Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Bian



Happy reading


"Sayang kamu mulai nakal hmm!"


Alex menatap sang istri yang sedang bermain dengan anakonda itu. Ariana hanya tersenyum entahlah ia mendapat keberanian darimana hingga bisa begitu saja memegang dan memainkan anakonda yang sudah berdiri itu.


Cup


Cup


Cup


Ariana mengecup anakonda itu dengan pijatan dibawahnya, hal itu cukup membuat Alex mengerang karena ulah sang istri.


"Akhh! Sayang."


"Kamu cukup nikmati saja oke, maafkan istrimu ini karena sudah membohongimu. Sebagai gantinya aku yang akan memuaskanmu malam ini," ucap Ariana menatap suaminya yang menahan nafsunya itu.


Tubuhnya tertutup oleh selimut yang mereka pakai, sedangkan Ariana sedang bekerja di bawah sana.


"Ahh sayang ini sangat nikmat, lebih cepat."


Ariana mengangguk dan mempercepat gerakan tangannya hingga anakonda itu berkedut. Dengan cepat Alex bangkit dari baringannya dan memuntahkan bisanya ke lantai.


"Lantainya kotor mas," ucap Ariana menatap lantainya sudah kotor dengan bisa anakonda suaminya.


"Daripada di kasur yank, pasti gak bakal enak buat ehem ehem kita," jawabnya seraya mengelus anakondanya itu.


Alex kembali naik ke atas kasur dan menindih Ariana hingga posisi Alex diatas.


"Kamu siap untuk malam ini hmm," tanya Alex mengelus pipi merah Ariana.


Dengan malu Ariana mengangguk. Alex yang mendapat persetujuan dari sang istri itu tersenyum dan mengecup bibir sang istri dengan lembut. Tak ada paksaan dalam ciuman mereka, Ariana mengalungkan tangannya krleher Alex seraya membalas ciuman dari sang suami.


"Emhh," leguhan itu terdengar membuat darah Alex mendidih.


Ciuman pria itu turun ke leher, Alex masih menjelajahinya disana. Setelah puas bermain di leher sang istri, Alex beralih kedua buah dada Ariana yang tampak sangat besar karena istrinya masih menyusui Bian.


"Maafkan papa jika mengambil milikmu sedikit baby," batin Alex mengecup dan menghisap choco chips itu hingga mengeluarkan sedikit susu.


"Jangan banyak-banyak," pesan Ariana dan diangguki oleh Alex.


"Manis sayang! Pantas Baby Bian sangat menyukai susu dari pabrik aslinya," ujar Alex mengecup bibir Ariana.


Ariana yang hendak menjawab itu langsung terpekik saat Alex sudah memasukkan jari telunjuk pria itu kedalam miliknya.


"Akh... Mas!!"


"Nikmati sayang setelah ini kamu yang mrmimpin permainan," ujar Alex pada sang istri.


Alex terus memacu gerakan jarinya hingga keluarlah cairan bening dari inti Ariana tak menyia-nyiakan itu Alex langsung menghisapnya.


"Mas!!"


Ariana malu dengan apa yang dilakukan, walau Alex sering melakukan ini tapi terap saja hal ini sangat menjijikkan.


Bugh


Ariana membalik posisi mereka hingga wanita satu anak itu duduk diatas perut Alex. Alex hanya tersenyum, dan mengangguk pertanda Alex menyuruh Ariana melakukan tugasnya.


Tangan lentik wanita itu mengusap dada sang suami dan mengecup bulatan hitam yang menjadi titik sensitif suaminya selain di leher dan telinga.


"Sayang jangan disitu!!"


Ariana hanya tersenyum geli melihat wajah suaminya. Ia tahu anakonda suaminya sudah minta dipuaskan terbukti saat benda bertuah itu menusuk bokong bulatnya.


Dengan pelan Ariana memegang benda itu dan memasukkannya kedalam miliknya dengan tenang.


Bless


"Ahhh."


Ariana menggigit bibirnya karena anakonda Alex menusuk dalam miliknya itu.


"Jangan digigit, nanti berdarah," ucap Alex mengusap bibir sang istri.


Ariana mengangguk menggoyangkan badannya seiring dengan irama mereka.


Tok! Tok! Tok!


"Kau mendengar ahh sesuatu mas ahh?" tanya Ariana.


"Tidak sayang!! Aku hanya mendengar ahh suara merdumu saja ahh," jawabnya seraya meremas buah dada Ariana.


Mereka menghiraukan suara yang didengar Ariana dan terus berpacu kuda di dalam sana. Tak tahu saja jika Bian menangis dengan keras bersama Mami Gloria.


"Jangan bilang mereka melupakan anaknya!! Oh ya Tuhan, kemana mereka," gumam Mami Gloria menenangkan cucu tampannya.


Tak tahan lagi menunggu jawaban dari dalam. Mami Gloria mengetuk pintu kayu itu dengan keras.


Tok! Tok! Tok!


Ariana mendengar ketukan itu, ia menghentikan kegiatan mereka padahal Alex minta untuk meneruskannya.


"Itu suara mami," ucapnya mulai tak enak dengan perasaannya.


Dengan paksa Ariana melepas inti mereka dan mengambil baju tidurnya lalu memakainya.


"Sayang!!"


"Kita lanjut nanti. Perasaan aku gak enak," ucapnya berlalu menuju pintu dan membukanya.


Ceklek


"Ah akhirnya kamu membuka pintunya," ucap Mami Gloria pada menantunya yang terlihat berantakan ini. Arian yang melihat putranya menangis hingga wajahnya memerah itu langsung mengambilnya dari gendongan Mami Gloria.


"Maaf telah merepotkan mami," ucap Ariana seraya menyusui Bian yang tampak haus itu.


"Gak apa-apa, lain kali jangan keasikan main ya nak. Kasihan Bian," ujar Mami Gloria dan diangguki oleh Ariana.


Setelah mengucapkan itu mereka kembali ke kamar masing-masing. Ariana mengunci pintu kamar itu dan berlalu menuju kadur terlihat suaminya yang gelisah dengan bengkakan di selangkangnya itu.


"Nanti kita lanjut, Bian masih nyusu mas."


Sebenarnya Ariana tak tega melihat suaminya seperti ini tapi mau gimana lagi.


"Sakit sayang," ujar Alex menatap anakondanya.


Ariana yang melihat itu ikut memegang bengkakan itu dengan satu tangannya dan berusaha memijatnya dengan lembut. Alex hanya merasakan sensasi ini, tapi ia juga kasihan dengan istrinya yang masih menyusi bayi mereka itu


Setelah berapa menit bisa putih itu keluar dari mulut anakonda, lagi dan lagi Alex tak bisa menumpahkannya ke rahim sang istri.


"Maaf mas, Bian belum mau tidur. Lihat saja dia sangat lahap menyusu," ucap Ariana mengelus lengan sang suami.


"Harusnya aku yang minta maaf, karena aku kamu jadi repot."


Alex memeluk tubuh sang istri dari samping, Ariana hanya tersenyum dan mengangguk.


Bersambung


📌Nafsu Atau Cinta (On going) Kisah Mami Gloria dan Papi Arthur.


Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏