Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Pulang



Happy reading


"Sudah siap?" tanya Alex pada istrinya yang sedang menyisir rambutnya itu.


"Udah, oleh-oleh juga sudah semua ku masukkan," ujarnya dengan senyum. Ariana menghampiri suaminya dan memeluknya.


"Kalau begini kita gak usah pulang ya, aku mau disini terus sama kamu," ujarnya dengan senyun mengembang, pria itu membalas pelukan sang istri dengan lembut.


"Tapi aku udah kangen berat sama Baby," ujarnya dengan senyum mengembang membayangkan tingkah putra imutnya itu.


"Ya sudahlah, yuk kita harus sarapan dulu baru menuju bandara," ujar Alex menarik tangan istrinya kelur dari kamar menuju resto terdekat.


Mereka menikmati sarapan seraya menikmati pemandangan indah di sini. Laut yang masih asri belum terkontaminasi dengan sampah atau polusi lain.


Seelah menghabiskan sarapan, mereka berlalu menuju bandara. Koper-koper itu sudah tertata dipesawat hanya tinggal mereka saja yang masuk.


"Bye Maldives. Im come back Jakarta," gumamnya memandang kota Maladewa dari atas pesawat.


"Kapan-kapan kita kesini lagi, jika perlu kita bawa Bian sama kita," ujarnya mengelus rambut istrinya.


"Iya, kapan-kapan kalau kita udah punya banyak anak kita ke sini lagi," ujarnya menyandarkan kepalanya dipundak sang suami.


Perjalanan mereka cukup panjang kali ini. Alex mengajak istrinya untuk ke kamar pribadi dalam pesawat itu.


"Mas nanti kalau ada apa-apa bangunin aku ya," pinta Ariana yang suah memeluk guling berwarna putih itu.


"Iya sayang, kamu tidur aja," ujarnya dengan senyum.


Terbayang saat kemarin mereka menghabiskan malam dengan bercinta. Alex benar-benar tak membiarkan Ariana tidur walau hanya sebentar. Cuaca tadi malam memang sangat mendukung untuk bercocok tanam.


"I love you Ariana Bara," bisiknya seraya ikut berbaring disamping istrinya dan memeluknya dari belakang.


Tak terasa pesawat pribadi Bara sudah sampai dibandara jakarta dengan selamat tanpa hambatan sedikitpun.


Ariana yang sudah terbangun 2 jam lalu itu dengan senyum menatap lapangan luas itu. Tak sabar ingin bertemu keluarga dan anaknya. Baginya seminggu itu adalah satu tahun jika tak bersama putranya.


Mobil keluarga Bara sudah menunggu mereka dibandara itu, Alex dan Ariana menaiki mobil itu.


"Seneng banget balik ke Indo hmm?"


"Banget," jawabnya.


"Jadi kamu gak senang di Maldives sama aku?" tanya Alex sedikit merajuk.


"Seneng sih tapi ada yang kurang," jawabnya memeluk satu lengan suaminya.


Alex hanya bisa mengangguk jika seperti ini. Ariana sepertinya memang tak bisa dipisahkan dengan anak mereka. Bian adalah kebanggaanya.


Sampailah mobil itu di mansion Bara, penjaga yang melihat mobil tuannya itu langsung membukakan gerbang.


Tin!


"Yuk turun," ajak Alex dan diangguki oleh Ariana.


Mereka turun dari mobil, Ariana berlari menuju pintu utama. Rasa rindunya sudah tak bisa dibendung lagi. Ia meninggalkan Alex dibelakang.


"Bakal dicuekin lagi nih gue," batinnya menggeleng.


Brak


"Baby," teriak Ariana setelah membuka pintu.


"Mamaaaammm," dengan langkah cepat Bian berjalan menuju ibunya.


Grep


"Kangen Mama tidak?" tanya Ariana memeluk dan mencium anaknya dengan gemas.


"Mam uuuuuu," jawabnya degan mulut bergerak seakan berbicara.


"Mama sangat merindukan kamu sayang, Bian baik baik kan tanpa mama?" tanya Ariana pada putranya yang sudah menjatuhkan kepalanya dipundak Ariana.


"Dia baik kok Ria. Tapi lengan mertua kamu yang kenapa-napa," jawabnya pada sang putri. Mami Gloria masih menggendong tangan kanannya.


"Kenapa bisa seperti ini?"


"Biasa ada yang iseng," jawabnya dengan lembut.


"Makasih ya Mah Mih uah jaga Bian selama Ria gak ada. Bian pasti bangga punya oma seperti kalian," ujarnya dengan senyum.


"Iya sayang, kuta gak keberatan ya kan Na?"


"Iya, lagian kangen juga gak main sama si gembul. Lihat tuh dia udah nempel lagi sama kamu. Kalian serung-serunglah bulan madu biar kita selalu sama Bian," ujar Mama Mariana dengan canda.


"Boro boro sering mah, baru seminggu gak ada Bian. Anak mama ini sudah uring uringan terus," jawab Alex yang baru datang dengan membawa satu koper dan koper lainnya dibawa sopir dibelakang.


"Namanya juga seorang ibu," ujar Mami Gloria.


"Mami sidah baikan?" tanya Alex.


"Udah mendingan, tapi cuma ngilu sedikit," jawabnya.


Ariana dan Alex tak langsung ke kamar tapi mereka masih bercengkerama di ruang keluarga tak lupa dengan ocehan Bian yang membuat mereka gemas sendiri.


Setelah berberapa lama Papi Arthur dan Papa Zain pulang bersamaan, bertepatan dengan itu Bian sudah rewel akan hausnya.


Alex dan Ariana pamit dulu ke kamar untuk menyusui Bian dan istirahat sejenak sebelum kembali ke ruang keluarga.


"Rindunya sudah terobati hmm?"


"Hehehe..... Bian makin gembul tahu gak sih mas, nih lihat." Ariana menunjukkan tubuh anaknya.


"Karena dia subur sayang, kamu lihat saja dia lahap banget nyusunya," ujar Alex seraya mengelus pipi anaknya yang empuk bagai bakpau itu. Alex yang mulai gemas dengan anaknya itu malah mencubit pipi tembem itu.


"Paaaaa hiks hiks..... Maaa paaaaa... hiks," adu Bian pada mamanya.


"Mas udah deh jangan ganggu Bian," tegur Ariana pada suaminya.


"Iya sayang Mas cuma gemes sama dia, yang gak mau berhenti nyusu padahal Mas juga masih butuh," ujarnya seraya mengecup kenung kedua kesayangannya itu.


"Nanti kan bisa," ujarnya.


Alex mengangguk dan berlalu menuju kamar mandi, sedangkan Ariana yang melihat anaknya sudah kembali terlelap itu membaringkan tubuh anaknya dikasur yang masih sama dengan saat ia pergi.


Bersambung


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, RATE, KASIH HADIAH SEIKHLASNYA AJA. FAVORITKAN JUGA YA.


📌Nafsu Atau Cinta (On going) Cerita Mami Gloria dan Papi Arthur