Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Kenyataan yang menyakitkan



Happy reading


Matahari yang masih tampak malu malu itu mulai menujukkan sinarnya. Tampak sepasang suami istri itu sudah mulai terbangun sejak tadi.


Ariana sudah mulai tenang tak seperti tadi malam yang menangis, pagi-pagi Ariana sudah terbangun dan mulai memasak untuk sang suami.


Ariana tak mau mengambil pusing tentang foto semalam, karena ia yakun suaminya tak akan membohonginya. Apalagi zaman sekarang banyak aplikasi untuk mengedit foto.


"Eh," kaget Ariana saat merasa ada yang menyentuh lehernya.


"Kamu beli?" tanya Ariana menatap kalung yang sudah terpasang di lehernya.


"Heem, ini hasil gaji yang aku sisihkan beberapa bulan ini hingga aku bisa beli kalung ini. Aku gak nyuri kamu gak usah berfikir macam-macam hmm," jawab Alex mengecup leher Ariana singkat.


"Makasih kalungnya bagus, aku suka. Maaf jika aku sering menuduhmu yang tidak tidak," ujar Ariana membalikan tubuhnya dan mengalungkan tangannya di leher Alex.


"Aku senang kamu suka, berarti usahaku gak sia sia. Tolong jaga dan pakai selalu cincin dan kalung ini ya sayang."


"Kenapa?"


"Karena ini pemberian pertama aku, cincin sederhana ini mas kawin aku buat kamu dan kalung ini sebagai tanda cinta aku sama kamu," jawabnya dengan senyum.


"Aku juga mencintaimu," gumamnya memeluk sang suami begitupun Alex yang membalas pelukan sang istri.


"Peluk pelukannya udah oke, kamu mandi dulu. Aku mau masak," ujar Ariana melepas pelukan itu dan mengecup rahang Alex lembut.


"Iya,"


****


"Masak apa pagi ini?" tanya Alex yang sudah segar, dengan memeluk Ariana dari belakang.


"Tumis kacang panjang, sama kubis. Kamu mau kan?" tanya Ariana dan diangguki oleh Alex.


"Aku bantu ya sayang," tawarnya yang sudah mengambil pisau dari sang istri.


"Iya, aku mau buat bumbu dulu."


Mereka bekerja sama di pagi itu, sesekali mereka menjahili masing-masing.


"Yank," panggil Alex pada Ariana yang masih sibuk mengupas bawang itu.


"Hmm."


"Aku nanti pulang agak malam gak apa-apa kan?" Alex meminta izin pada sang istri.


"Kenapa? Biasanya jam 7 udah di rumah?" tanya Ariana pada sang suami.


"Aku ada orderan ke luar kota sayang, mungkin pulangnya jam 7 dan sampai kontrakan jam 9 malaman," jawab Alex berbohong.


"Hmmm, jadi kamu pulangnya larut banget ya?"


"Kalau bisa aku usahain pulang cepet kok," jawab Alex.


"Apa Alex akan ke rumah selingkuhannya? Apa Alex sudah bosan dengan aku?" batinya bertanya. Sekuat tenaga Ariana mencoba untuk tersenyum.


"Iya," akhirnya kata itu keluar dari bibir Ariana.


**


"Assalamualaikum sayang, jaga kontrakan baik baik oke. Kalau ada apa-apa langsung hubungi aku ya," ujarnya mengecup lama kening Ariana.


"Iya Al, Wa'alaikumsalam, kamu juga hati hati nyetirnya," balas Ariana dengan senyum.


"Iya sayangku pasti."


Cups


Alex mencium bibir Ariana dan meluma*nya sedikit lama, jika saja ia tak ingat akan pekerjaannya yang menumpuk mungkin ia sudah mengurung sang istri di kamar.


Setelah melihat Alex masuk kedalam taksinya, dengan cepat Ariana masuk ke dalam rumah dan menyamar.


"Ikuti taksi itu ya pak," ucap Ariana pada pak sopir taksi.


Ya Ariana memesan taksi online sebelum Alex berangkat tadi. Ia hanya ingin memastikan jika suaminya tidak membohonginya.


"Iya mbak, memang itu siapa ya mbak kok suruh ngikuti?," tanya sopir taksi itu.


Taksi yang di tumpangi Ariana terus mengikuti taksi Alex, Ariana hanya harap harap cemas semoga apa yang dipikirannya tidak terjadi.


"Ini jalannya daerah mana ya pak?" tanya Ariana saat merasa jalannya asing itu.


"Ini kalau gak salah jalan ke perusahaan besar mbak, saya juga gak tahu namanya," jawab sang sopir taksi.


"Owhh."


"Kenapa Alex ke daerah sini? Oh aku ingat saat itu kan Alex pernah bilang jika dia punya teman di sini. Mungkin Alex ingin bertemu temannya itu, lebih baik aku juga ikut dan berterima kasih karena memberi Alex pekerjaan."


Hingga tak terasa taksi yang ditumpangi Ariana sampai disebuah perusahaan besar dengan banyak tingkat.


"Wah suami mbak kerja di sini? Mbak tahu gak mbak orang yang bisa masuk sini cuma orang-orang cerdas saja mbak, OB nya aja lulusan D3. Apalah daya saya yang cuma SMP itupun gak lulus," malah curhat si bapak.


"Oh gitu ya pak." Ariana melihat sang suami yang sudah keluar dan berjalan masuk ke dalam perusahaan itu.


"Makasih ya pak, ini ongkos buat bapak karena sudah antarin saya," ucap Ariana memberikan ongkos taksi.


Ariana keluar dari taksi itu dan berjalan menuju kantor, Ariana sempat mengagumi bangunan besar itu.


"Pasti pemilik perusahaan ini kaya banget deh, beda banget sama perusahaan papa."


"Maaf mbak mau tanya," sopan Ariana pada resepsionis itu.


"Iya mbak ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis itu ramah. Ariana sempat terkejut akan keramahan resepsionis itu.


"Saya mau tanya, orang yang pakai seragam taksi tadi siapa ya?" tanya Ariana kepo.


"Oh yang baru saja datang itu pemilik perusahaan ini mbak," jawabnya ramah.


Deg


"Pemilik perusahaan?"


Ariana mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya, dan membuka galeri ponselnya.


"Apa ini orangnya?" tanya Ariana dengan nada bergetar memperlihatkan foto Alex.


"Iya mbak, ini presdir kami," jawabnya mengiyakan pertanyaan Ariana.


"Boleh saya tahu di mana ruangannya?" tanya Ariana menahan air matanya.


"Mbak ini siapanya Pak Alex ya?" tanya resepsionis itu.


"Saya temannya mbak, ini bukti saya teman beliau," Ariana memperlihatkan foto mereka berdua pada resepsionis itu.


Resepsionis itu memberi tahu dimana ruangan Alex, dengan langkah gontai Ariana naik lift itu menuju lantai 17 yang tak lain adalah lantai paling atas.


Sampai lantai 4, lift terbuka dan masuklah dua perempuan yang ingin ke lantai atas.


"Bukannya ini wanita yang ada di foto kemarin?"


"Eh Cla, gue lihat hubungan lu sama presdir makin dekat aja ya, gue aja yang udah lama kerja di sini iri sama lu," ucap salah orang berkemeja navy.


"Presdir? Alex?"


"Hahaha iyalah, siapa sih yang nolak gue. Gue cantik, sexy, dan yang terpenting gue cerdas bisa deket sama presdir," jawab wanita berbaju ketat itu sombong yang tak lain adalah Claudia.


Ariana hanya diam mendengarkan percakapan dua orang ini hingga ada ucapan yang sangat sangat menyakitkan hatinya.


"Alex bahkan sangat menyukai tubuhku ini, sudah berberapa kali kita melakukannya, kamu tahu Alex sangat menikmati permainan kita," ucap Claudia yang membuat air mata Ariana jatuh.


"Pembohong, penghianat. Alex brengsek," batin Ariana berteriak.


Bersambung


Quote by Tyaaa


Hubungan tanpa kejujuran tak akan berjalan lancar pada akhirnya.


Jangan lupa Like + Komen + Vote dan difavorit kalian. Share juga novel ini ya😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏