
Happy reading
Seperti malam-malam biasanya, Alex akan memeluk tubuh sang istri dari belakang karena sang istri sedang memeluk Baby Bian.
Oeekk oek
Alex yang mendengar tangisan sang baby itu langsung terbangun dan turun dari ranjang mengambil alih baby Bian yang menangis.
"Cup cup, anak papa kenpa nangis? Mau susu nak?" tanya Alex menimang sang baby ia melihat botol susu sang putra yang berisi ASI istrinya tadi malam sebelum tidur.
Baby Bian menyemburkan susu itu dan kembali menangis, Alex yang mulai paham itu meraba pampers sang bayi dan dugaannya benar pampers itu sudah penuh.
Alex mengambil peralatan Baby Bian yang sudah Ariana siapkan tadi. Dengan pelan Alex membuka pampers yang di pakai putranya dan mengelap bagian bawah dengan tisu basah.
Sekilas ia masih melihat sang istri yang nyaman dengan tidurnya, terlihat letih dan juga lemas terlihat jelas diguratan wajahnya.
Tak tega? Iya, rasa itu menyelimuti hati Alex, ia tak tega membangunkan sang istri. Ariana siang dan malam selalu menjaga Baby mereka.
"Jangan bangunin mama ya nak, kasih dia," ucap Alex pada putranya yang sudah berangsur tenang itu.
Setelah memberi bedak, Alex memakaikan pampers yang masih baru dan membuang pampers yang sudah tak dipakai.
Alex sudah seperti pengasuh bayi yang harus setia setiap saat untuk Baby Bian.
"Eughh," geliat Ariana meraba sebelahnya. Ia tak mendapati bayinya di sana. Ariana langsung membuka matanya dan melihat sang suami sedang memberi susu untuk Baby Bian.
"Mas."
Alunan itu terdengar merdu di telinga Alex, pria itu menatap istrinya yang sedang duduk seraya memperhatikannya.
"Kenapa bangun hmmm? Masih malam sayang tidur lagi ya," ujar Alex mengelus rambut sang istri walau tangan kirinya menggendong Bian.
Arian menggeleng, hingga akhirnya Alex duduk dikasur itu karena baby Bian belum mau tidur dan sibuk dengan botol susu itu.
"Kenapa gak bangunin aku?" tanya Ariana pada Alex.
"Kamu terlihat lelah begitu, aku tak tega sayang. Aku juga sudah bisa menganti pampers Bian sendiri," ucap Alex. Wanita itu mengelus pipi Baby Bian yang menatap sang papa itu.
"Sini mas, biar Ria aja yang tidurin Baby," ujarnya mengambil Bian dari gendongan Alex.
Seperti melihat sumber yang asli, Baby Bian menyentuh dada sang mama dengan tangan kecilnya. Ariana hanya tersenyum melihat sang Putra, tak bisa ia pungkiri bahwa ia bahagia melihat putranya begini yang tak jauh beda dengan suaminya.
"Nak yang banyak minumnya biar cepat besar dan kamu gak nyusu mama lagi," ujar Alex mengelus rambut halus sang putra.
"Emang kenapa kalai nyusu mama pa?" tanya Ariana pada Alex.
"Nanti jatah papa kurang dong," jawabnya dengan senyum.
Benar tak berapa lama Baby Bian mulai mengantuk dan terlelap dengan posisi masih menyusu di dada sang mama.
Cups
"Mama mencintaimu nak," gumam Arians mengecup kening sang putra.
Cups
"Papa juga menyayangimu sayang, cepatlah besar ya," sambung Alex mengecup kening Bian.
Ariana membaringkan Bian di tengah-tengah mereka. Tak lupa guling kecil di sisi kanan dan kirinya baby Bian.
"Kamu tidur lagi ya, masih malam." Alex mengelus rambut hitam sang istri dengan sayang.
"Udah gak bisa tidur mas," jawabnya masih menatap wajah sang putra yang sangat tenang jika tidur.
"Sini deh, deketan sama mas," Alex menepuk pahanya. Ariana menatap suaminya dan bangkit menuju tempat suaminya.
"Gak apa-apa, cuma kangen sama aroma tubuh kamu," jawabnya memeluk pinggang ramping istrinya. Sedangkan Ariana menyandarkan kepalanya di dada Alex.
Jika dilihat tubuh Ariana tak seperti orang yang habis melahirkan karena tubuh sang istri tak melar seperti wanita melahirkan lainnya.
"Dadamu makin besar ya yank!!" Alex merasa benda kenyal itu menempel di dadanya.
"Heem, kan aku menyusui mas. Coba kalau gak menyusui ya gak akan sebesar ini. Bahkan bra aku juga udah ganti," jawab Ariana tanpa malu, yah mau malu gimana lagi ini semua juga akibat dari perbuatan Alex.
"Tapi aku makin suka, karena enak buat di emm." Belum sempat Alex selesai bicara Ariana sudah menutup bibir suaminya dengan bibirnya.
"Jangan diterusin," ujarnya pada Alex.
"Manis, ciumanmu manis sayang."
Ariana tak menjawab ia kembali menyenderkan kepalanya di dada Alex.
"Jangan tinggalin aku ya mas," ucap Ariana yang masuk ke dalam kaos sang suami itu, mencari kehangatan disana.
"Kenapa tiba-tiba bilang gitu?" tanya Alex karena tak biasa-biasanya Ariana berkata seperti ini.
"Ya gak apa-apa mas, cuma takut aja Mas Alex akan pergi karena aku. Mungkin nanti aku akan jarang perawatan tiap hari bau bayi, aku gak akan seperti dulu lagi, " ujar Ariana.
Alex menggeleng, "Bahkan aku gak sampai mikir ke sana sayang. Kamu punya baby juga gara-gara aku, kamu mempertaruhkan nyawa juga buat lahirin anak aku. Masa setelah kamu segitu banyaknya berjuang aku tinggalin kamu. Aku bukan laki-laki brengsek yang hanya mau enaknya aja ya yank, jadi stop buat mikir aneh-aneh."
Ariana tersentuh akan ucapan Alex yang terdengar merdu ditelinganya. Ariana hanya takut Alex seperti laki-laki lain yang pernah ia lihat di desa dulu. Setelah istrinya melahirkan suaminya malah selingkuh dengan gadis yang lebih muda dari istrinya itu. Ariana hanya membayangkan saja jika Alex selingkuh di saat mereka sudah ada Baby Bian.
"Ak..." belum sempat Ariana menjawab, mereka mendengar suara yang tak asing bagi mereka.
"Ahh opa, pelan pelan."
"Ahh oma, kau sangat nikmat ouhh."
"Ahh Ryan, lebih cepat."
"Ahhh."
Ariana dan Alex saling pandang mendengar suara itu. Ternyata opanya ganas juga.
"Mereka lupa menghidupkan peredam suara kamarnya," ujar Ariana menengelamkan wajahnya di dada Alex.
"Sekarang kita harus apa?" tanya Alex berusaha menahan hasratnya agar tidak keluar.
Ariana bangkit dari duduknya dan mengaktifkan peredam suara kamar itu. Ariana kembali memeluk suaminya dan menengelamkan lagi wajahnya di dada Alex.
"Tidur ya."
"Hmm."
Alex mengelus rambut Ariana yang bersandar di dadanya dengan tenang. Dikecupnya beberapa kali pucuk kepala Ariana dengan lembut.
"Kalian jiwaku sekarang, tak mungkin aku meninggalkanmu hanya karena fisik sayang. Menikah denganmu adalah hal terindah yang Tuhan beri untukku. Apalagi sekarang dengan adanya Bian di hidup kita."
Alex mengecup kening Ariana yang sudah tertidur itu, kemudian beralih menatap Baby Bian yang terlelap tenang itu.
"Aku mencintai kalian, terima kasih sayang untuk semuanya."
Bersambung
Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏