Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Pulang



Happy reading


Empat hari berlalu, hari ini adalah hari kepulangan Ariana dan Baby Bian dari rumah sakit. Alex yang selalu menemani sang istri dan buah hati itu sudah menyiapkan semuanya di rumah Bi Erni tapi tidak dengan kamar si kecil, karena itu memang keinginan sang istri yang tak mau anaknya yang baru berusia 4 hari itu tidur sendiri. Apalagi mereka akan pulang ke kota.


"Baby kita pulang hari ini, kamu seneng gak?" tanya Ariana pada sang putra yang tampak tersenyum hingga menampakkan gusinya.


"Kamu ganteng deh nak, semoga apa yang mama harapkan kamu bisa wujudkan," ujar Ariana. Baby Bian mengemut jari telunjuk Ariana.


Ariana terus berbicara dengan Baby Bian hingga ruangan itu terbuka dan nampaklah Alex dengan senyumnya melihat istri dan anaknya.


"Sudah siap?" tanya Alex mengecup bibir Ariana dan mengecup singkat kening Baby Bian.


"Sudah. Baby juga, ya kan nak?" Baby Bian hanya tersenyum ke arah ibunya.


Alex tersenyum, sudah biasa baginya jika melihat sang itu bertanya kepada Baby Bian seperti ini.


"Baby sudah bisa pulang, seneng gak nak?" tanya Alex pada putranya, tangan pria itu menoel pipi sang putra hingga membuat bayi itu menatap sang ayah dan kemudian melelet seperti menyepelekan ucapan sang ayah.


Ariana yang melihat raut wajah sang suami akibat Baby Bian itu tertawa, Alex menatap sang istri dengan tajam.


Alex mengambil kursi roda dan mendudukkan sang istri di sana.


"Aku kuat kok buat jalan," rengek Ariana saat banyak padang mata menatap mereka.


"Gak aku gak mau kamu capek jalan dari kamar ke mobil, tapi kalau capek di ranjang aku mau," ujar Alex mengecup pipi sang istri.


"Mesum ih, gak malu apa sama baby?" tanya Ariana mencubit perut sang suami.


"Gak tuh," ujar Alex santai.


Sampailah mereka di mobil, Ariana masuk ke dalam mobil dan masih menggendong sang baby. Alexpun ikut masuk dan mulai menjalankan mobil itu menunu rumah Bi Erni.


"Sayang," panggil Alex menatap istrinya uang sedang menyusui Baby Bian itu.


"Hmm."


"Emang harus 60 hari ya yank, kenapa gak satu bulan aja?" tanya Alex pada sang istri.


"Gak bisa mas, itu kata dokternya."


"Tapi aku gak kuat jika harus menahannya selama dua bulan yank, satu minggu saja membuatku frustasi apalagi dua bulan," rengek Alex seraya menatap buah dada sang istri yang semakin besar itu.


"Gaya banget, kamu 8 bulan tanpa aku biasa aja tuh."


"Itu beda sayang."


"Gak ada bedanya menurutku," ucapnya dengan santai.


"Sayang mau," rengek Alex frustasi.


"Gak," tegasnya yang membuat Alex diam tak berkutik.


Perjalanan mereka terasa sangat jauh menyrut Alex yang sedari tadi resah, wajahnya sedikit memerah entah apa yang sedang ia rasakan hanya Alex yang tahu. Ariana menatap suaminya sedikit iba ia bisa melihat keresahan sang suami.


"Baby papa boleh berbagi susu sama kamu?" tanya Ariana pada sang putra yang menatapnya. Tangan kecil itu mengenggam jari Ariana.


"Mas, berhenti dulu," ucap Ariana tiba tiba. Alex menghentikan mobilnya dengan terpaksa, pria itu menatap istrinya dengan malas.


Ariana membuka sabuk pengamannya dan membuk dada bagian kanannya yang tidak di susu oleh sang putra.


"Sembentar aja ya, jangan banyak banyak nelan ASI baby Bian ya."


"Tapi sayang, kata dokterkan ga boleh," ujar Alex pada sang istri.


"Yang sebelah sini belum di susu sama baby," ucapnya dengan senyum.


Alex melihat masih ada stok tisu yang ada di mobil itu, Alex melepas sabuk pengamannya dan mengecup bibir manis sang istri.


"Sshhh jangan kuat kuat mas!! Sakit," ringis Ariana saat suaminya menghisap kuat dadanya.


"Maaf sayang," ujar Alex kembali mengecupi dada besar Ariana.


"Emmmhh."


Decapan dan leguhan itu keluar dari bibir Alex dan bibir Ariama.


Berberapa menit kemudian, Alex menyudahi menyusunya walau sangat enggan melepas pungutan itu.


Cups


"Makasih sayang."


"Maaf jika aku belum bisa memuaskanmu," ujar Ariana dan diangguki oleh Alex. Pria itu mengambil tisu basah dan membersihkan dada sang istri, pria itu hanya takut jika ada kuman atau bakteri yang menempel di dada sang istri dan di susu oleh putranya.


Gairah Alex yang sudah sedikit mereda itu mulai menjalankan lagi mobilnya menuju rumah Bi Erni dan rencananya saat usia baby Bian dua minggu mereka akan kembali ke kota beserta dengan Bi Erni.


Bersambung


Jangan lupa Like + Komen + Vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏