Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Luapan Rindu



Sebelum baca part ini usahakan Istgifar dulu sama sama.


*Astaghfirullah hal adzim*


Happy reading


Alex memperdalam ciuman lembut itu dengan sedikit mendesak agar Ariana membalas pelukannya.


Lama kelamaan Ariana mulai terbuai dengan ciuman menuntukmt itu apalagi dan membalas ciuman Alex. Decapan bibir keduanya memenuhi kamar itu.


Plup


"Hah... hah... Emmhh," Ariana malu dan menyembunyikan wajahnya di dadanya Alex.


"Kenapa malu hmmm? Kamu juga sangat menikmatinya 'kan."


"Bibirmu manis," ujarnya mendorong pelan bahu Ariana agar ia bisa melihat wajah cantik itu.


"Alex," rengeknya malu.


Cups


"Aku gak mau kamu panggil aku nama," ucap Alex setelah mengecup bibir Ariana.


"Maaf."


Cups


"Aku terima kata maaf kamu," ucapnya mencium bibir Ariana lagi.


"Yuk, mandi!!" ajak Alex yang sudah bangun dari kasur itu.


"Mandi? Bareng?" tanya Ariana sedikit terkejut.


"Tadinya sih enggak, tapi karena kamu yang minta ya udah ayo." Alex menarik tangan Ariana menuju kamar mandi yang sengaja dibuat di kamar itu


Ceklek


Alex menutup pintu kamar mandi, dan mengisi bathtup itu dengan air dan juga wewangian yang cukup segar di hidungnya.


"Aku bantu," Alex membantu Ariana yang kesusahan membuka daster yang di pakainya.


"Apa selalu seperti ini jika kamu akan mandi?" tanya Alex melepas daster Ariana hingga tinggal halamannya saja.


"Heem, sejak usia kehamilanku 7 bulan," jawabnya seraya menutup asetnya yang masih tertutup itu.


"Maaf, harusnya aku ada saat kamu hamil. Tapi aku bahkan tahu saat malam ulang tahunku. Kamu sudah pergi, kamu tahu aku hampir gila mencarimu," ucap Alex memeluk tubuh Ariana dari belakang.


"Aku gak apa-apa, dengan begini setidaknya aku bisa menikmati suasana baru di sini," ucapnya dengan senyum.


"Emm, jadi kamu kapan mau pulang ke kota?" tanya Alex yang masih memeluk sang istri


"Kalau anak kita sudah lahir," jawabnya menatap perut buncitnya itu sedang bergerak.


"Lihatlah anakmu menendang," ujar Ariana dan hal itu dirasa oleh Alex. Pria itu berjongkok di depan perut besar itu dan menempelkan telinganya di depan perut Ariana.


Deg deg deg


"Dia pasti bahagia, mama papanya kembali bersama," ujar Alex mengecup perut itu.


"Heem."


Ariana masuk ke dalam bathtup yang cukup untuk dua orang itu. Alex pun ikut masuk kedalam bathtup setelah melepas semua pakaiannya.


Ariana yang melihat anakonda yang melambai seolah ingin dibelai itu.


"Kenapa tubuhnya semakin seksi saja, duh dasar hunian gak tahu malu. Melihatnya saja sudah kepingin," batin Ariana memalingkan wajahnya. Mesum kali pikiran Ariana ini.


Tak berbeda dari Ariana, Alex pun merasakan gejolak didirinya, melihat tubuh sang istri yang semakin seksi dengan perut membuncit membuat Alex menahan nafasnya berkali kali.


"Sayang!" panggilnya seraya menyabuni sang istri.


"Ya?"


"Aku lupa gak bawa baju ganti saat kesini," ucapnya.


"Terus?"


"Kita di kamar aja sambil nunggu baju aku sampai," ujarnya.


"Yah!! Gak jadi mesra-mesraan dong," batin Alex sedih.


Seakan tahu apa yang dipikirkan suaminya Ariana hanya tersenyum, dan mengelus pelan dada telanjang Alex.


"Kamu menginginkannya?" tanya Ariana yang tahu akan se*s sang suami. Apalagi mereka sydah berbulan bulan tak melakukannya.


"Apa boleh?" tanya Alex menatap mata indah Ariana.


Ariana hanya mengangguk seraya senyum, senyum yang selalu Alex rindukan. Senyum yang selalu ia dapatkan saat berangkat dan pulang kerja.


Ariana menuntun tangan Ariana untuk menyentuh anakonda yang sudah meminta haknya itu.


"Kenapa bisa sebesar ini? Padahal dulu masih muat ditangan aku," ujar Ariana mengurut anakonda yang masih di dalam air itu.


"Shitt!! Karena ia sudah rindu dengan rumahnya yang pwrgi sayang, kamu tahu saat kamu tidak ada. Bayangan bercin*a kita dulu sangat terekam jelas diingatanku, dan kamu tahu apa akibatnya?"


"Apa?" tanya Ariana mengurut anakonda itu semakin kasar.


"Akhh berakhur di kamar mandi sayang," Alex tak kuasa untuk tidak menikmati pijatan dari sang istri yang sangat nikmat itu.


"Kita lakukan disini?" tanya Ariana menggoda Alex.


"Apa itu tidak membahayakan baby?" tanya Alex menatap perut besar Ariana.


"Aku pernah membaca, ibu hamil masih boleh melakukan hubungan suami istri yang penting posisinya aman dan tidak kasar," jawab Ariana yang sudah menduduki pada Alex hingga anakonda itu ada di depannya.


Alex menghabiskan air di bathtup itu agar mereka bisa lebih tenang berhubungan.


Cups


Ciuman pelan mendarat di bibir Ariana. Dengan senang hati Ariana menbalas ciuman itu semakin menuntut dengan tangan wanita itu membelai anakonda yang sudah tak sabar ingin memasuki huniannya.


Alex menahan tengkuk leher Ariana dan agar memperdalam ciuman itu. Ariana merasa intinya mengeluarkan cairan yang otomati mengenai telur anakonda itu.


"Hangat ini," batin Alex menatap sang istri yang tersenyum.


"Mungkin aku tak seliar dulu untuk memuaskanmu tapi aku akan mencoba memuaskanmu," ucap Ariana yang terdengatlr merdu di telinganya.


"Aku tak menuntutmu untuk memuaskanku, tapi aku yang akan mengimbangi permainanmu," balas Alex yang sudah memainkan buah dada yang kian hari makin membesar itu dengan lembut.


Tangan Ariana mengarahkan anakonda yang besar itu menuju hunian yang sudah lama tak dikunjungi. Walau sedikit susah karena terhalang perut besarnya.


Bless


Anakonda itu tertancap dihunian Ariana. Mereka saling tetap dengan mata memuja. Ia tak bisa membayangkan hari ini akan terjadi.


"Empp..." Ariana menggerakkan tubuhnya dengan pelan.


Alex yang merasa anakondanya dihisap oleh dinding kenikmatan hunian itu hanya merem melek. Betapa sempurnakan Ariana saat memimpin permainannya kali ini.


Perut besar sang istri kali ini menjadi tantangan tersendiri saat bercin*a, kali ini lebih panas dan entahlah Alex dan Ariana tak bisa menjabarkan bagaimana rasanya.


"Ahh.. sayang kenapa kau tetap nikmat hmm?" tanyanya dengan tangan mere mas dada sintal itu.


"Emmhh Alex..." desa h Ariana saat sang suami ikut meminpa tubuhnya. Alex mengemut dan mengulum dada itu dengan rakus.


"Jangan di gigit Al, sakit ahh."


"Maaf emm sayang," ucap Alex yang masih menikmati buah dada itu.


Ariana sedikit mempercepat gerakannya karena ia merasa sudah ingin pelepasannya kali ini, begitupun Alex yang ingin menyemburkan bisa anakonda itu di huniannya.


"Ahhh."


Keduanya mencapai puncaknya, tubuh keluanya lemas saat melepaskan harsat mereka yang sama-sama dipendam itu. Rindu yang menggebu serasa hilang begitu saja.


"Aku mencintaimu sayang," ucap Alex mengecup kening Ariana.


"Aku juga mencintaimu," balasnya.


Setelah selesai berhubungan badan, mereka membersihkan diri mereka masing masing.


Bersambung


Jangan lupa Like + Komen + Vote dan difavorit kalian. Share juga novel ini ya😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏