
Happy reading
Albian yang baru keluar dari kamar mandi itu, langsung memeluk tubuh sang istri yang tengah memainkan ponsel itu.
"Kenapa kayak gak semangat gitu?" tanya Keyra mengelus pipi merah Al.
Entah kenapa wajah suaminya bisa merah begini, apa karena digosok terlalu kuat? Atau apa?
Al hanya menggeleng, pria itu menjadikan paha Keyra sebagai bantalnya sedangkan kakinya masih menganggantung di kasur.
"Kakinya naikin Al, nanti sakit," ucap Keyra menggeser tubuhnya.
"Masih sakit kalau gak dapat jatah," jawabnya ketus.
Al menaikkan kakinya dan memunggungi istrinya, entahlah rasanya Al ingin sekali melakukan itu. Apalagi selama ini ia hanya bisa mendengar suara laknat dari kamar orang tuanya.
"Marah nih ceritanya?" tanya Keyra mengelus punggung Al yang tak tertutup apapun.
Karena kebiasaan ayahnya kini menurun padanya. Sama sama tak suka memakai baju saat ingin tidur, beda lagi jika bersama adik adiknya.
Tangan dingin Keyra membuat desiran halus di tubuh Al. Tapi ia sudah bagian dari rencananya untuk menjerat sang istri agar mau melakukan malam pertama dengan suka rela.
Keyra yang tak mendapat respon dari suaminya itu mulai resah, bukan ia tak mau melayani suaminya tapi menurut internet. Pertama kali melakukan itu membuatnya sakit hingga tak bisa jalan ditambah lagi video yang dikirim Laras saat itu membuatnya parno sampai saat ini.
"Demi suami gue harus bisa lawan sakitnya, katanya kan bisa sembuh walau butuh waktu," batin Keyra melepas bathrobe hingga tersisalah baju tidur tipis bahkan bisa dibilang itu linggerie.
Keyra memeluk tubuh Al dari belakang hingga dadanya yang tak tertutup bera itu menempel pada punggung Albian.
"Apaan nih kenyal kenyal enak gini?" tanyanya dalam hati.
"Balik badan dong Al, gak enak deh kamu punggungi gini," ucapnya dengan suara yang dibuat manja manja seksih gitu.
Hmm
"Ya sudah."
Kini Keyra yag memunggungi Albian dengan tujuan agar suaminya ini tak marah lagi. Mana bisa Al tahan di diami oleh Keyra.
"Kenapa jadi dia yang ngambek sih?"
Albian membalikkan badannya dan betapa terkejutnya saat melihat punggung istrinya nampak jelas itu walau memakai baju tipis itu.
"Niat banget sih yank," bisiknya memeluk tubuh Keyra hingga tonjolan di bawah sana menusuk bokong bulat Keyra.
"Masih marah?" tanya Keyra membalikkan badannya hingga membuat Al makin frustasi melihat tonjolan dada sinyal Keyra itu.
"Enggak, asal kamu mau memberikan hak aku!"
"Emang mau banget hmm? Aku pikir setelah kita pacaran 2 tahun lebih kamu gak mau nyentuh aku. Terbukti saat kita berdua selaku bersama kamu gak pernah aneh aneh atau minta sesuatu yang paling berharga dalam hidup aku," ucapnya dengan senyum manisnya.
"Kamu tahu hal yang paling berharga dalam hidupmu buat aku apa?" tanya Albian mengecup bibir pink itu singkat.
"Kerhormatan," jawabnya.
"Yah itu nomor 2, yang pertama adalah hati dan kesetiaan kamu selama ini," jawabnya yang membuat Keyra melambung dibuatnya.
"Jangan puji aku, nanti aku terbang loh."
"Yah itu yang aku mau sayang," ujarnya dengan senyum manis.
"Akhh, milikmu menusukku!"
"Aku sudah tak tahan sayang, kita mulai hmm."
"Apapun untukmu tapi pelan-pelan ya," ucapnya dan dianggukkan oleh Albian.
"Ehhh aku mau pipis."
"Keluarkan saja sayang," bisiknya dengan lembut.
Yah, Keyra sampai pada pelepasan pertamanya yang membuat gadis itu malu bukan main. Tapi tidak dengan Al yang malah bermain di area itu membuat Keyra dibuat tersiksa karena itu.
Setelah lama bermain Al melepas pakaian mereka yang masih tersisa. Keyra yang malu akan benda itu menutup matanya hingga membuat Al tersenyum geli.
"Kamu mau berkenalan hmm?"
"Malu."
"Tak apa!"
Tangan Al menuntun tangan Keyra agar memegang bendanya.
"Rasanya aku sudah tak tahan sayang, bolehkah?" tanyanya dengan sendu dan dianggukkan oleh Keyra.
Perlahan tapi pasti Al memasukkan bendanya yang sudah tegang sedari tadi ke dalam milik Keyra.
Satu hentakan yang membuat air mata Keyra meluncur karena sakit yang menderanya.
Cups
"Tahan hmm, sebentar lagi."
Keyra membuka matanya dan mengangguk pelan, ia bukan gadis polos yang tak tahu apa arti sakitnya ini. Mau di tunda pun tak ada gunanya karena suatu saat hal ini pasti akan terjadi.
Akhirnya setelah berberapa kali percobaan benda itu masuk kedalam milik Keyra bersamaan dengan menancapkan kuku cantik Keyra di punggung Al.
Mereka terus melakukan itu hingga suara yang tadinya rintihan kesakitan kini berubah menjadi desa han yang nikmat.
Satu jam berlalu akhirnya Al menyemburkan bibit unggulan pada rahim Keyra hingga membuat Keyra tersenyum. Entahlah rasanya beda setelah menerima apa yang baru saja disemburkan Al.
Setelah mendiamkannya sedikit lama, Al melepas bendanya dan ia bisa melihat bercak darah istrinya disana. Rasa bangga menjadi yang pertama ini terbayarkan.
"Terima kasih sudah menjaganya."
"Terima kasih juga sudah menjagaku selama ini, hal ini memang pantas kamu dapatkan."
"Aku mencintaimu Keyra Anastasya."
Al memeluk tubuh Keyra dan dibalas pelukan itu oleh Keyra. Penantiannya untuk memiliki Keyra seutuhnya kini terbayar lunas.
Akhirnya mereka tertidur dengan pelukan tak lupa selimut tebal yang menutupi tubuh mereka.
*Menjadi istrimu adalah mimpi yang sebelumnya tak aku bayangkan. Aku mencintaimu dalam diamku, yang hanya bisa melihatmu dari jauh hingga sekarang aku bisa menyentuh bahkan memilikimu seutuhnya* _Keyra Anastasya
*Aku mencintaimu karena kekurangan dan kelebihan yang kamu miliki. Sifat pendiam dan pemalumu yang menjadi magnet tersendiri untukku terus berada didekatmu, hingga saat ini kamu hanya milikku sekarang dan selamanya* _Albian Ivander Bara
Tamat
Sampai jumpa di novel novel Tya yang lain.⤵
⤵⤵⤵⤵⤵⤵
🌼Nafsu atau Cinta (End)
🌼Cinta Terlarang (On Going)
🌼Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku (On Going)