
Happy reading
Pagi-pagi kedua orang tua baru itu dikagetkan dengan tangisan baby Bian. Ariana yang masih dipeluk Alex itu langsung mengambil Bian.
"Anak mama yang paling ganteng gak boleh nangis oke," ucap Ariana membuka kancing dadanya dan menyusui Bian hingga bayi itu berhenti menangis dan semua itu tak luput dari pandangan Alex.
Ariana menimang sang baby seraya membuka gorden dan tirai kamarnya yang berwarna putih itu.
"Hangat kan nak?" tanya Ariana seraya mengelus pipi lembut sang anak.
Grep
"Eh.... Ngagetin aja. Kalau baby ikut kaget gimana hmm?" tanya Ariana pada Alex yang memeluknya dari belakang.
"Buktinya baby gak kaget malah anteng anteng aja mimiknya," jawab Alex menatap Bian yang masih anteng menyedot sumber kehidupannya itu.
"Terserah kamu aja lah. Kamu mandi dulu gih, nanti gantian yang jaga Bian," ucap Ariana pada suaminya.
"Bareng," ajak Alex.
"Baby masih nyusu mas, sana gih mandi."
Mau tak mau Alex melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Sedangkan Ariana masih menimang sang baby yang masih menyusu itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sepasang suami istri itu keluar dari kamar mereka tak lupa Baby Bian yang ada digendongan Ariana, menuju ruang makan.
"Pagi semua," sapa Ariana dan Alex mengambil kursi masing-masing.
"Pagi sayang," balas mereka.
Melihat cucu gembulnya Mami Gloria langsung mengambil alih cucu pertamanya dari gendongan Ariana. Untung Ariana cepat tanggap.
"Ulu ulu ulu gemes oma sama kamu nak," ujar Mami Gloria mengecupi pipi Bian yang sudah memerah itu.
"Mami jangan digituin kasihan cucu kita," ujar Papi Arthur pada istrinya yang terlihat gemas dengan cucu pertama mereka ini.
Tak lama Oma Karina turun dari kamarnya dengan memapah Opa Ryan menuju kursi yang biasa mereka pakai.
Ariana dan Alex yang melihat opa dan oma itu hanya mengulum senyum geli dengan apa yang mereka dengar tadi malam.
"Papa sudah sembuh?" tanya Mama Mariana pada mertuanya yang hanya mengangguk.
"Papa kamu ini manja Mar," cebik Oma Karina mengambilkan nasi dan sayur untuk suaminya.
"Mau semur itu oma," ucap Opa Ryan menunjuk semur ayam yang tampak menggugah seleranya itu.
"Gak, itu banyak kolesterolnya. Kamu tuh harus banyak makan sayur biar tetep kuat," jawab Oma Karina. Sedangkan Opa Ryan hanya mendesah pasrah.
"Oma opa... Lain kali kalau mau ehem ehem peredam suaranya dihidupin ya. Kasihan suamiku karena kalian," bisik Ariana yang berada didekat Oma Karina.
"Ishh kamu ya!! Ini semua juga gara-gara opa kamu yang gak tahan mau terkam oma, jadi lupa deh. Padahal dia sudah tua masih aja begitu," jawab Oma Karina pada sang cucu.
"Apa sih yang kalian bicarakan?" tanya Papa Zain menatap ibu dan anaknya itu.
"Masalah ranjang," jawab Oma Karina keceplosan.
Mendengar jawaban Oma Karina itu membuat mereka terbatuk, kecuali Ariana yang sedari tadi berada di sebelah sang oma.
"Hahaha istri kamu belum juga berubah Yan!! Dia masih sama seperti dulu. Suka sekali keceplosan, jika kita punya rahasia pasti langsung dibocorin sama Karina," ujar Opa Emanuel pada Opa Ryan.
"Walau begitu aku tetap mencintainya bahkan sampai sekarang," balas Opa Ryan menatap sang istri.
Sontak jawaban Opa Ryan itu membuat wajah Oma Karina memerah, ia masih saja malu jika Opa Ryan mengucapkan kata cinta hanya untuknya.
"Kata-kata om bisa membuat tante Kariana melambung ya!! Aku juga mau pi," rengek Mami Gloria pada suaminya yang menyuapinya itu.
"Apa tidak cukup ungkapan cintaku tiap hari hmm?" tanya Papi Arthur pada istrinya.
"Kalau begitu aku akan mengucapkannya satu kali dalam satu menit," ucapnya mengambil lauk yang ada.
Mereka sudah biasa dengan tingah laku Gloria dan Arthur yang tak tahu tempat selalu menebar keuwuan. Walau dulu papi Arthur adalah penjelajah gua tapi semenjak bertemu Mami Gloria kebiasaannya itu berhenti di gua Mami Gloria sampai sekarang.
"Aku juga mencintaimu," bisik Alex yang sedari tadi diam.
"Aku juga," balasnya menatap Alex.
Mereka melanjutkan sarapan mereka hingga sarapan mereka selesai.
"Mama mau bicara sama kamu boleh?" tanya Mama Mariana pada sang putri.
"Mau bicara apa ma?" tanya Ariana pada sang mama.
"Nak Alex, mama boleh pinjam istrimu sebentar?" tanya Mama Mariana pada sang menantu. Alex mengangguk karena Ariana adalah anak dari Mama Mariana juga.
Mama Mariana mengajak Ariana menuju kamarnya yang berada di lantai 3 sedangkan kamar Ariana ada di lantai 2 bersebelahan dengan kamar oma dan opanya.
"Duduk sayang."
Ariana duduk di sofa empuk kamar itu, sedangkan Mama Mariana berjalan menuju lemari kaca yang berisi gaun-gaun mewah itu. Melihat itu Ariana sedikit minder dengan sang mama.
"Huftt kalah gue sama mama sendiri," gumam Ariana. Walau Ariana memiliki gaun tapi tak sebanyak itu. Mungkin hanya 15 pasang.
"Kamu mau gaun mama?" tanya Mama Mariana pada putrinya.
"Enggak ma, cuma minder aja sama gaun gaun punya mama," jawabnya.
"Kamu gak tahu saja di walk in closed mama isinya cuma daster sama kolornya papa kamu!!"
Ya, hal itu memang benar mengingat betapa ganasnya sang suami jika melihat ia. Bahkan dalam seminggu bisa saja 6 daster jadi keset.
"Masa iya?"
"Heem. Tapi sebagai istri seorang CEO kamu juga harus memiliki banyak gaun sayang, entah itu untuk menghadiri acara apa gitu."
Ariana mengangguk.
Mama mariana meembuka kotak berwarna putih itu dan memperlihatkan kalung yang sangat indah menurut Ariana.
"Cantikkan?" tanya Mama Mariana menatap sang putri.
"Iya mah," jawabnya memegang kalung itu.
"Ini adalan kalung warisan dari keluarga Delta sayang, oma kamu memberikan kalung ini tepat setelah kamu berumur seminggu. Dan oma pernah berpesan kalung ini sudah menjadi turun temurun dan kamu adalah turunan ke 5 yang memakai kalung ini," ucap Mama Mariana menceritakan tentang kalung ini.
"Jadi kalung ini.."
"Ini menjadi milik kamu sekarang, dan kamu bisa menurunkannya nanti kepada menantu pertama kamu. Istri dari Bian nanti," ucapnya memakaikan kalung itu ke leher Ariana.
"Indah, makasih mama," ucap Ariana memeluk sang mama.
"Selamat atas gelar barunya ya nak, jadilah istri dan ibu yang baik untuk keluargamu," pesan Mama Mariana.
"Siap ma."
Ibu dan anak itu melepas kangennya di kamar Mama Mariana dan Papa Zainn. Karena sejak Ariana kembali mereka belum melepas kangen mereka.
Bersambung
Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏