
Happy reading
Dengan raut cemas Ariana berlalu membawa Bian menuju tempat yang dikatakan bapak itu. Kenapa suaminya tak mau dibawa kerumah sakit pikirnya.
"Lebih cepat ya pak," pinta Ariana pada sopir taksi itu ia tak mungkin memanggil ojek karena membawa Bian.
"Sayang do'akan Papa kamu gak apa-apa ya nak. Mama gak tahu harus gimana lagi kalau Papa kamu kenapa-napa."
Ariana mendekap sang putra yang ikut menangis melihat mamanya menangis. Pak sopir yang melihat penumpangnya ini sedikit kasihan apalagi bayi itu sudah mrmerah karena banyak menangis.
"Yang sabar mbak, kasihan itu bayinya," ucap Pak sopir dan dianggukkan oleh Ariana.
Ariana menenangkan sang putra dan sesekali menghapus air matanya yang jatuh ke pipi putranya.
Sampailah ia ditempat kejadian banyak orang disana dan betapa terkejutnya Ariana saat melihat Alex yang terkapar dengan darah dikepalanya. Ariana histeris melihat itu, ia berlari menuju tempat suaminya mengabaikan sopir taksi yang masih menunggu ongkos.
"MAS!" pekik Ariana mendekap tubuh suaminya dengan erat bahkan Baby Bian yang tadi sempat tenang kini kembali menangis.
"Mas bangun, kamu gak bakal ninggalin aku kan. MAS JAWAB," bentaknya mengguncang tubuh suaminya.
Orang-orang yang melihat Ariana prihatin melihat keadaan kacau Ariana. Ariana meminta tolong kepada orang-orang disana tapi mereka tak ada yan bergerak membuat Ariana yang sudah lelah kini karus melihat suaminya begini.
"Mas! Bangun. Kamu rela lihat aku nikah lagi?" tanyanya dengan nada bergetar.
"Aku tak akan rela sayang," ucapnya meraih tangan Ariana.
"Mas kamu bangun?" Ariana syok melihat keadaan Alex yang baik-baik saja.
Alex hanya tersenyum kearah Ariana, dan berterima kasih pada orang yang membantunya membuat sandiwara ini. Bahkan Alex memberi tips untuk sopir taksi yang masih menunggu itu.
"Kamu gak apa-apa?" tanya Ariana menatap tajam suaminya.
"Kenapa?" tanyanya seraya membersihkan luka ditubuhnya.
"Kau membohongiku Alex. Kau mempermainkanku hiks," air matanya luruh lagi. Alex mengambil Bian dan menenangkan sang anak.
Alex membawa mereka ke mobil dan menrnangkan dua kesayangannya ini. Baby Bian dan Ariana menangis bersamaan hingga membuat Alex kualahan dibuatnya.
"Kamu jahat udah bohongi aku," isak Ariana.
"Aku gak bohong kok yank, aku tadi memang keserempet motor saat ingin beli martabak buat kamu dan tiba-tiba aku punya ide untuk buat kamu khawatir dengan membayar orang untuk mengatakan aku menjadi korban tabrak lari," jelasnya setelah Bian tenang dan saat ini ia malah asik menyusu.
"Terus kamu sakit?" tanya Ariana kembali khawatir.
"Cuma gores di siku kok," jawabnya menghapus air mata istrinya.
"Kamu juga sih pake beli martabak segala kayak gak ada yang lain aja," ujarnya menatap suaminya.
"Sengaja sayang kan kamu suka yang manis," jawabnya dengan senyum. Alex menjalankan mobilnya menuju penginapan.
"Jangan bercanda kayak tadi ya Mas aku takut," pinta Ariana pada suaminya.
"Maaf sayang aku cuma gak mau kamu ngambek lagi."
Ariana sudah tenang dan sekarang Bian juga sudah tidur lagi, dengan nyaman apalagi dada empuk Ariana yang dijadikan bantal oleh Bian.
Sampailah mereka di penginapan, Alex sudah meminta semua pegawai untuk menyiapkan dinner romantis untuknya dan sang istri diluar penginapan tadi.
"Ayo sayang," ajak Alex untuk masuk kedalam kamar.
"Tapi makanannya?"
"Nanti aja, kita harus tidurin Bian dulu sayang," ujarnya menatap Baby Bian yang sudah tidur.
"Hmm."
Tak sampai setengah jam apa yang Alex perintahkan sudah selesai. Alex menyuruh berberapa bodyguard untuk menjaga anaknya.
"Maaf untuk yang tadi, tapi ini adalah kejutan yang ku maksud," ujarnya melepas tangannya dari mata Ariana.
"Mas yang menyiapkan semua ini?" tanya Ariana.
"Bukan sayang tapi pihak penginapan, sengaja Mas suruh untuk menyiapkan ini semua," jawabnya seraya menyuruh istrinya untuk duduk.
"Makasih mas, tapi Bian gimana?" tanya Ariana.
"Bian dijaga bodyguard kok tenang aja," ujarnya dan dianggukkan oleh Ariana paham.
Makan malam romantis itupun berlangsung dengan nikmat, Ariana yang tadi moodnya hancur kini trlah kembali.
"Waktu saat kita hampir ehem ehem ditaman waktu itu?" tanya Alex menggoda istrinya.
"Haisss itu khilaf tahu," malu Ariana mencubit perut suaminya.
"Sakit sayang. Kamu kok KDRT sih!"
"Harusnya tuh kamu elus kamu belai bukan dicubit istriku," lanjut Alex mengecup pipi Ariana.
"Itu sih kaunya kamu."
"Oh ya mas, menurut kamu Nico bisa bahagiain Luna gak ya? Aku kasihan sama dia, hidupnya sendiri dan bodohnya aku tak tahu jika dia hamil."
"Aku yakin Nico bisa bahagiain Luna sayang, aku kenal dia. Jika suah mencintai seseorang dia akan terus mempertahankannya dan menjaganya."
"Aku harap begitu," gumamnya menyadarkan kepalanya di dada Alex.
Cups
"Suah jangan pikirkan mereka, sekarang waktunya kita sayang," ujar Alex tersenyum mesum.
"Jangan disini," bisiknya.
"Di kamar, aku akan menghabisi kamu."
Alex menggendong mesra Ariana menuju kamar mereka yang disana masuh ada Bian yang terlelap.
Alex melancarkan aksinya di sofa panjang itu agar anaknya tak terganggu akan suara dan goyangan mantap mereka.
Ariana dibuat kewalahan oleh suaminya yang sangat perkasa itu apalagi anakonda yang makin hari maskin besar itu.
"Ahh ohhh Mass lebih pelan, ini sakit akhh mas."
"Panggil namaku sayang, nanti kamu juga akan menukmatinya," jawabnya yang sudah berkabut gairah.
"Mass ahhh ouhhh sayang kumohon," ringis Ariana saat meraa ada yang mendesak ingin keluar itu.
"Maaf jika aku menyakitimu tapi milikmu sangat nikmat sayang, masih saja sempit walau sudah pernah melahirkan Bian," ucapnya disela kegiatannya.
"Akhh Mas Alex."
"Sayang akhhh."
Akhirnya keduanya mengalami puncaknya bersama, Alex masih ada diatas istri yang tampak kelelahan itu.
"Kenapa masih sempit?" tanya Alex pada istrinya.
"Mami kasih aku ramuan perapet itu mas. Tapi mas puas kan?" Kadang Ariana takut suaminya tak puas dan mencari yang lain diluar.
"Selalu bahkan aku ingin mengulanginya lagu," ujarnya dengan santai.
"Aku masih capek kita pelukan aja ya, dan tolong bawa aku ke kasur," pintanya dengan wajah imut.
Dengan tepaksa Alex melepas penyatuan itu hingga membuat Ariana mendesis saat bendak besar itu ditarik dari miliknya.
Alex menggending istrinya kekasur dan kembali memeluknya tak lupa menghangatkan anakondanya didalam milik istrinya. Ariana pasrah jika begini, benar saja tak sampai 15 menit mereka istirahat Alex kembali menggauli istrinya dengan lembut.
"Akhh."
"Makasih sayang," ucap Alex pada sang istri yang mengangguk.
Alex melepas miliknya dan membersihkannya dengan tisu begitupun milik istrinya yang terdapat sisa bisanya itu.
Cup
"Ini milikku."
Ariana senang diperlakukan seperti ini oleh suaminya, ia bagaikan benda berharga yang sangat dijaga oleh Alex.
"Terima kasih Mas," ucapnya dengan senyum dan memeluk tubuh suaminya uang masuh polos itu.
Alex mengangguk dan menarik selimut itu, mereka saling memeluk melupakan Bian yang masih anteng tertidur.
Bersambung
📌Nafsu Atau Cinta (On going) Cerita Mami Gloria dan Papi Arthur
Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏