Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Kantor



Happy reading


Pagi hari disaat Papi Arthur dan Alex suah berangkat kini hanya tinggal Mami Gloria dan Ariana dirumah. Para wanita ini sedang bermain dengan Baby Bian yang makin hari makin mengemaskan.


"Sayang kamu bosen gak?" tanya Mami Gloria pada cucunya.


"Aaa oooooooohhh," pekiknya.


"Kita ke kantor papa mau?" tanya Mami Gloria pada Bian.


"Kamu mau nak?"


"Mas Alex juga maunya aku ke kantor mi, tapi mami tahu sendiri Bian gak mau diam jika diajak ke kantor papanya," jawab Gloria pada mertuanya.


"Kalau begitu biar Baby Bian sama mami aja nak, kamu bisa sama suami kamu. Anak itu pasti lagi butuh kamu," ujarnya seakan mengerti anaknya.


"Emabg gak ngerepotin mami?"


"Enggak kok sayang, Bian anaknya baik pasti papi seneng kalau cucunya datang," ujarnya.


"Aku sih mau aja mi tapi kapan?" tanya Ariana pada sang mami.


"Nanti siang aja sekalian antar makan siang," ucapnya.


"Oke."


"Maaa...."


"Ya sayang ada apa?" tanya Ariana pada sang putra.


"Mmmmm bbbrrrr," ujarnya menunjuk bola karet yang ada di atas sofa.


Ariana mengambil bola itu dan memberikannya kepada Bian yang sangat senang bermain bola.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Luna saat mendapati Nico sedang enak tidur disampingnya dengan tangan yang membelit perut indahnya.


"Aku gak bisa tidur Lun, jadi aku kesini," jawabnya dengan lirih. Matanya masuh terpejam dan merapatkan tubuhnya ketubuh Luna.


"Pergi Nic, aku gak mau ada yang salah paham akan hal ini. Kamu hanya ayah anakku bukan suamiku. Kamu juga tak mencintaiku. Aku mohon kamu pergi," ujar Luna dengan nafas memburu.


"Siapa yang akan salah paham Lun, disini gak ada siapa-siapa," ujarnya membuka matanya.


"Aku memang belum mencintai kamu tapi tak menutup kemungkinan aku akan mencintai kalian," ujarnya dengan yakin.


"Tapi Clara," lirihnya dengan air mata yang menetes.


"Clara sudah gak ada Lun, iya aku memang mencintainya tapi dia sudah gak ada. Apa aku harus mengharapkan dari orang yang sudah meninggal!"


"Tapi aku tak mau merebut kamu dari saudariku sendiri!"


"Hari ini kita kemakam Clara dan ayah kamu. Aku akan meminta kamu dihadapan mereka," ujarnya mantap.


"Tapi."


"Pikirkan anak kita jangan egois," ujar Nico.


Luna mengangguk ragu, Nicola yang mendapat anggukkan itu mengulum senyumnya. Tak bisa dipungkiri jika ia senang akan anggukkan Luna.


"Besok kita ke makam ayah kamu," ujarnya.


"Jangan besok. Di kantor bakal ada penyambutan CEO dan mungkin pulangnya sore," jawabnya.


"Iya juga, kalau begitu lusa kita ke makan ayah dan langsubg ke makam Clara dan keluargaku," ujar Nico dan diangguki oleh Luna.


Wanita itu hendak bangun dari duduknya tapi ditahan oleh Nico.


"Kenapa?" tanya Luna kembali duduk. Ia akan berusaha untuk menerima Nicola sebagai ayah anaknya. Jika dipikir memang iya Clara sudah meninggal apa ia tak rela jika ia bahagia.


"Apa dikantor kamu dibully karena hamil diluar nikah?" tanya Nicola menyenderkan kepalanya dibahu Luna.


"Enggak, karena kandungan aku juga belum terlalu terkihat jika pakai baju yang kebesaran."


"Setelah kita menikah kamu gak boleh bekerja lagi, biar aku yang kerja," perintahnya.


"Tapi aku mau bekerja Nic, jika kandungan aku sudah besar aku akan berhenti," jawabnya.


"Terserah kamu aja."


Luna bangun ari duduknya dan berjalan ke kamar mandi, sedangkan Nico menatap pintu kamar mandi itu.


"Hufftt gak lama kamu akan merasakan surga dunia lagi kok," batinnya menatap "junior" yang suah menyembul itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mami Gloria dan Ariana yang sudah sampai diperusahaan besar itu. Baby Bian yang melihat gedung bertingkat ini senang berulang kali bayi gembul ini ingin turun dari gendongan sang oma.


"Sabar ya boy, nanti kita jalan-jalan sekeliling perusahaan ya boy. Buat opa kamu kewalahan," ucapnya dengan semangat.


Ariana hanya menggeleng melihat melihat maminya yang begitu menawan menurutnya. Diusianya yang sudah tidak muda masih saja ingin berbuat jahil dengan papa mertuanya.


"Ayo nak kita masuk," ajak Mami Gloria pada menantu cantiknya.


Mereka masuk ke perusahaan itu, karyawan yang melihat istri para pemimpinnya itu menunduk hormat. Baby Bian yang melihat itu mengoceh tak jelas yang membuat para karyawan berteriak histeris melihat tuan mua mereka.


"Mami ke ruangan papi ya nak, kamu puasin deh sama suamu kamu. Mami sendiri kasihan sama dia," ujar mami saat Ariana sampai dilantai ruangan suaminya.


"Titip Bian ya mi, dia makin nakal soalnya," pinta Ariana yang tak enak dengan sang mami.


"Gak apa-apa, mami bisa atasi kok," ujarnya dan dianggukkan oleh Ariana.


Ariana berjalan menuju ruangan suaminya terlihat disana ada sekretaris Vito yang masih sibuk dengan laptopnya. Vito yang melihat kedatangan istri bosnya itu langsung bangun dan duduknya.


"Nyonya mau bertemu bos?" tanya sekretaris Vito dengan sopan.


"Iya, Mas Alex ada?" tanya Ariana tak kalas sopan.


"Ada silahkan masuk," jawab sektetaris Vito pada Ariana yang menangguk.


Ariana masuk kedalam ruangan suaminya, terlihat alex sedabg sibuk dengan berkas dan laptop yang menyala itu.


"Mas!"


"Sayang kamu kesini?" tanya Alex terkejut ia langsung bangkit dari duduknya dan memeluk tubuh sang istri.


"Aku ganggu ya mas?" tanya Ariana dan jawab gelengan oleh Alex.


"Gak ganggu kok sayang, Mas malah seneng kalau ada disini," ujarnya mengecup pipi sang istri.


"Mas belum makan kan?" tanya Ariana dan dijawab gelengan oleh Alex.


"Malan dulu ya, aku bawa makanan kesukaan kamu," ujarnya memperlihatkan apa yang ia bawa.


Dengan senang Alex membawa istrinya duduk disofa ralatnya Ariana duduk dipangkuan sang suami. Ariana menyuapi Alex dengan makanan itu hingga habis sesekali mengusap noda disudut bibir suaminya.


"Udah kenyang?" tanya Ariana dan diangguki oleh Alex.


"Makasih sayang," ujarnya mengecup bibir istrinya.


"Sama sama mas."


Bersambung


📌Nafsu Atau Cinta (On going) Cerita Mami Gloria dan Papi Arthur.


Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏