Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Rumah



Happy reading


"Dasar caper," gumam seorang gadis dari lantai atas menatap Albian yang bermain basket itu.


"Cie yang cemburu lihat pacarnya digoda cewek lain," goda Laras dari belakang Keyra.


"Gak cemburu ya," elak Keyra.


"Gue seneng deh, kalau lu udah ceria lagi kayak gini," ujar Laras pada sahabatnya ia juga menatap kearah lapangan yang dimana ada Albian yang sedang bermain dengan lihai nya itu.


"Fiks cowok idaman sih, lihat aja wajahnya yang berkeringat itu so seksi," ujar Laras mencoba memanasi sahabatnya ini.


"Tahan Key, pacar lu emang pefect banget kalau lagi main. Ya Tuhan ku mohon jaga dia untukku," batin Keyra dengan sabar.


Laras yang melihat Keyra tak panas itu kesal, pasalnya sahabatnya ini lempeng lempeng aja saat dia berkata begitu. Ia ingin Keyra itu posesif dengan Albian yang notabene adalah cowok terpopuler dan idola setiap cewek.


Karena banyak cewek yang menginginkan posisi Keyra di hati Albian.


"Lu kok gak cemburu sih gue ngomong gitu?" tanya Laras menatap Keyra.


"Al memang tampan dan gue sadar dia idola semua wanita. Tapi aku yakin dia gak akan tergoda dengan cewek lain," jawabnya dengan senyum manisnya.


Laras menepuk pundak sahabatnya. "Gue salut sih sama lu, kalau gue yang jadi lu mungkin udah gue bantai kali tu cewek-cewek genit," ujar Laras.


"Itu lu bukan gue," jawabnya.


"Gue ke kantin dulu ya, beli minum," pamitnya dan diangguki oleh Laras.


"Beruntung banget lu dapat Albian, Key. Semoga lu tetep gini ya," batin Laras menatap punggung sahabatnya.


Keyra yang sudah membeli air minum untuk Albian itu berlalu menuju lapangan, ia sudah tak malu jika hanya memberikan minuman untuk Albian.


Dari kejauhan Albian melihat pacarnya berjalan kearahnya itu menghentikan permainannya dan berjalan menghampiri pacarnya.


"Makasih cantik," ucap Al mengambil air yang dibawa Keyra.


"Sama-sama."


Albian meminum air itu dan menyisakan separuh untuk menyiram rambutnya, Keyra yang melihat itu hanya menggeleng.


"Jangan kebiasaan gini, walau rasanya dingin," ujar Keyra mengambil sapu tangan yang ada di dalam tasnya dan memberikannya pada Albian.


"Lapin dong Key, gak romantis banget jadi pacar," perintah Albian.


Hingga mau tak mau Keyra mengelap pelipis dan leher Albian yang basah entah itu karena keringat atau air minum tadi.


Albian yang melihat itu tersenyum senang, apalagi dapat melihat wajah pacarnya dari dekat seperti ini.


"Cantik banget deh pacar gue," batin Al menatap wajah cantik Keyra yang ada di depannya.


"Udah yuk pulang, katanya mau ke rumah kan?"


Albian menyudahi menatap kekasihnya yang cantiknya kelewatan itu dan mengangguk. Pria itu menggandeng tangan Keyra tanpa malu keluar dari area lapangan hal itu cukup membuat para cewek berteriak histeris. Seumur mereka kuliah di sini, hanya Keyra yang di dekati oleh Albian. Bahkan cewek terpopuler di kampus ini saja tak di respon oleh Albian.


Keyra bukan cewek manja, jika ingin memakai helm saja harus merengek dan Albian tahu hal itu.


Motor itu melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan area kampus. Albian cukup menikmati suasana berboncengan dengan sang kekasih.


Dalam perjalanan mereka tak banyak bicara, lagipula mau banyak bicarapun tak akan terlalu terdengar ditelinga mereka jika tak berteriak daripada nanti hanya hah, apa, he, gak denger.


Sampailah mereka berdua di mansion besar itu, si kembar yang melihat kedatangan sang kakak itu langsung berlari menuju Keyra dan Albian.


"Kakak," teriak ketiganya.


Untung Keyra sudah melepaskan helmnya, jadi dengan mudah ia merentangkan tangannya dan menyambut ketiganya.


"Apa kabar adik adik kakak?" tanya Keyra mengecup kening ketiganya.


Bahkan Ariel yang sangat tak menyukai orang baru langsung lengket dengan Keyra hal itu membuat Albian tersenyum senang.


"Baik kak," jawab mereka dengan kompak hal itu membuat Keyra gemas.


Ingin rasanya nanti ia mempunyai anak yang mengemaskan seperti adik adiknya ini, tapi ia juga sadar kalau tiba-tiba hamil kan tidak apik. Siapa ayah bayinya, ada ada saja pikirannya itu.


"Kenapa yang di peluk cuma kakak cantik?" tanya Albian pura-pura cemberut.


"Kakak juga," ujar ketiganya memeluk tubuh sang kakak.


"Sugal daddynya Ella gak boleh ngambek," ujarnya dengan nada gemas nya.


Albian mengangguk dan membawa ketiganya masuk, Ia aku bingung dimana Mamanya.


"Mama kemana ya mbak?" tanya Al pada salah satu Baby Sister disana.


"Nyonya ke kantor Tuan Muda," jawabnya.


Albian mengangguk ia tahu apa yang sedang orang tuanya lakukan di kantor. Membayangkan itu membuat Albian menatap Keyra, bagaimana jika nanti ia sudah menikah dengan gadis ini. Apa dia akan seperti ayahnya yang bucin akut pada sang Mama?


Tak Tak Tak


Oma Gloria dan Opa Arthur turun dari kamar anak melihat Keyra yang bermain dengan cucunya itu.


"Ada tamu toh," ujar Oma Gloria menghampiri keduanya. Keyra yang melihat itu langsung mengecup punggung tangan kedua orang tua itu.


"Habis darimana Oma?" tanya Al.


"Dari kamar Buyut, dia lagi sakit jadi Mama dan Papa yang bergantian."


"Heem dan sekarang Buyut kamu sudah tidur, jadi kita punya waktu untuk berduaan," tambah Opa Arthur.


Albian dan Keyra yang mendengar itu hanya menggeleng, yah di keluarga Al memang semua pasangan saling menyayangi. Dan Albian juga sudah tahu jika kakeknya ini dulu seorang casanova sama dengan Buyutnya. Tapi setelah bertemu dengan orang yang tepat semua itu semua jadi normal.


Bersambung