
Aku cepetin biar cepet selesai cerita ini.
Happy reading
Tiga bulan setelah kepergian Sisil ke alamnya, kini keluarga Al dan keluarga Keyra tengah merayakan pernikahan anak anak mereka, siapa lagi kalau bukan Keyra dan Al yang kini sudah sah menjadi pasangan suami istri.
Pernikahan mereka membuat para karyawan kantor patah hati, pasalnya tak banyak yang mengetahui jika Al dan Keyra memiliki hubungan. Pernah ada gosip tapi semua itu di tepi begitu saja.
Saat ini kedua pengantin ini sedang menyalami para tamu yang memberikan selamat untuk mereka. Kembar yang memang sengaja diajak untuk bergabung itu selalu mencari perhatian kakak kakaknya hingga membuat para tamu gemas akan kelucuan mereka.
"Selamat ya kalian, udah resmi juga. Gue berdoa supaya hubungan kalian langgeng sampai kakek nenek. Doain gue cepet nyusul," canda Laras yang menggandeng calon suaminya yang baru berapa minggu lalu melamarnya.
"1 bulan lagi kita nyusul kok sayang, kamu tenang aja," ucap Leo pada Laras.
"Janji ya!"
"Heem."
"Selamat ya Tuan dan Nona, semoga kalian menjadi pasangan yang sakinah mawaddah dan warahmah."
"Terima kasih."
Laras dan Leo berlalu menyelami orang tua mempelai dan kembali ke tempat duduknya lagi.
"Kakak Ella mau duduk," manja Ella pada kakak kakaknya.
"Ella mau duduk hmm?"
Keyra mengangkat Ella dan mendudukkan badan kecilnya di kursi pengantin itu. Tak hanya Ella ternyata Ariel dan Aidan juga ikut hingga membuat kedua pasangan itu hanya mengulum senyumnya.
Mama Ariana dan Papa Alex yang sedang menyapa rekan bisnisnya itu dibuat tertawa dengan tingkah putra putrinya diatas sana.
"Saya gak nyangka kalian bisa memiliki putra dan putri selucu mereka."
"Jangankan kalian aku saja tak menyangka," jawab Papa Alex.
"Tapi anak sulungmu dan menantumu bisa mengimbangi mereka. Lihat saja mereka seperti orang tua yang sedang memomong anaknya," canda Nicola yang membuat mereka tertawa.
Setelah acara yang melelahkan itu, mereka kembali ke kamar hotel masing masing. Tapi tidak dengan si pengantin baru yang masih sibuk dengan adik adik mereka.
"Ella mau tidur sama Kakak," rengeknya yabg membuat keduanya bingung.
"Bukannya kamu mau dengar dongeng Oma hmm?"
"Mau..."
"Sayang," bisik Zain tak mau malamnya diganggu.
"Sudahlah daripada cucu kita yang kena imbasnya," bisik Oma Mariana yang membuat Opa Zain mendesah pelan.
Akhirnya Ella mau tidur di kamar Oma Mariana, hingga membuat Al dan Keyra bernafas pelan. Riel dan Idan sudah ke kamar Mama dan Papa tadi hingga tak membuat mereka tambah susah.
"Capek?" tanya Al pada istrinya.
Hanya tinggal mereka berdua di ruangan itu.
"Gak terlalu, yuk ke kamar," ajaknya yang membuat Al tersenyum mesum.
"Ternyata kamu udah gak sabar ya," ujarnya menggendong istrinya.
"Gak sabar buat apa? Aku capek loh Al."
"Yank ini malam pertama kita, masa kita lewatin gitu aja?" tanyanya dengan nada manja.
"Ya tergantung nanti," jawabnya hingga membuat Al kesal dengan istrinya itu. Tapi mau gimana lagi ia juga agak capek karena menjadi raja sehari.
Sampainya di kamar, Al menurunkan sang istri di kasur.
"Aku mandi dulu."
"Bareng aja gimana?" tanya Al.
"Kamu modus sih gak mau aku," jawabnya seraya memegang jantungnya yang sudah dag dig dug tak karuan.
Keyra mengambil pakaiannya dan berlalu menuju kamar mandi meninggalkan Al yang masih duduk di ranjang.
"Harusnya bisa main coblos coblosan nih tapi masa sendiri!!"
Tak lama Keyra keluar dari kamar mandi, memang tak ada drama drama rekening tersangkut untuk Keyra karena gadis itu sengaja meminta gaun yang sederhana tanpa rekening dibelakang hingga memudahkannya untuk membukanya.
Bersambung