Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Meminta izin part 2



Happy reading


"EHEM."


Keduanya menoleh kearah belakang dan melihat Nicola yang berkecak pinggang disana.


"Gue mau ngomong sama lu berdua," ujarnya berlalu meninggalkan pasangan suami istri itu dengan segala umpatanya.


"Tuhkan, Nicola lihat. Kamu ih," ketus Ariana berlalu meninggalkan Alex didapur sendiri.


"Sayang," panggilnya. Alex mengambil minuman yang sudah dibuat istrinya, kadang Ariana lupa jika ia bisa saja menyuruh pelayan. Mungkin ia sudah terbiasa melakukannya sendiri.


Mereka bertiga duduk disana, Alex dan Ariana menatap Nicola begitu juga Baby Bian yang ikut menatap Nicola bingung.


"Mau ngomong apa?"


"Gue mau nikah!" jawabnya yang membuat mereka mengangguk.


"Kapan?" tanya Alex santai.


"Lu kok gak ada kaget-kagetnya gue mau nikah?"


"La terus gue harus jawab apa tomang?"


"Terserah kalian deh, gue besok nikah."


"Sama siapa?" tanya Ariana.


"Luna."


"What! Kok bisa Luna?" kaget Ariana.


"Kembaran Clara?" tanya Alex tak kalah kaget.


"Heem."


Nicola menceritakan apa yang telah ia lakukan kepada Luna hingga perempuan itu hamil dan sekarang Luna berada dirumah sakit karena sebuah insiden.


Bugh


"Gak cukup saudara lu perkos* Clara sekarang lu yang hancurin kembarannya hah!! Lu brengsek Nic, kalau bukan sahabat istri gue dan juga saudara kembar Clara gue gak akan semarah ini!"


"Dia bukan saudara gue!" Nicola menjawab.


Alex memukuli Nico hingga sudut bibir pria itu berdarah. Ariana menghentikan suaminya. Walau ia kecewa pada Nico tapi ia juga tak mau membuat Nico meninggal begitu saja.


Tapi bagi Alex, Luna adalah sahabat terbaik untuk istrinya, karena wanita itu yang ada saat Ariana mengandung Bian dulu.


"Bangun lu," bentak Alex.


"Sabar Al, kamu gak boleh bunuh tu curut. Luna gimana kalau dia mati?" tanyanya tak berfilter.


"Huhh."


"Sekarang gimana keadaannya?" tanya Ariana pada Nicola.


"Luna belum sadar, tapi gue udah nyuruh David untuk menjaganya selama aku kesini," ucapnya.


"Gue mau menikahinya besok, aku kesini hanya meminta restu pada mendiang papa, papa, dan Clara. Sekaligus mrnjemput ibu Luna," sambungnya.


Ariana dan Alex kini memahami ucapan Nicola, pria ini hanya ingin mereka menjadi saksinya saja saat pernikahan itu.


"Gue pergi dulu, gue harap kalian bisa datang ke desa lebih tepatnya rumah sakit, pasti Ariana sudah tahu," ujarnya meninggalkan rumah itu.


"Kasihan Luna, pantas saja saat ia pamit dulu matanya sembab. Kenapa aku bodoh mempercayainya!"


Alex menarik tubuh Ariana dan memeluknya erat, tak lupa ia menghapus air mata istrinya.


"Karena ia tak mau membuat kamu sedih," ucapnya dengan lembut.


"Kita berdo'a saja semoga yang terjadi pada Clara tak terjadi juga pada Luna," ucap Alex dan dianggukkan oleh Ariana.


Sedangkan Nicola menjalankan mobilnya menuju makan kedua orang tuanya yang baru meninggal setahun yang lalu karena kecelakaan tunggal.


"Ma.. Pa.. ini Nico, maaf baru jenguk mama dan papa disini. Nico mau minta izin dan minta doa restu kalian. Nico akan menikah dengan seorang wanita yang saat ini sedang mengandung anak Nico ma pa. Cucu kalian," ucapnya terhenti.


"Maafin Nicola jika membuat kalian malu, tapi Nico akan berusaha mencintai mereka ma pa. Nico yakin Luna adalah yang terbaik untuk Nico."


"Do'akan Nico supaya bisa sepenuhnya bertanggung jawab dengan Luna dan anak kami. Aku mohon restui kami," ujarnya seraya menaburkan bunga tabur itu.


"Nico selalu berdo'a kalian bahagia disana."


Setelah berziarah kemakam orang tuanya, Nico berlalu menuju makan Clara yang tak jauh dari makan orang tuanya.


"Clara... Maaf juga aku baru datang, aku kesini mau minta izin sama kamu. Aku ingin menikahi saudara kamu, aku yakin dia yang terbaik buat aku. Kamu gak marah kan? Kamu tenang aja aku akan tetap mencintai kamu walau berbeda tempat dengan Luna. Tolong izinkan aku mempertanggung jawabkan kesalahanku padanya dan anak kami," ucapnya panjang tak lupa Nicola menaburkan bunga tabur diatas pusara Clara yang masih terawat itu.


"Aku mencintaimu Clara, tapi aku juga berusaha mencintai kembaranmu," ujarnya dengan lemah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tak terasa hari sudah malam. Nicola juga sudah mengutarakan niatnya itu pada ibu Luna dan syukurnya diterima baik oleh ibu Luna walau sempat kecewa dengan Nicola.


"Aku harap kamu sudah sadar Lun," gumamnya menatap jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 9 malam.


Lelah? Ya itu ada tapi Nicola tak mempermasalahkan itu tujuan utamanya adalah rumah sakit.


Bahkan Nicola lupa untuk singah makan malam, ia hanya terus melajukan mobilnya sesekali mendengarkan musik untuk menenangkan pikirannya.


Sedangkan ditempat berbeda, Ariana dan Alex sedang menikmati malam mereka dengan manis. Pasangan itu meninggalkan putranya yang sudah terlelap, walau masih dikamar. Ariana duduk dipangkuan suaminya dan menatap mata indah sang suami.


Bahkan dengan tenangnya Ariana memakai linggerie berwarna merah menyala itu dihadapan suami.


"Kau sangat nakal hmm!!"


"Kan untuk suamiku," ucapnya dengan nada seksi. Alex yang sudah terbiasa tak memakai atasan jika akan tidur itu menambah kesan sensual pada diri masing-masing.


"Jangan nakal sayang atau besok kau tak bisa menghadiri pernikahan sahabatmu," ujarnya dengan mengelus punggung sang istri.


"Kamu gak suka aku gini?" tanya Ariana degan nada sedih, padahal ia hanya ingin menyenangkan suaminya.


"Enggak sayang, aku suka kamu seperti ini."


"Tapi aku lagi gak pengen gituan, aku cuma mau belai kamu doang," ujar Ariana dengan manja.


"Kamu akan menyiksa aku hmm?" tanya Alex menatap sang istri.


"Enggak kok, kamu gak boleh memasuki punyaku. Tapi bisa pakai ini," ucapnya menunjuk bibirnya.


"Terserah kamu aja."


Alex mencium bibir Ariana dan meluma*nya dengan lembut tak ada paksaan dalam ciuman itu. Mereka melakukannya dengan cinta. Hingga Ariana merasakan anakonda sang suami sudah menusuk dibawah.


"Aku mulai ya mas."


"Iya sayang," jawabnya membiarkan apapun yang akan dilakukan sang istri.


Ariana menjalankan tugasnya dengan baik bahkan Alex dibuat merem melek akibat istri cantiknya ini. Ariana selalu bisa membuat sang suami klepek klepek dibuatnya.


"Akhh sayang," erang Alex seraya memuntahkan bisa anakona itu. Untungnya Ariana sudah melepas emutan anakonda itu tapi gaun malamnya banyak terkena cairan putih itu.


"Uhuk uhuk uhuk Mas!!" kesal Ariana melihat cairan putih itu menempel digaunnya.


"Maaf sayang."


Alex menggendong sang istri kekamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian apalagi Alex polos sekarang.


Bersambung


📌Nafsu Atau Cinta (On going) Cerita Mami Gloria dan Papi Arthur.


Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏