Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Nada Dering



Happy reading


Mentari sudah tinggi tapi kedua insan yang semalam baru melakukan malam pertama itu sepertinya masih enggan terbangun. Cahaya panas yang menerpa tubuh mereka itu sepertinya tak mampu membangunkan keduanya, pelukan mereka makin erat dengan tangan yang saling membelit.


Drttt drrtttt (Ajarkan aku....)


Dering telepon yang berbeda itu Alex membuat pria berusia 27 tahun itu membuka matanya pelan.


"Hmm."


"Anda ada meeting pagi ini pak."


"Batalkan semua acaraku hari ini."


"Tapi pak jika Anda membatalkan semua perjanjian yang sudah Anda tanda tangani perusahaan harus membayar denda.."


"Bayar saja, aku sedang tak mau diganggu."


Tuttt


Alex menutup sambungan telepon itu dengan kesal, seketika ia melihat sang istri yang tak terusik akan panas dan gerakannya tadi.


"Hufftt aku hanya ingin menikmati hidup sederhana denganmu."


Alex mengelus pipi sang istri sesekali merapikan anak rambut yang menutupi sebagian wajah cantiknya. Pergulatan mereka semalam terekam jelas diingatan Alex. Betapa ganasnya ia pada sang istri, dan hal itu sukses membuat paginya kembali membaik.


Alex melihat jam dinding di dinding kamar itu yang sudah menunjukkan pukul 7 pagi, ia bangkit dari tidurnya dan memakai celana pendeknya. Alex juga mengambil lingerie berwarna hitam dan juga pakaian dalam istrinya.


"Kamu keluar hanya untuk membeli ini ya, dan kamu sukses," gumamnya mencium lingerie yang masih tercium bau parfum sang istri itu lalu meletakkannya di samping tempat tidurnya.


Alex menyelimuti tubuh polos itu seraya mengecup kening Ariana dengan lembut, setelah itu ia keluar dari kamar.


"Silau sstt." Ariana terbangun dari tidurnya saat matanya tersorot sinar matahari.


Ariana menoleh ke arah samping dan sudah kosong berarti Alex sudah pergi. Ariana menatap langit langit kamar yang polos itu. Ingatannya tadi malam membuat Ariana malu bukan kepalang, ia masih bingung untuk bertemu dengan Alex nanti.


Ceklek.


"Kamu sudah bangun Ria." Alex masuk membawa nampan berisi nasi goreng udang dan segelas susu.


Ariana yang melihat Alex mendekat itu malah menutup tubuhnya dengan selimut. Alex hanya tersenyum geli menatap istrinya.


Alex meletakkan nampan yang dibawa di sisi ranjang dan membuka selimut yang di pakai Ariana.


"Gak pengap hmm?" tanya Alex.


"Malu Lex," lirih Ariana menarik selimut itu agar tidak jatuh.


"Aku siapa kamu?" tanya Alex menatap mata Ariana.


"Suami."


"Nah karena aku suami kamu, kenapa kamu mesti malu sama aku hmm. Kita udah halal, pernikahan kita juga sudah tercatat di KUA. Apa karena semalam?"


Dengan polos Ariana mengangguk, Alex hanya tersenyum simpul melihat tingkah Ariana yang masih malu malu padahal mereka adalah suami istri.


"Udah jangan malu malu lagi, kita makan aja. Aku udah masak nasi goreng udah kesukaan kamu," ceplos Alex yang membuat Ariana menatap suaminya.


"Darimana kamu tahu aku suka nasi goreng udang?" tanya Ariana dengan selidik.


"Mampus keceplosan lagi."


"Iseng aja habisnya kamu suka banget sama udang ya sudah aku bikin nasi goreng udang buat kamu, sepesial pakai cinta," jawabnya menutupi kebohongannya dengan sedikit gombalan dari Alex.


Ariana mengangguk percaya.


"Aku suapin ya," Ariana mengangguk karena tangannya masih berada di dalam selimut.


"Buka mulutnya." Alex menyuapi istrinya dengan nasi goreng ke mulut sang istri.


"Enak. Kenapa masakan kamu bisa lebih enak daripada masakan aku?" tanya Ariana seraya mengunyah nasi goreng yang ada di mulutnya itu.


"Memang siapa yang ngajarin kamu pertama masak?" tanya Alex seraya menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.


"Kamu."


"Nah itu kamu ingat. Jadi gak heran kenapa semua yang aku masak itu enak enak." Sombong Alex kembalu menyuapkan nasi goreng ke mulut Ariana.


"Cih sombong."


"Maaf."


"Jangan diulangi." Ariana mengangguk patuh.


Mereka berdua menghabiskan nasi goreng di piring itu. Alex memberikan segelas susu hangat itu pada Ariana.


"Lagi?" Alex menatap susu yang masih setengah itu. Ariana menggeleng ia sudah kenyang hingga Alex yang menghabiskan susu itu.


Setelah semua habis Alex menaruh nampan yang berisi piring dan gelas kotor di meja. Alex naik ke kasur dan memeluk hangat sang istri.


"Yang."


Bluss


"Cielah blussing. Masih aja malu, kita sama-sama memiliki perasaan suka kan jadi wajar aku panggil kamu sayang. Dan yah perlu kami ingat tadi malam adalah hari jadian kita, kamu resmi pacar aku."


"Tapi kita sudah menikah."


"Pacaran setelah menikah sayang. Kamu udah milik aku, jadi bebas mau peluk ataupun cium kamu dimanapun dan kapanpun aku mau," ucapnya seraya mengecup kening Ariana.


"Dih mesum."


"Udah lupain yang kita jadian, sekarang aku mau tanya. Kenapa nada dering ponsel aku berubah?" tanya Alex menatap mata Ariana.


Deg.


Ariana teringat berberapa hari lalu saat ia meminjam ponsel suaminya untuk ngegame, dengan isengnya ia menganti nada dering ponsel Alex dengan lagu yang viral akhir akhir ini.


"Kenapa kamu ganti yang kek gitu nadanya? Kesannya seperti suruh melupakan aja. Emang siapa yang mau kamu lupain?" tanyanya menatap mata Ariana.


"Gak ada yang mau di lupain, lagunya bagus aja buat nada dering."


"Tapi aku gak suka sayang."


"Terus sukanya yang gimana?" tanya Ariana menatap Alex.


"Suara kamu yang tadi malam saat kamu bilang sama aku atau, suara desa han kamu. Itu lebih baik," jawabnya mendekap tubuh istrinya.


"Mesum ih, kamu mah."


"Dah lah aku mau mandi, badanku dah bau." Ariana hendak berdiri dari duduknya tapi


Bruk


"Assshh." Ariana merasa perih di sekitar intinya untung saja Alex cepat menangkapnya hingga ia tak jadi terjatuh.


"Maaf sayang, pasti sakit ya." Ariana mendudukkan kembali sang istri di kasur.


"Mau mandi," rengek Ariana pada Alex. Alex yang tak tega melihat istrinya itu menggendong sang istri ala bridal style menuju kamar mandi. Ariana yang terkejut itu reflek mengalungkan tanganya dileher Alex hingga selimut yang menutupi tubuhnya terbuka bagian atas.


"Sabar, sabar, hunian lu masih sakit."


Ariana yang malu itu malah menyembunyikan wajahnya di dada Alex, hal itu tentu saja memetikkan api dalam diri Alex.


Alex menahan gejolak di dalam dirinya dan menurunkan sang istri di kamar mandi.


"Kuat berdiri hmm?" tanya Alex dan di jawab anggukkan oleh Ariana.


"Hufftt harusnya kamu jawab gak kuat biar aku yang mandiin kamu."


"Enak aja itu sama aja kamu nyuri kesempatan."


"Maklumlah sayang aku laki laki dewasa, yang selalu ingin dan ingin di manja apalagi sama kamu."


Ariana tak mau menambah perdebatannya dengan Alex, hingga Alex keluar dengan terpaksa.


"Kalau sudah selesai panggil aku." Ariana mengangguk dan melakukan ritual mandinya saat Alex sudah keluar.


Bersambung


_____


Jangan lupa Like + Komen + Vote dan tambahkan difavorit kalian. Share juga novel ini ya😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏


Visual Ariana dan Alex ada di episode 20 ya😊