Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Kemenangan



Happy reading


"SEMANGAT AL."


Sontak saja Albian yang sedari tadi tak fokus karena memikirkan Keyra. Menatap kearah penonton dan benar saja ia melihat Keyra sedang memberi semangat dari atas sana.


"Ternyata dia gak ingkar," batinnya tersenyum senang.


Dengan semangat membara Albian mulai bermain dengan gesitnya, ia merebut bola basket yang ada di tangan Leo dengan cepat. Para temannya yang melihat itu terbengong tak percaya. Pasalnya tadi pada babak pertama dan kedua Albian sangat tidak semangat dan tim mereka di kalahkan oleh tim sebelah.


"Oy kalau lu semua pada bengong kita bakal kalah hari ini!!!" teriakan Albian mampu membuat para pemain di timnya semangat lagi.


Bayangkan dibabak sebelumnya tim Universitas Nusa Bangsa ketinggalan 3 poin dari Universitas Harapan Bangsa. Tapi dibajak ketiga tim mereka bisa menyamai skor tim lawan.


Mendapati gerakan lincah Albian, membuat tim dari Leo cukup kewalahan dibuatnya, apalagi dengan mudahnya tim Universitas Nusa Bangsa memasukkan bola kedalam ring.


Dari kursi penonton, Keyra tampak senyum saat melihat Albian dengan sangat tampan nya bermain. Keringat yang membuat kaos yang dipakai Albian basah cukup membuat para penggemar Albian berteriak histeris.


"Astaga laki laki itu sempurna banget dah," ujar Laras yang ada di samping Keyra itu.


"Eh Key," panggil Laras.


"Hmmm."


Keyra masih fokus pada pertandingan sesekali Albian menatapnya dengan senyum hingga membuat mereka yang ada dibawah Keyra berteriak.


"Kayaknya Albian suka deh sama lu," ujarnya dengan semangat.


Ia ikut senang jika sahabatnya sekaligus sepupunya itu jika berhubungan dengan Albian. Ia yakin jika Keyra berpacaran dengan Albian, pria itu akan menjaga sepupunya itu dengan baik.


"Enggak mungkin, yah gue emang jadi teman dia. Tapi gak sampai suka juga, masa seorang idola kampus suka sama cewek kek gue."


Keyra memang tak yakin jika Albian menyukainya, menjadi teman saja sudah membuatnya senang. Ia tak berharap lebih karena Albian adalah idola tak mungkin ia memilihnya.


"Tapi gue dukung kok kalau kalian jadian," ujarnya dengan semangat.


"Gak tahu Ras," ujarnya.


Saat asik berbincang dengan Laras tiba-tiba ada gadis yang memanggilnya dengan lucu.


"Kakak cantik," teriaknya berlari kearah Keyra.


Keyra yang mendengar itu langsung menoleh ke sumber suara dan ternyata itu Ella.


Hap


"Kamu disini juga hmm?" tanya Keyra menangkap Ella dengan senyum.


"Lihat kakak main bola," ujarnya dengan lucu. Hingga membuat Laras yang melihat itu gemas dibuatnya.


"Anak siapa nih lucu banget?" tanya Laras mencubit pipi Ella.


"Akak jahat, pipi Ella sakit nih,"


Adu Ella pada Keyra hingga membuat orang yang ada disana tertawa. Tapi ada yang iri karena Keyra bisa dekat dengan salah satu putri keluarga Albian.


"Nanti kakak marahi kakaknya ya," ujar Keyra memangku tubuh Ella.


"Tadi sama siapa kesini?" tanya Keyra menatap El yang fokus pada permainan Al itu.


"Sama Mama dan kakak, tapi kata Mama nanti Papa juga ke sini. Tuh," tunjuk Ella pada Mama Ariana yang duduk di kursi VIP itu. Kampus Nusa Bangsa adalah salah satu aset dari keluarga Bara.


Keyra mengikuti arah tunjukkan Ella, dan ia melihat Mama Ariana sedang menatapnya. Keyra hanya tersenyum.


"Ini adiknya Albian ya?" tanya Laras menatap Ella.


"Iya dia adik bungsunya, namanya Ella."


"Ella ini teman kakak namanya kak Laras," ujar Keyra pada Ella.


"Kak lalas," ujarnya.


Keyra yang mendengar itu tersenyum kecil.


"Lalas, nama kakak susah. Kayak kakak cantik dong mudah," ujarnya memutar badannya dan memeluk leher Keyra.


"Sumpah lu dah pantes jadi iparnya."


"Udah deh Ras jangan goda gue dengan menyandingkan dengan bongkaran berlian itu," ujar Keyra mengelus rambut Ella.


Papa Alex yang baru datang itu terkejut saat tak mendapati putrinya bersama sang istri.


"Yank, El mana?" tanya Papa Alex pada istrinya. Ia takut putri satu satunya itu hilang.


"Tuh," tunjuk Mama Ariana ke arah Keyra.


"Dia siapa?" tanya Papa Alex.


"Calon mantu kita, dan dia cewek yang nolong Ella saat itu," jawabnya dengan senyum. Ia menarik tangan suaminya agar duduk.


Papa Alex tersenyum dan mengangguk mendengar itu, apa benar jika ia akan mendapat seorang menantu. Jika iya ia akan bisa meledak putranya nanti.


Mereka kembali ke permainan basket yang sangat sengit antara tim Leo dan tim Albian yang sama sama tak mau mengalah akan pertandingan ini.


"Tim gue yang akan menangin pertandingan ini," ujar Leo dengan bangga, ia memegang kendali atas bola basket itu.


"Selagi gue bisa kalahin lu, lu gak bakal bisa menang. Lagian gue gak mau terlihat cupu didepan cewek gue," ujarnya dengan tegas.


"Emang udah lu tembak?" tanya Leo meledek sahabatnya.


"Gak lama lagi," ujarnya dengan senyum.


"Oke kita selesaikan pertandingan ini, gue gak akan nyerah dan lu juga gak boleh nyerah," ucap Leo dengan semangat.


Mereka melanjutkan pertandingan hingga dengan cepat Albian merampas bola itu dari Leo dan memasukkan ke ring lawan bertepatan dengan waktu habis.


Nusa Bangsa 6 - 5 Harapan Bangsa.


Secara otomatis tim Universitas Nusa Bangsa menjadi pemenang dalam pertandingan bola basket antar kampus ini.


Sorakan kemenangan dari suporter Nusa Bangsa membuat lapangan basket itu ramai. Keyra juga tak kalah bahagia saat tim kampusnya menang.


"Kak Al menang sayang," ujarnya mengecup pipi Ella dengan lembut.


"Kakak menang!!"


"Yeeee kakak menang," teriak Ella.


Ariel dan Aidan tampak tak terusik oleh teriakan Ella, karena mereka sudah tidur sedari tadi.


Para pemain saling berpelukan dengan senang, tak ada dendam saat kalah karena ini hanya permainan. Dalam permainan pasti ada menang dan kalah.


"Thank's all."


"Sama sama, ini semua berkat lu Al," ujar Bima memeluk Albian.


"Ini karena kita bukan gue."


Setelah adegan itu, kini Albian menatap kembali ke arah ibu dan ayahnya disana dengan senyum.


"Terima kasih do'a kalian," batinnya.


Kemudian ia menatap kearah Keyra dan betapa terkejutnya ia saat melihat Ella dipangkuannya gadis itu.


"Kenapa Ella bisa sedekat itu dengan Keyra?" tanyanya dalam hati.


Tapi semua itu tak menyurutkan niatnya untuk melancarkan aksinya. Albian menuju ke kursi pemain dan meminta mikrofon pada panitia.


"Kepada Nona Keyra Anastasya mohon untuk turun kelapangan."


Bersambung


Adegan manis manis ada di part selanjutnya ya.