
Happy reading
Tak terasa hari sudah malam, tapi Alex belum juga selesai dengan pekerjaannya.
Sedangkan di kontrakan Ariana sedang sibuk memasak makan malam untuk suaminya. Ia masih ingat dengan ucapan suaminya tadi siang jika ia akan mengusahakan pulang cepat.
Saat sedang memotong bawang ia merasa perih di matanya, sebulan ini ia belum bisa mengatasi matanya yang tak tahan dengan bawang.
Tok tok tok
"Siapa ya, gak mungkinkan kalau Alex sudah pulang? Kan masih jam setengah delapan malam," gumam Ariana melihat jam di dinding dapur itu.
Ariana mengecilkan kompor dan berlalu menuju ruang tamu. Sebelm membuka pintu Ariana mengintip dicelah jendela dan tidak melihat siapapun di sana.
"Siapa ya?" tanya Ariana pelan.
"Mungkin orang iseng," gumamnya kembali menuju dapur.
Ariana melanjutkan masakmya dengan sesekali tersenyum, dih macam ABG aja.
***
Pukul 10 malam, Alex belum juga pulang. Masakan yang Ariana buat juga belum tersentuh sama sekali. Wanita berusia 24 tahun itu masih stay di ruang keluarga sesekali melihat kearah jendela.
Di kantor, Alex masih dengan berkasnya. Ia benci situasi seperti ini, ia hanya ingin seperti orang orang diluar sana jika malam bersama keluarganya memadu cinta dengan snag istri, dan lainnya tapi dia malah masih kencan dengan berkasnya.
Tok tok tok
"Permisi tuan," sekretaris Vito masuk ke ruangan bosnya.
"Ada apa?"
"Ada sebuah kotak di depan pintu kontrakan tuan. Bawahan saya melaporkan ada seseorang memakai pakaian serba hitam mengetuk pintu kontrakan tuan."
"Terus istriku?" tanya Alex dengan raut yang tak bisa dijelaskan tapi khawatir lebih mendominan.
"Nona tidak membuka pintunya tuan dan sepertinya kotak itu masih ada dideoan pintu."
"Kamu urus sisa berkas sialan ini, aku pulang."
"Siap tuan," dengan patuh Vita menjawab.
Alex bangkut dari duduknya menuju kamar mandi, dan mengangganti pakaiannya.
"Ingat jangan terlalu malam kau pulang," ucap Alex keluar dari kamar mandi.
"Iya tuan."
Dengan cepat Alex keluar dari ruangan itu meninggalkan sekretaris Vito disana sendiri.
"Bos terlihat mencintai istrinya, semoga hidup mereka bahagia."
Dengan sedikit tergesa Alex keluar dari kantor, di sana sudah sepi karena karyawan sudah pulang hanya tinggal yang lembur saja.
Alex masuk kedalam taksinya dan menjalankannya dengan kecepatan penuh, ia takut istrinya kenapa napa. Apalagi istrinya masih di incar oleh musuh keluarganya, dan semoga musuhnya tidak ikut menyerang sang istri.
Alex mencoba menelepon sang istri tapi nihil, yang menjawab malah mbak mbak operator.
"Sayang angkat teleponnya!! Jangan buat aku khawatir."
Alex terus melajukan taksi itu dan tak memperdulikan pengendara yang mengumpat kesal karena taksi Alex yang menyalip mereka.
Sampailah Alex di kontrakan, dan benar saja Alex melihat ada sebuah kotak berwarna hitam didepan pintu kontrakannya.
Alex mengambil kotak itu dan membuka kotak hitam itu dan betapa terkejutnya Alex melihat foto pernikahannya terlumuri oleh darah dengan foto yang ditusuk jarum.
"Sial aku di teror."
Alex membuang kotak itu ke tempat sampang, dan ia masuk kedalam rumah tak lupa lotion dan make up yang dibeli sekretaris Vito.
Deg
Betapa terkejutnya Alex saat melihat sang istri tertidur di sofa ruang tamu, tanpa selimut ataupun bantal.
Tak tega melihat sang istri yang sepertinya menunghunya, Alex meletakkan barang yang ia bawa dan menggendong tubuh sang istri menuju kamar.
Saat ingin membaringkan tubuh sang istri, Ariana mengekiat dan perlahan membuka matanya.
"Tidur aja lagi," ucap Alex mengelus rambut Ariana.
"Maaf aku ketiduran!! Kamu udah makan? Aku udah siapin makan buat kamu," Alex yang memang belum makan berbinar senang.
"Kamu ganti baju dulu, biar aku panasin makanannya."
"Siap."
Cups
"Maaf buat kaamu nunggu tadi," Alex mengecup pipi kanan Ariana.
"Gak papa aku tahu kamu pasti juga lelah." Ariana mengambil celana suaminya dan menyerahkan pada Alex.
Keduanya keluar dari kamar, Ariana ke dapur dan Alex ke kamar mandi.
Tak sampai 10 menit Alex sudah keluar dari kamar mandi dengan keadaan segar. Ia melihat Ariana menyiapkan makanan diatas meja.
"Baunya enak, jadi gak sabar mau makan," ucap Alex yang sudah berada dibelakang Ariana.
"Ya sudah kamu duduk dan makan." Ariana mengambil nasi dan lauk yang sudah kembali hangat itu.
"Kamu makin hari makin cantik aja sih, jadi pengen makan kamu," gombal Alex yang hanya diangguki oleh Ariana.
"Makan aku gak akan kenyang, nih." Ariana meletakkan piring yang berisi nasi dan lauk di depan Alex.
"Kenyang sayang, walau bukan aku tapi anakonda aku kenyang," jawabnya nyleneh.
"Haiss dah dah, makan. Dengerin kamu ngomong gak akan selesai sampai besok."
"Kamu gak makan?" tanya Alex menatap sang istri.
"Aku gak biasa makan malam gini, kamu aja." Dengan senyum Ariana menjawab.
"Gak boleh gitu, kalau kamu gak makan gimana kalau kamu pingsan saat kita main. Pokoknya kamu harus makan," titah Alex pada sang istri.
"Emang mau main apa?" tanya Ariana yang masih belum dong.
"Masukin anakonda dalam saranglah," jawabnya santai menambah nasi dan lauk dipiringnya.
"Sini." Alex menepuk pahanya, Ariana yang tahu maksud sang suami ity bangkit dan duduk di paha Alex.
"Aaa."
Alex menyuapi sang istri dengan pasrah Ariana membuka mulutnya dan memakannya.
"Makan yang banyak, biar cepat besar," ucap Alex seperti menimang anaknya.
"Aku bukan anak kecil Alex, kenapa ditimang?" cemberut Ariana.
"Itu bibir sengaja di manyunin hmm?" tanya Alex menatap bibir sang istri.
"Enggak," ketusnya.
Mereka makan di satu piring yang sama, dengan Alex yang menyuapi Ariana hingga makanan itu habis.
"Alhamdulillah."
Ariana yang sudah terlanjur nyaman dipangkuan Alex itu tak ingin turun, akhirnya mau tak mau Alex menggendong Ariana ala koala seraya mencuci piring kotornya.
"Jakun kamu kok naik turun? Gemes deh." Ariana mengelus jakun Alex yang naik turun itu deraya tertawa.
"Kamu kalau mau bilang aja, jangan mancing yang di bawah," ucap Alex mengecup bibir Ariana.
Setelah mencuci piring, Alex mencuci tangannya dan menggendong tubuh istrinya ke kamar, dan membaringkannya dikasur.
Bruk
Ariana yang belum mau melepas pelukan itu menarik sang suami hingga mereka berdua terjatuh di kasur.
"Mulai berani hmm?" tanya Alex menyingkirkan anak rambut sang istri.
Ariana hanya tersenyum dan mengelus rahang sang suami yang terlihat makin tampan dan juga sexy itu.
Bersambung
Jangan lupa Like + Komen + Vote dan difavorit kalian. Share juga novel ini ya😊
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏
Visual Ariana dan Alex ada di episode 20 ya😊