albian.


Keyra yang mendengar itu hanya menggeleng pelan, ada ada saja temannya ini. Albian adalah cowok terpopuler di kampus, tak mungkin ia tak menyukai wanita segitu banyaknya. Banyak wanita yang lebih cantik dan seksi daripada dirinya yang hanya butiran debu ini. Ditiup aja hilang.


Keyra tak sadar jika Papanya melihat apa yang dilakukan anaknya. Ia juga melihat jika putrinya hanya memakan mie instan yang memang selalu ada di dapur.


Tok! Tok! Tok!


Sontak saja Keyra langsung menoleh ke arah pintu dan ia melihat papanya berdiri disana.


"Boleh papa masuk?" tanya Papa Arga.


Keyra yang mendengar itu langsung mengangguk. Ia tak menyangka jika sang papa akan ke kamarnya. Setelah sekian lama papanya tak pernah ke kamarnya walau untuk mengajaknya makan. Dan ini apa? Ada angin apa sampai papanya ke kamarnya kini.


Papa Arga masuk ke dalam kamar putrinya dan duduk di kasur itu.


"Key," panggil sang papa.


"Hmm."


"Kamu marah sama Papa?" tanya Papa Arga pada Keyra yang masih duduk di kursi itu. Keyra bahkan mengabaikan panggilan video dari Albian.


"Apa hak Key marah sama Papa? Key hanya kecewa," jawabnya dengan sedih.


"Maafin Papa yang sudah membuat hatimu sakit Key. Papa tahu Papa salah," ujarnya dengan sesal.


"Gak apa-apa," jawabnya berusaha menyembunyikan tangisnya.


"Maafin Papa."


"Key gak apa-apa, lebih baik papa kembali ke kamar. Nanti nene eh tante marah lagi suaminya keluyuran," ujarnya bukan maksud mengusir tapi ia tak tahan melihat papanya meminta maaf padanya.


"Dia gak akan marah," ujar Papa Arga.


Pria itu bangun dan memeluk tubuh putrinya, putri yang selama ini ia telantar kan. Ia begitu bodohnya dengan istri barunya hingga melupakan putri kandungnya sendiri.


"Maafin Papa, gara-gara Papa kamu mengalami semua ini. Sisil sudah di penjara karena dia dalang dari pele*ehan yang hampir kamu alami sore tadi. Maafin Papa karena begitu bodohnya mempercayai foto foto itu," ucap sang papa dengan tangis.


Keyra yang tak bisa membendung air matanya itu membalas pelukan sang Papa dan menumpahkan air matanya disana.


Ia bahagia setidaknya Papanya masih menyayanginya. Ia tak marah hanya kecewa dengan sang papa.


"Kamu tak perlu khawatir jika papa di apa apaan oleh tante Age, karena Papa memang tidur terpisah dengannya. Kamu gak tahu kan?" tanya Papa Arga mengelus rambut halus putrinya.


"Maksud Papa?"


"Kamu pikir, Papa akan dengan mudah menghilangkan nama ibu kamu di hati Papa? Tidak itu semua tidak akan terjadi. Kenapa Papa tak pernah lagi ke pasar malam itu karena tak ingin sedih karena mengingat ibu kamu," ujarnya dengan senyum.


"Bahkan papa mengunjungi makan Ibu kamu di waktu tertentu," tambahnya.


"Tapi papa nikah lagi?" cemberut Keyra bermanja di dada sang papa.


"Papa hanya ingin kamu tak kekurangan kasih sayang seorang ibu. Tapi Papa salah memilihnya," ujar Papa Arga meminta maaf.


"Selagi ada Papa Keyra gak akan kekurangan kasih sayang. Tapi semenjak ada tante Age kasih sayang papa ke aku hilang," ujarnya dengan sedih.


Papa Arga tak mengelak karena itu memang benar. Ia tahu tapi ia juga janji akan menebus semua waktu yang terbuang untuk putrinya ini putri cantiknya dengan mendiang istri tercinta.


Bersambung