
Happy reading
"Siapa nama cucu kami?" tanya Mama Mariana pada kedua orang tua baru itu.
Alex dan Ariana hanya tersenyum mereka sudah menyiapkan nama jika anak mereka perempuan atau laki-laki.
"Abian Ivander Bara yang artinya laki laki terbaik yang dapat membahagiakan di keluarga Bara," jawab Alex dan diangguki oleh Ariana.
"Nama yang indah, baby Bian akan membahagiakan keluarga kita," ujar Mami Gloria menatap cucu laki-lakinya yang memiliki rupa hampir sama dengan putranya dulu waktu bayi.
"Iya aku juga bahagia karena cucuku sudah lahir," ujarnya dengan senyum.
Walau tidak tercantumkan marga keluarganya itu tak masalah untuk Mama Mariana yang penting cucu pertamanya sehat begitupun dengan Ariana.
"Sepertinya baby Bian sudah tidur mama mau gendong ya," pinta Mama Mariana mengelus kepala sang cucu. Ariana mengangguk dan menutup dadanya dengan baju yang sudah ia pakai.
Ceklek
Papi Arthur dan Papa Zain masuk ke dalam ruangan itu hingga mereka semua menatap kearah dua paruh baya itu.
"Ini cucu kita mi?" tanya Papi menatap bayi yang di gendong Mama Mariana.
"Iya pi, ganteng kan?"
Papi Arthur mengangguk tak bisa dipungkiri jika gen sang pitra menurun ke cucunya, bahkan kadar ketampanan sang cucu jika besar bisa melebihi sang putra.
"Dia lebih tampan darimu," sindir Papi Arthur pada sang putra.
"Dia anakku, tentu ketampanannya menurun dari aku. Dan tentunya aku yang paling tampan darinya, ya kan sayang?" Alex meminta pendapat Ariana.
"Enggak! Anak aku paling tampan!! Kamu nomor dua," tolaknya seakan tak mengakui sang suami itu tampan. Padahal dalam hatinya beda lagi.
"Sayang .... Aku paling tampan, anak kita yang nomor dua!" rengek Alex terima akan ucapan sang istri. Para orang tua yang melihat Alex sang CEO perusahaan Bara merengek membuat mereka tertawa geli.
Tak terasa hari sudah menjelang siang, Ariana juga sudah dipindahkan ke ruang VIP rumah sakit itu.
"Hari sudah siang sayang, kami pulang dulu ya. Mungkin besok kita ke sini lagi apalagi oma dan opa kamu udah tua gak ada yang urus kalau bukan mama," ucap Mama Mariana mengelus rambut sang putri.
"Iya ma, kan di sini sudah ada suami Ria sama Bi Erni yang jaga Ria sama baby Bian," balas Ariana yang sudah lebih kuat dari tadi.
Para keluarga mulai meninggalkan ruangan itu kini tinggal Ariana, Alex, dan baby Bian di kamar itu.
Ariana menatap suaminya yang sedang duduk di sofa dengan raut wajah yang tak mengenakkan.
"Mas .... Kenapa diam saja ada yang kamu pikirkan?" tanya Ariana menatap suaminya.
Mereka memutuskan untuk memanggil Alex dengan sebutan mas dan dek karena hal itu terdengar sangat sweet menurut mereka. Pernah nereka mendengar sang suami memanggil istrinya dek dan si istri memanggil suaminya mas.
"Gak kok sayang," ujar Alex menghampiri sang istri dan anak yang sedang baringan diatas tubuh Ariana.
"Papa ikut tidur boleh?" tanya Alex pada sang putranya.
"Boleh papa, aku mau dipeluk papa," jawab Ariana dengan senyum.
Alex yang mendapat persetujuan dari sang istri itu mulai naik keatas ranjang yang cukup untuk dua orang itu dan memberaingkan tubuhnta disana.
"Status kita sudah berganti yank," ujar Alex mengelus kepala anaknya.
Alex mengecup pipi sang istri dan memeluknya dari samping, ia bahagia bahkan sangat. Menikahi Ariana dulu hanya mimpi baginya. Ia masih ingat di mana banyak laki-laki yang mengejar Ariana dulunya.
Jika di dalam ruangan VIP sepasang suami istri yang baru berganti status menjadi orang tua itu sedang bahagia bersama buah hati mereka. Lain lagi di luar rumah sakit seorang pemuda yang tak di perbolehkan masuk oleh wakau itu tempat kerjanya sendiri.
"Sial.... Kenapa banyak pengawal sih di luar. Sebenarnya siapa mereka? Tidak mungkin hanya orang biasa," umpat pria yang sedang mengamati keadaan rumah sakit itu.
"Ehem," dehem seorang wanita, yang mengalihkan pandangan pria itu.
"Akang pasti lagi nungguin si janda itu kan?" tanya waniya itu.
"Iya, tapi banyak penjaga di luar rumah sakit, lihatlah bukan hanya 2 atau 3 tapi lebih dari 15 penjaga entah yang di dalam."
"Kang Andri gimana kalau kita kerja sama saja," ujar wanita itu pada Andrian.
Ya laki-laki itu adalah Andrian. Andrian tak rela jika wanuta yang sudah lama ia kejar kembali dengan suaminya yang jelas-jelas dari rumor yang ia dengar mencampakkannya.
"Emang kamu siapa?" tanya Andrian pada wanita itu.
"Aku Sinta, anaknya pak kades. Aku demen banget sama suaminya Ariana kang. Dia ganteng banget."
"Oh jadi kamu mau suami brengseknya Ariana gitu?" tanya Andrian.
"Iya kang, dan gak hanya itu aja. Aku udah nyuruh ayah untuk lamar suami Ariana itu buat aku. Secara dia orang baru jadi belum terdaftar di desa ini," dengan gilanya Sinta berucap.
"Gila!! Tapi aku suka sih cara kamu, dengan begitu aku akan yakinin Ariana kalau suaminya itu tidak setia." Lah si Andrian ikut gila. Mereka gak tahu saja jika pasangan suami istri yang sudah berubah status itu bukan orang sembarangan.
Mereks terus merencanakan apa yang dapat membuat suami istri itu berpisah, dan anak salah salah satunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malampun tiba, Bi Erni yang tadi ikut menjaga Ariana dan Baby Bian di suruh pulang oleh Ariana, karena usianya yang sudah tak muda lagi. Walau sempat menolak tapi akhirnya Bi Erni mau pulang tapi besok ia kembali lagi.
"Sayang makan dulu yuk," Alex mengambil makan yang di bawa Bi Erni tadi.
"Bentar mas, Bian masih nyusu nanti kalau dia sudah tidur kita makan," tolak Ariana karena sang baby masih asik dengan dadanya yang membuat Alex menghela nafasnya.
"Hufttt gak apa-apa sayang biar aku yang suapin kamu," ujarnya dan diangguki oleh Ariana.
Alex mulai menyuapkan makanan ke mulut Ariana dan mulutnya. Di sela sela makan merek Alex bertanya pada Ariana.
"Yank," panggil Alex, Ariana menatap suaminya karena mukutnya masih penuh nasi.
"Aku sampai kapan puasanya?" tanya Alex menatap dada Ariana tang tambah besar itu.
"60 hari," jawab Ariana dengan santai.
"APA!!" pekikan Alex membuat Baby Bian yang sedang menyusu itu menangis. Ariana menatap tajam sang suami dan langsung menenagkan Baby Bian.
"Apa aku harus puasa selama itu, terus nasip anakondaku gimana?" batinnya menangis.
Bersambung
Jangan lupa Like + Komen + Vote dan masukkan ke daftar favorit kalian. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏