
Hai para reader tercinta kalau berkenan boleh atuh promosiin novel aku ini. Kadang sedih kalau lihat viewnya dari hari ke hari makin dikit.
Happy reading
Setelah keluarga Delta pulang sore tadi, Alex dan Ariana membawa Baby Bian ke kamar. Mami Gloria dan Papi Arthur juga sudah kembali ke kamar mereka. Entah apa yang dilakukan Kedua paruh baya itu, jika Papi Arthur libur mereka lebih suka menghabiskan waktu mereka dikamar.
Ariana yang sudah sampai kamar itu langsung memandikan Baby Bian karena tak baik jika bayi mandi terlalu sore.
"Sayang habis Bian aku ya," pinta Alex yang sudah ikut masuk ke kamar mandi.
"Mandi sendiri mas," jawabnya seraya menggosok punggung Bian.
"Gak mau sayang," rengeknya persis seperti snak kecil.
"Iya nanti setelah Bian," ujarnya membilas busa yang ada dibadan Bian.
"Tuuu aaaa," Bian menunjuk bebek mainan yang ada diatas washtafel itu.
"Adek tunggu disini, jangan kabur oke," ujar Ariana meletakkan Bian diatas kasur dengan handuk yang melilit tumbuhnya, Ariana juga meletakkan bebek mainan itu disana. Untung Bian anaknya penurut jadi ia paham maksud ibunya.
"Sayang," teriak Alex saat istrina terlalu lama disana.
"Iya mas bentar ih, gak sabaran jadi orang," balas Ariana. Bian yang melihat ibunya itu hanya tersenyum.
"Jangan kemana-mana ya nak, mama mau mandiin Papa kamu," ucapnya seraya mengecup kening anaknya.
Dikamar mandi Alex sudah melepas semua bajunya hingga ia tampak polos. Ariana yang melihat tingkah suaminya itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Kamu kok jadi manja gini kenapa sih? Ngalah ngalahin Bian tahu gak," ucapnya menghidupkan shower untuk membasahi tubuh suaminya.
"Cuma pengen dimanja sama istriku. Aku akan menjadi bayi besar mulai sekarang," jawabnya dengan senyum.
"Hais emang kamu kurang apa jadi bayi tiap malam. Harusnya cuma sekali ngasih ASI sekarang dua kali. Untung dadaku gak ketarik," cerocos Ariana seraya menyabuni tubuh suaminya.
"Aku cemburu sama Bian yang selalu dapat perhatian kamu yank," ucapnya membalikkan badannya hingga roti sobek dan anakonda suaminya itu terpampang jelas di mata Ariana.
"Yang sini belum kamu sabunin," ucapnya dengan senyum. Alex sangat suka dengan wajah istrinya yang memerah.
"Kamu bisa sendiri mas," ucapnya tapi tetap menyabuninya seperti Bian tadi.
Saat ia ingin menggosok anakonda itu tiba-tiba Ariana memalingkan wajahnya dan menggosok pelan agar tak bangun.
"Yank pengen," rengeknya memegang pundak istrinya.
"Nanti ih kamu mah."
Alex pasrah karena Ariana tak mau menuruti kemauannya. Ariana membasuh tubuh Alex yang penuh dengan busa itu.
"Dah bersih, pake handuk dulu ya. Aku mau pakein baju Bian dulu," ujar Ariana memberikan handuk kimono kepada suaminya dan keluar dari kamar mandi.
Betapa terkejutnua saat Bian sudah tak ada diatas kasur, Ariana mencari anaknya.
"Sayang kamu dimana?" teriak Ariana mencari Bian keseluruh ruangan.
Dug
"Maaa beee," Bian menunjuk bebek mainan itu dibawah kasur.
"Astaga sayang kamu bikin mama jantungan aja deh. Nanti Mama ambilkan, kamu pakai baju dulu ya," ujarnya mengangkat tubuh Bian yang ada dibawah nakas dengan keadaan polos.
"Nanti Mama ambilkan, Bian tenang aja," ujarnya mengoleskan minyak telon kebadan Bian.
"Sayang aku juga mau dipakein baju," rengek Alex yang keluar dari kamar mandi dan melepas handuk kimononya dan berbaring disamping Bian. Bahkan pria itu tak malu dengan anaknya.
"Haiss pake selimut dulu."
Ariana melanjutkan memakaikan baju Baby Bian yang sudah ia ambil dari lemari. Setelah selesai memakaikan baju Bian, Ariana mengambilkan baju santai suaminya dan menyerahkan begitu saja.
"Udah besar jangan manja," ucapnya.
"Jangan manja mas, kamu udah besar," ucapnya.
"Gak mau," Alex melempar baju itu kelantai dan kembaki berbaring dengan keadaan polos.
"Mas!!"
Sungguh Alex memancing emosi Ariana. Dengan sangat terpaksa Ariana memakaikan baju Alex. Alex yang tadi menutup matanya itu mulai membuka mata. Ia melihat Ariana yang sedang memakaikan bajunya itu saat sudah selesai memakaikannya baju. Alex menarik tangan Ariana hingga tubuh wanita itu jatuh keatas tubuh Alex.
"Maaf kalau aku kelewat manja," ujar Alex menatap netra indah istrinya.
"Huffttt tapi kadang sufat manja kamu bikin aku naik darah mas. Maaf juga kalau aku sering ngegas," jawabnya seraya mengelus rahang suaminya.
"Heem."
Cups
"Aku ke dapur dulu ya bikin makan malam buat kita," ujarnya turun dari tubuh Alex.
"Kan ada koki sayang," ucapnya tak mau Ariana keluar.
"Aku cuma mau masak buat keluargaku," jawabnya mengecup pipi baby Bian.
"Tolong jaga Bian ya," ujarnya dan dianggukkan oleh Alex.
Ariana keluar dari kamar kamar menuju dapur, seperti biasa pula. Ariana selalu dicegah oleh koki dan pelayan disana tapi Ariana adalah Ariana yang keras kepala jika soal keluarganya.
Tak sampai 1 jam masakan sederhana yang Ariana buat sudah masak tak lupa makanan pendamping untuk Bian. Ariana meminta para pelayan untuk membawanya ke meja makan.
Ariana memanggil suaminya dikamar dan mertuanya.
Mereka semua menikmati makan malam mereka dengan nikmat. Masakan Ariana memang tak perlu diragukan kelezatannya. Sesederhana apapun masakan itu tetap enak di lidah mereka.
Bersambung
📌Nafsu Atau Cinta (On going) Cerita Mami Gloria dan Papi Arthur
Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏