
Happy reading
"Iya, dia memang sangat cantik seperti ibunya," jawab Albian menatap Keyra yang malu itu.
"Al ..." lirihnya menatap Albian yang hanya tersenyum.
"Apa sayang?" tanyanya menggoda Keyra yang tampak malu karena mbak mbak pelayan ini makin salah sangka jika Ella adalah putrinya.
"Wah masnya lembut banget ya sama mbak nya, si kecil juga cantik jadi pengen bawa pulang," ujar pelayan itu mencubit pipi Ella.
"Udah mbak. Saya mau pesen Mini Pizza, Pancake dan waffle, Nasi Goreng Spesial. Kamu apa yank?"
"Samain aja kayak kamu," jawabnya. Ia masih malu karena tadi.
"Oke mbak Mini Pizza 1, Pancake and waffle, Nasi Goreng Spesial 2, jus alpukat 2, sama susu stroberi 1."
"Dessert nya Gelato Secrete 2," tambahnya.
Pelayan itu mencatat semua pesanan Albian yang terbilang biasa tapi yang dikagumi oleh pelayan tadi adalah sikap Al pada Keyra.
"Baik mohon ditunggu pesanannya," ujar pelayan itu ramah dan diangguki oleh mereka.
Setelah pelayan itu pergi Keyra menatap Albian, sedangkan yang di tatap biasa saja seolah tak bersalah. Ngapain harus bersalah ya kan!
"Al lain kali jangan gitu, aku malu. Ella adik kamu bukan anak aku," ujarnya dengan ketus.
"Emang kamu mau anak dri aku hmm?" tanyanya.
Bluss
"Gak tahu," jawabnya. Ia mendudukkan Ella dipangkuannya pahanya.
"Kakak cantik kenapa mukanya melah?" tanya Ella dengan polos. Tangan kecil gadis itu menyentuh pipi Keyra yang terasa hangat itu.
"Kakak gak apa-apa kok, cuma gerah aja," jawabnya bohong tentu saja karena malu tadi.
Keyra bukan tipe orang yang langsung akrab sana sini. Jika tak mengenal Keyra mungkin orang akan beranggapan jika Keyra sombong.
Albian yang mendengar itu hanya mengulum senyumnya.
"Key," panggil Albian yang membuat Keyra mengangkat wajahnya.
"Kenapa Ella panggil kamu kakak cantik?" tanya Albian.
"Karena aku cantik ya kan sayang?" tanyanya pada Ella.
"Ya, kakak memang cantik."
Cups
Satu kecupan ditayangkan Ella pada pipi Keyra, Albian yang melihat itu tak terima. Bisa bisanya adiknya mencium pacarnya di depan matanya sendiri. Dia yang sudah resmi menjadi pacarnya itu belum pernah mengecup pipi merah itu.
"Apa kamu pernah menolong Ella di pasar malam?" tanya Albian kembali serius.
"Hmmm kamu tanya sama Ella!"
"Ella sayang apa kak Keyra yang nolongin kamu di pasar malam saat itu?" tanya Albian dengan lembut.
"Jadi benar kamu yang menolong Ella saat itu?" tanyanya dan diangguki oleh Keyra.
"Aku lihat Ella dibawah pohon sambil menangis, aku tanya kenapa dia jawab ikuti badut sampai disana. Tapi saat badut itu udah gak ada dia malah tersesat," jawabnya.
"Terus."
"Ya aku tanya dimana terakhir dia berpisah dengan kakak kakaknya. Jiah jawab di kuda putar, ya aku antarlah."
"Key, makasih banyak ya udah mau nolongin Ella aku gak tahu nasib aku kalau di bontot hilang."
"Sama-sama lagian semua udah berlalu, Ella udah makin pintar sekarang," ujarnya mengecup pipi tembem Ella.
Tak lama pesanan mereka sampai, Albian menyuapi adiknya dengan ini Mini Pizza yang tadi dipesan. Keyra yang melihat interaksi antara Albian dan Ella itu tersenyum. Jika dipikir usia mereka terpaut jauh tapi bisa clop menjadi saudara. Albian tipe kakak yang snagat penyayang. Semoga Keyra bisa mengimbanginya.
"Kamu gak minta disuapin hmm?" tanya Albian pada Keyra.
"Aku udah besar gak perlu disuapin," jawabnya dengan santai. Ia masih menatap Ella yang asik mengunyah makanannya itu.
"Siapa bilang orang besar gak perlu disuapin? Sekarang kamu suapin aku!" perintah Albian pada Keyra.
"Manja deh, masih punya tangan kan? Makan sendiri lah!"
"Kamu gak lihat tangan aku pegang Pizza nya Ella?" tanya Albian.
Hingga mau tak mau Keyra menyuapi Albian dengan nasi goreng spesial yang memiliki banyak toping sosis, ayam suir, dan juga udang itu.
"Buka mulutnya," ujar Keyra dan dituruti oleh Albian.
Albian senang bisa menjaili pacarnya ini, ia juga senang mendapat suapan untuk pertama kalinya dari Keyra. Apa seperti ini yang namanya jatuh cinta dengan pacar sendiri?
Setelah makan sore selesai mengobati, Albian membayar semua makanan yang tadi ia pesan. Sedangkan Keyra mengajak Ella untuk keluar terlebih dahulu.
"Kakak cantik, tidul lumah Ella aja gimana?" tanya Ella yang masih betah membenamkan kepalanya di dada Keyra.
"Kakak kan punya rumah sendiri sayang, kapan kapan deh kakak akan menginap di rumah Ella ya," ujarnya seraya mengelus rambut Ella.
"Huh kakak gak mau ya tinggal sama Ella?" tanya Ella dengan sedih.
"Bukannya kakak cantik gak mau tinggal sama kita sayang, tapi kakak cantik punya rumah sendiri. Nanti rumahnya kakak cantik gimana?" tanya Albian yang baru keluar dari restoran.
"Kita pindah dekat lumah kita," jawabnya hingga membuat mereka tertawa.
"Gak semudah itu Ella sayang, dah yuk naik keburu malam kita sampai rumah," ajaknya. Albian mengambil Ella dari gendongan Keyra dan menaruhnya didepan dan diikuti dia.
Motor sport Albian melaju dengan kecepatan sedang, hingga membuat mereka santai. Keyra memegang pinggang Albian sebagai pegangan, tapi Albian menarik tangan itu agar memeluk perutnya.
"Modus aja deh," batin Keyra tersenyum malu.
"Biasanya motornya sendiri mulu sekarang ada yang peluk dari belakang, seneng banget ya gue," batin Albian tersenyum samar dibalik helmnya.
Sampailah mereka dirumah Keyra, Keyra turun dan mengucap terima kasih pada Albian. Setelah itu Albian pamit dan berlalu meninggalkan pekarangan rumah itu karena hari makin malam.
Bersambung