
...Warning!!...
...Alur dipercepat ya kakak kakak, jadi jangan kecewa juga kalau end ke 2nya bakal datang sebentar lagi....
Happy reading
Tak terasa sudah dua tahun berlalu, Keyra dan Albian sudah lulus dari kampus dengan nilai yang memuaskan. Kembar juga sudah berusia 5 tahun, bahkan mereka bertiga sudah merengek ingin sekolah.
Setelah wisuda Albian langsung diberi kepercayaan Papanya untuk menjadi direktur di perusahaan hingga mau tak mau Al harus mengambil jabatan itu dengan Keyra yang menjadi sekretarisnya. Karena apa? Karena Al tak bisa jauh dari pacar cantiknya ini. Bahkan setelah pacaran dulu Albian selalu nempel pada Keyra hingga membuat semua cewek dikampus makin patah hati.
Setiap ada kesempatan berdua Albian pasti berbuat manja pada Keyra, berbeda jika mereka di luar. Albian akan bersikap dingin dan profesional dalam bekerja. Bahkan tak tanggung tanggung Al menghukum Keyra yang terlambat untuk membersihkan ruangannya sampai bersih tentu saja hal itu hanya akal akalan Albian untuk menatap pacarnya lebih dekat.
Seperti saat ini, saat tak ada rapat atau meeting. Albian memaksa Keyra yang sedang bekerja untuk membawakan kopi susu ke ruangannya. Hingga mau tak mau Keyra harus menuruti apa yang diinginkan bosnya ini.
Kenapa Keyra bisa kerja disini? Padahal Keyra bisa saja memilih perusahaan lain? Itu semua karena Albian yang mengancam ingin menghamilinya sebelum menikah hingga mau tak mau Keyra harus menerimanya.
Menghadapi sikap manja Albian sudah menjadi makanannya sehari hari sekarang. Tapi Keyra tetaplah Keyra si gadis pendiam yang bahkan jarang sekali mengucapkan kata cinta untuk Al, tapi hal itu tak membuat pria 22 tahun itu sedih.
"Permisi pak, ini kopi pesanan Bapak," ucap Keyra masuk tanpa mengetuk pintu.
"Gak punya sopan santun kamu ha? Kenapa gak ketuk pintu dulu?" tanya Albian.
"Situ gak ingat kalau kamu sendiri yang nyuruh aku gak usah ketuk pintu dan langsung masuk aja. Jangan bilang kamu mau hukum aku lagi? Gak ya!!"
Albian yang melihat pacarnya cemberut itu langsung bangun dan membawa sang pacar ke kursinya. Keyra meletakkan kopi itu dimeja kerja Al," ujarnya.
"Kamu kenapa sewot gitu sih? Gak kayak biasanya aja?" tanya Al memangku tubuh mungil itu.
"PMS," jawabnya malas.
"Ada sakit atau gimana gitu gak di perut?" tanya Albian memegang perut Keyra.
"Gak ada," jawabnya jujur.
Keyra menggeleng tapi ia malas untuk berbicara, Keyra menyandarkan kepalanya di dada Al seraya mengalungkan tangannya ke leher sang pacar. Rasanya nyaman bagi Keyra.
"Biasanya kalau PMS kamu gak gini loh yank, biasanya ceria-ceria aja sekarang kok kamu jadi malas gini? tanya Albian mengelus rambut pacarnya ayang hanya menggeleng.
"Gak tahu!"
Tok! Tok! Tok!
Albian menatap pacarnya yang enggan turun itu dan membiarkannya. Sedangkan Keyra seakan tak peduli pada ketukan pintu itu.
"Masuk!"
Orang itu masuk yang tak lain adalah manajer pemasaran yang ingin mengantarkan berkas untuk Al tapi malah dikejutkan oleh keadaan Keyra yang notabene adalah sekretaris Al itu.
"Kenapa Ibu Keyra bisa berada dipangkuannya Pak Al?" tanya manajer itu dalam hati.
"Mana berkasnya?" tanya Al dingin sedangkan Keyra hanya cuek dengan apa yang terjadi.
Manajer itu memberikan berkas yang ia bawa tapi tak langsung keluar, ia masih ingin menegur Keyra yang tak sopan pada bosnya. Kan bisa dibilang dia pahlawan.
"Pak bukannya Bu Keyra tidak sopan duduk dipangkuannya Bapak?" tanya Manajer itu pada Al.
"Tidak!!"
"Tapi itu tak sopan pak, dia seperti merendah dan duduk dipangkuan bapak?" tanya manajer itu lagi.
Keyra yang mendengar itu tak peduli dan memejamkan matanya agar bisa tidur. Ia malas untuk melakukan apapun sekarang.
"Sekretaris saya tidak merendah karena dia adalah pacar saya, sudah pergi kamu dari ruangan saya," usir nya dengan kasar.
Manajer yang mendengar kata kata itu menegang di tempatnya, bagaimana tidak direktur yang menjadi idaman semua cewek dikantor ternyata sudah memiliki pacar yang tak lain adalah sekretarisnya sendiri.
Dengan sakit hatinya manajer itu keluar dari ruangan itu meninggalkan kedua orang yang masih ada di dalam.
"Yank bangun gih, kamu tidur ya?"
Talaud mendapat jawaban dari sang pacar membuat Albian menghela nafasnya panjang. Niatnya ingin bermanja malah harus melihat pacarnya yang tidur.
"Padahal aku mau nyuruh kamu nemenin aku kerja," gumamnya mengangkat tubuh pacarnya menuju kamar pribadinya.
Al meletakkan Keyra di ranjang yang tak terlalu luas itu dan mengecup kening Keyra singkat. Setelah menyelimuti sang pacar, Albian kembali pada kerjaannya.
Bersambung