Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Malam Romantis



Happy reading


Tak terasa hari sudah malam, Keyra yang sudah bangun dari tidurnya tadi juga menyelesailam pekerjaannya di ruangan Al.


"Masih lama yank?" tanya Albian yang sedari tadi menunggu pacarnya menyelesaikan tugasnya itu.


"Dah selesai kok tinggal save," jawabnya seraya mengelus rahang pacarnya.


Keyra menyimpan dokumen itu dan menutup laptopnya. Keyra meregangkan badannya yang terasa pegal itu, hari sudah malam untung tadi ia membawa persediaan pemb alut.


Albian menggandeng tangan Keyra keluar dari ruangan itu, mereka berjalan beriringan menuju lobi kantor itu.


Hanya sedikit cahaya yang ada disana, pertanda sudah banyak karyawan yang pulang mungkin hanya beberapa yang lembur untuk menambah gaji mereka.


Mereka masuk ke dalam mobil Albian, ya setelah mereka bekerja Albian memutuskan untuk memakai mobil yang dirasa lebih baik daripada motor walau kegemarannya dalam bermotor tak surut.


Albian menjalankan mobilnya menuju sebuah restoran yang sudah ia pesan sebelumnya untuk malam ini bersama kekasihnya. Di saat PMS begini bukankah Al harus menyenangkan hati pacarnya?


"Yuk turun," ajak Albian yang sudah melepas sabuk pengamannya.


Keyra menggeleng, ia ingin langsung tidur saja seolah ini. Rasanya sungguh tak enak jika sedang datang bulan seperti ini.


"Kamu belum makan loh dari siang," ucap Albian mengelus rambut Keyra.


Akhirnya mau tak mau Keyra ikut apa kata Al, untuk makan malam di restoran ini. Dengan muka lemasnya Keyra berjalan disamping Albian.


"Selamat malam Tuan, Nona!"


Mereka hanya mengangguk tanpa senyum, biasanya Keyra selalu tersenyum ramah kesemua orang kenapa ini seperti tak ada gairah hidup sama sekali?


"Senyum dikit sayang, jangan seperti aku menyakiti kamu gitu dong mukanya," ujar Albian mengelus pipi pacarnya.


"Lagi gak mood Al, pengen bobo."


"Nanti bobo di rumah aku aja gimana? Sekalian nemenin ku bobo," goda Albian yang membuat Keyra cemberut dibuatnya.


"Belum boleh tidur bareng," jawab Keyra menyembunyikan wajahnya dibalik lengan Albian.


"Ih malu malu biasanya tidur dipelukan aku juga," ujarnya dengan senyum manisnya.


"Itu khilaf," jawab Keyra malu. Entah kenapa rasa malunya tak bisa hilang sepenuhnya.


Al tertawa mendengar jawaban sang pacar, bisa-bisanya Keyra bilang khilaf. Andai saja Keyra tahu apa yang pernah Al lakukan saat gadis itu tidur mungkin Keyra akan mendiami Al beberapa bulan lamanya.


Sampailah mereka di rooftop restoran yang sudah dihias sebegitu sweet nya hingga membuat Keyra tersentuh akan apa yang dilakukan pacarnya ini.


"Gimana kamu suka?" tanya Albian mendudukkan sang pacar di kursi itu.


"Heem, indah banget. Kamu yang nyiapin ini semua?" tanya Keyra menatap sekeliling.


Banyak bunga mawar dan aroma yang sangat familiar dihidung Keyra yaitu parfum mahal yang sangat menenangkan hati dan jiwanya yang sedang amburadul. Wangi yang tahan lama tak membuat parfum ini hilang begitu saja.


"Iya sayang, untuk pacarku yang seharian gak mood ini. Emang siapa lagi hmm?"


"Ya kali aja penggemar rahasia," jawabnya menggoda sang pacar.


"Yank...."


"Sorry cuma bercanda!"


"Sayang udah dong, aku cuma bercanda kok."


Albian hanya diam, ia ingin melihat seberapa tekat gadisnya agar membuat ia tak marah lagi.


"Yank kalau kamu masih marah aku pulang sendiri ya," ancam Keyra entah kenapa ia jadi tak mood lagi melihat sang pacar kesal padanya.


"Iya ih kamu gak bisa diajak bercanda yank!"


Makan malampun dimulai, mereka menikmati makanan pedas yang menambah stamina Keyra untuk marah marah hahaha.


Setelah selesai makan, Keyra meminum coffeelatte yang sangat pas dimalam itu.


"Sayang," panggil Albian yang membuat Keyra menatap pacarnya.


"Hmm." Keyra meletakkan kembali minumannya itu di meja.


Albian mengambil sesuatu dari dalam jasnya dan memperlihatkannya pada Keyra.


"Aku tahu kita masih muda, aku juga tahu kamu masih ingin mengejar cita cita kamu. Tapi aku tak mau terus diam ditempat, aku mau status kita lebih tinggi daripada pacar."


Albian menarik nafasnya sebentar dan melanjutkan ucapannya.


"Kamu tahu kamu adalah wanita pertama yang aku kenalkan kepada Mama dan Papa, dan kamu juga yang sudah membuat pria ini mencintaimu dengan sangat dalam. Kamu cinta pertamaku untuk saat ini sampai maut memisahkan kita nanti."


"Di hari ini aku memintamu Keyra Anastasya untuk menjadi tunangan seorang Albian Ivander Bara. Jadi Keyra sayang apa kamu mau menjadi tunanganku?"


Keyra yang mendengar itu terharu akan kesungguhan Albian, ia tak menyangka jika Albian akan melamarnya dengan begitu romantisnya.


"Hiks hiks yahh aku mau Al, aku mau," jawabnya dengan tangis.


Albian yang tadinya deg deg ser kini bernafas lega, pria itu mengambil cincin yang sangat indah itu dan memasangkannya di jari manis Keyra.


Albian bangkit dari duduknya dan memeluk tubuh pacarnya yang kini sudah menjadi tunangannya itu. Keyra berdiri dan memeluk erat tubuh gagah Al, pria yang selama ini melindunginya dari apapun yang menimpanya.


Albian menangkup pipi Keyra dengan lembut, tatapan mata mereka beradu hingga tatapan Albian mengarah pada bibir yang baru dua kali ia cicipi walau itu dalam keadaan Keyra tak sadar alias tidur.


Cups.


Al melayangkan ciuman lembut tanpa nafsu hanya cinta yang terlalu di dalam ciuman itu. Dengan lembut Al melu*at bibir manis itu.


Rasanya berbeda jika ia mencuri ciuman pacarnya kini rasanya sangat manis baginya.


Plup


Albian melepaskan ciuman hangat itu saat merasa pacarnya itu butuh pasokan oksigen.


"Maaf," ucapnya seraya mengusap bibir basah Keyra.


"Hmm."


Mereka kembali berpelukan, karena tak ada yang lebih membahagiakan selain pelukan pelukan erat masing masing.


Bersambung


Meleleh Tya bang Al😖