Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Bohong lagi dan lagi



Happy reading


"Yank, aku berangkat dulu ya mungkin hari ini aku bakal pulang larut malam. Kamu gak usah tunggu aku pulang ya," ucap Alex saat sudah di depan pintu.


"Loh kenapa? Biasanya kan gak sampai jam setengah tujuh malam kamu udah pulang?" tanya Ariana menatap suami.


"Aku harus kerja lembur buat nambah penghasilan sayang," bohong Alex seraya mengelus rambut sang istri.


"Udah banyak kali aku bohong sama kamu sayang, maaf."


"Kerja kamu jadi driver di mana sih?" tanya Ariana yang mulai curiga dengan suaminya.


"Di bawah naungan perusahaan teman aku sayang," jawabnya bohong lagi.


"Apa nama perusahaan itu? Dan dimana?" tanya Ariana.


"Aku gak tahu pasti tapi yang pasti di sana perusahaan besar," jawabnya penuh akan kebohongan.


"Boleh aku ikut, aku ingin mengucapkan terima kasih pada temanmu itu karena sudah memberi kamu gaji yang banyak."


"Dia sibuk sayang, gak sembarangan orang bisa menemui dia. Apalagi cuma nemuin rakyat biasa seperti kita."


"Heem ya sudah, kalau begitu. Kamu hati hati ya kerjanya, kalau capek istirahat ya," pesan Ariana yang terdengar manis di telinga pria 27 tahun itu.


"Iya sayang, kamu tenang aja."


"Oh ya lotion yang kamu pakai mana? Katanya ada di mobil?" tanya Ariana dengan wajah berbinar.


"Astaga sayang, aku lupa kalau lotion itu sidah habis nanti aku belikan lagi."


"Kamu bohong," cemberut Ariana.


"Gak bohong sayang, nanti aku beliin ya," ujarnya dan diangguki oleh Ariana dengan berat hati.


"Berangkat sana," usir Ariana karena masih kecewa dengan Alex.


"Kamu ngusir aku hmm?" tanya Alex dan diangguki oleh Ariana.


"Maaf deh ya, janji nanti pulang aku bawain lotion itu."


"Iya."


"Sana pergi."


"Iya iya sayang, salim dulu," Alex mengulurkan tangannya dan disambut oleh Ariana lalu mengecupnya. Alex hanya tersenyum seraya menecup kening Ariana lembut dan sedikit lama.


Cups


"Jangan cemberut terus, nanti aku gak konsen kerjanya." Alex mengecup singkat bibir Ariana.


"Hmm."


"Senyumnya mana?"


Ariana memaksakan senyumnya, bukannya manis malah terkesan seperti psyco.


"Aku berangkat sayang, jangan rindu apalagi kangen. Karena kamu gak akan kuat biar aku saja yang selalu metindukanmu," gombal Alex yang membuat Ariana tersenyum tipis.


"Lagu lama."


"Yang penting bisa buat kamu malu malu tikus."


"Kamu samain aku sama tikus hah," garang Ariana mencopot sendal swallow berwarna biru yang baru saja ia beli.


"Engga sayang kamu mirip hamster," jawab Alex yang sudah masuk kedalam taksi.


"Itu sama aja, ALEX," teriak Ariana, Alex yang sudah berada di dalam taksi itu hanya terkikik. Ia menjalankan taksinya keluar dari halaman kecil kontrakan itu.


"Dasar suami, ngatain istrinya mirip hamates. Untung sayang," gumamnya sebelum masuk kedalam kontrakan.


"Emang aku sejelek itu ya sampai dimiripin sama tikus?"


Dengan cepat Arian masuk kedalam kamar dan melihat pantulan dirinya dicermin. Masih cantik dan juga sexy, begitu pikirnya.


"Wah parah sih suami gue, ngatain istrinya kek hewan itu."


***


Suasana hati Alex pagi ini membaik katena istrinya, ia menjalankan taksinya ke perusahaan. Senyum di bibir Alex tak luntur begitu saja, hingga sampailah ia di kantor.


Alex kembali mengubah raut wajahnya dan keluar dari taksi, dan masuk ke kantor. Karyawan yang melihat bosnya jika masuk kekantor selalu berpakaian seragam taksi sedangkan jika ada meeting pakaiannya sudah berubah itu hanya bertanya dalam hati tanpa berani bertanya secara langsung.


"Siapkan pakaianku sekarang," perintahnya pada laki-laki yang sudah selama 4 tahun menjadi sekretarisnya itu.


"Tuan baju anda sudah siap," ucap sekretaris itu membungkukkan badannya.


"Hmm."


Alex masuk ke kamar mandi dan memakai pakaian uang sudah di siapkan sekretarisnya. Alex menatap pantulan dirinya di cermin toilet. Senyum kembali mengembang saat mengingat kejadian tadi pagi.


"Ria.. Ria.. kamu sukses membuat aku gila," gumam Alex menyisir rambutnya.


"Perfect."


Ceklek


Alex keluar dari toilet dengan aura presdir, bukan driver taksi.


"Maaf tuan, banyak berkas yang harus anda tanda tangani karena kemarin Anda cuti," ucap sekretarisnya dengan sopan.


"Hmm, ada lagi?"


"Mungkin hari ini harus lembur tuan," dengan ragu sekretarisnya berucap.


"Hmm, kamu boleh keluar." Sekretaris itu membungkukkan tubuhnya dan undur diri.


"Vito," panggil Alex.


"Iya tuan," sang sekretaris Vito membalikkan badannya.


"Tolong belikan lotion untuk menghaluskan tangan," ucap Alex pada sang sekretaris.


"Baik tuan, tidak sekaligus make upnya tuan?" tanya sekretaris Vito seolah tahu apa yang ada dipikiran Alex.


"Make up, setahu aku Ria gak pernah pakai make up saat bersamaku tapi tunggu dulu, dia pernah menjadi bintang di kampusnya dulu."


"Boleh juga, make up juga satu set lengkap dan jangan lupa lotionnya. Ingat Vit yang paling bagus."


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi."


Tinggalah Alex bertemankan kertas kertas yang membuat otaknya panas. Ia anak tunggal jadi tanggung jawabnya tak bisa di bagi dengan siapapun kecuali papinya.


Ceklek.


"Kalau masuk ketuk pintu dulu, punya sopan tidak," tegas Alex tanpa menoleh kearah pintu.


"Oh jadi kalau mami yang datang kamu juga surun ketuk pintu hah," sang nyonya berkacak pinggang di depan Alex.


Alex yang mendengar suara familiar ditelinganya itu mendongakkan pandangannya.


"Ma mi."


"Kenapa? Kaget? Dasar anak durhaka, dua bulan gak pulang, kamu lupa punya mami yang cantiknya paripurna seperti ini hah," teriak Mami Gloria.


"Enggak mami, cuma belum sempat pulang aja," jawab Alex dengan malas.


"Alasan, kenapa nikah gak bilang bilang hah?" tanya sang mami.


"Dari mana mami tahu aku sudah nikah?" tanya Alex menatap maminya.


"Kamu pikir papi kamu bodoh ngebiarin kamu sendirian di luar hah. Walau pun papimu itu keras dia tak akan tega dengan anaknya. Sekarang jawab mami, kenapa kamu gak nilang kalau menikah?" tanya mami sekali lagi dengan nada tegasnya.


"Bukan gak mau, tapi belum sempat," jawabnya menatap wajah maminya yang sudah memerah.


"Mami gak mau tahu kamu harus bawa menantu mami ke mansion."


"Iya tapi tidak sekarang."


"Kenapa?" tanyanya dengan nada naik dua oktaf.


Nada yang begitu tinggi cukup membuat gendang telinga Alex berdengung. Alex menatap maminya dan berucap.


Bersambung


_____


Fyi (For your information)


Hamster adalah binatang sejenis hewan pengerat, terdapat berbagai jenis di dunia dan hampir ada di tiap negara. Walaupun tubuhnya kecil, hamster membutuhkan kandang yang luas. Hamster termasuk ke dalam subfamili Cricetinae. Bentuknya hampir mirip sama tikus


Jangan lupa Like + Komen + Vote dan tambahkan difavorit kalian. Share juga novel ini ya😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏


Visual Ariana dan Alex ada di episode 20 ya😊