Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Tidak ada yang abadi



Happy reading


"Jalankan mobilnya Dav," perintah Nico dan dianggukkan oleh sang asisiten.


Nicola mengelus perut Luna dengan lembut, ia tak bisa berkata apa-apa lagi sekarang. Darah itu masih terus mengalir hingga Nicola menyuruh David mempercepat laju mobilnya.


Dan sampaipah meteka dirumah sakit, disana sudah ada brangkar yang menunggu Luna. Nicola pun mengikuti ke manapun mereka membawa calon istrinya.


"Maaf pak, bisa tunggu diluar."


Akhirnya Nico hanya bisa melihat Luna berbaring diranjang dengan infus dipinggung tangannya. Para dokter dan suster bekerja dengan baik mulai dari membersihkan pendarahan yang terjadi dan menggantikan pakaian Luna.


Ceklek


"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Nico pada dokter itu.


"Apa bapak suaminya?" tanya dokter itu dan dianggukkan oleh Nicola.


"Mari ikut saya pak," ajaknya.


Nicola menatap Luna sekilas dan mengikuti dokter itu dan duduk di kursi itu.


"Istri bapak kelelahan dan terlalu banyak pikiran tentu daja itu sangat membahayakan janin yang dikandungnya. Apalagi terdapat benturan yang cukup kerang didinding rahim istri bapak. Untunglah janin yang ada dikandungan Ibu kuat hingga ia bisa bertahan sampai sini," ujar Dokter itu.


"Terus dok?" tanya Nicola yang sedikit lega karena bayi mereka masih selamat.


"Istri bapak harus bed rest sampai kandungannya kembali kuat," jawabnya.


"Baik dok ada apa-apa lagi dok?"


"Tidak ada pak. Cukup buat ibu bahagia dan usahakan jangan sampai stres karena itu bisa memicu keguguran dini."


"Iya dok," jawabnya.


Nicola keluar dari ruangan itu dengan senyum, ia masuk kedalam ruangan Luna dan duduk dikursi itu. Ia memandangi wajah Luna yang sangat cantik dengan bulu mata lentik itu.


"Nak, suruh Bunda bangun dong nak," pintanya seraya mengelus lembut perut Luna.


Tapi sia-sia, Luna masih dalam pengaruh obat bius yang diberikan dokter tadi. Tiba-tiba Nico teringat akan karyawan yang sudah membuat calon istrinya begini.


"Dav, pecat katyawan yang sudah membuat istriku terluka begini dan pastikan dia tak bisa diterima kerja dimanapun," titahnya pada sambungan telepon itu.


"Istri? Hey sadarlah bos. Nona Luna belum jadi istri Anda," batin asisten David.


"Baik bos."


Panggil telepon itu dimatikan begitu saja oleh Nico, ia meletakkan ponselnya di nakas itu dan kembali melihat Luna yang masih dalam pengaruh obat. Ia berjanji akan membuat Luna bahagia walau ia bukan laki laki yang baik.


"Cepat bangun ya," ujarnya seraya mengecup kening Luna.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Anak papa uah mandi hmm? Wangi banget, pasti mama yang kebanyakan kasih sabun," ucap Alex yang masih bisa didengar Ariana yang sedang berganti baju itu.


"Hei tuan muda! Apa Anda akan bangkrut hanya karena istrimu ini kebanyakan kasih sabun hah?" ucap Ariana dengan naa sedikit tinggi.


"Oh tentu tidak nyonya muda, aku ikhlas walau kau menghabiskan satu botol sabun sehari untuk anak tercintaku ini," jawabnya seraya mendramanya.


"Hm. Jangan pelit-pelit wahai tuan muda, nanti kuburanmu sempit," ucapnya memakai daster kebanggannya didepan Alex.


"Kamu bener gak kerja?" tanya Ariana yang sudah kembali duduk disamping sang suami.


Alex menggeleng, " Bosen ih ngadep leptop terus," jawabnya.


"Kalau kamu gak kerja gimana mau menghidupi anak dan istrimu yang matree ini?" tanya Ariana pada suaminya yang tadi sudah mandi terlebih dahulu itu.


"Uangku gak akan habis kok yank tenang aja," sombongnya.


"Denger ya suamiku, cintaku, papa dari anakku. Tidak ada yang abadi didunia ini. Harta dan tahta yang kamu bisa sewaktu-waktu diambil sama yang punya hidup, ingat ya suamiku semua ini adalah titipan. Bisa saja semua yang kamu nikmati hari ini semua hilang termasuk aku dan Bian."


"Ssttt jangan bilang giti yank, aku khilaf kok tadi bener. Kalau boleh aku meminta biar aku yang terlebih dulu meninggal, agar aku tak melihat kesedihan kamu."


"Jodoh, maut, dan semua yang ada dimuka bumi ini akan kembali ke sisi-Nya. Jangan pernah sombong dan jangan terlalu pelit untuk berbagi karena sebagian dari harta kita adalah milik orang yang membutuhkan," ucapnya dengan lembut.


Ucapan Ariana bagai dongeng untuknya, entah kenapa ia sangat suka jika istrinya ini berbicara banyak seperti ini.


"Iya sayang aku tahu, aku udah selalu memberikan 15% gaji bersihku untuk panti asuhan, panti jompo, dan lainnya tiap bulannya," jawabnya.


"Bagus, memang seharusnya begitu," ujarnya.


Ariana mengambil Baby Bian yang masuh terlentang diatas kasur itu dan membawanya kebalkon.


"Kita disini dulu ya nak, kamu butuh cahaya matahari buat kekebalan tubuh kamu," ujarnya mengecup kening pipi dan bibir putranya yang hanya tersenyum.


Alex yang masih di dalam kamar itu hanya tersenyum, ia memang tak salah mencintai istrinya sedari dalam kandungan. Alex berterima kasih terhadap mama Mariana dan Papa Zain sudah mendidik dan membesarkan Ariana dengan baik. Ia tak menyesal walau ia harus menerima luka di pundaknya.


Dengan iseng Alex memotret sang istri dari belakang dan memostingnya di story WhatsAppnya tak lupa ia memberi caption "Kesayanganku♡"


"Sayang kamu udah ambil ciuman pertama anak kita," ujar Alex yang sudah berada dibelakang Ariana.


"Kenapa? Lagian Bian anak aku. Wajar-wajar aja sih," ujarnya menatap suaminya.


"Aku juga mau dicium, sini, sini, sini, sini juga boleh," ujarnya menunjuk kening, pipi, bibir, yang terakhir menunjuk anakonda yang masih terlelap dibawah itu.


"Untuk yang tiga aku mau yang terakhir nanti dulu ya," ujarnya mengecup kening, pipi, dan bibir Alex.


Cups


"Aku mencintai kalian," ujar Alex setelah mencium bibir Ariana dengan lembut tanpa malu pada Bian yang melihatnya.


"Kami juga mencintai papa ya kan nak," jawabnya.


Alex tersenyum hangat, ia ingin menghabiskan hari ini bersama Ariana dan Baby Bian. Karena sudah lama ia tak menghabiskan waktu begini dengan istri dan anaknya.


"Pa.. pa... paaa."


"Digandeng dong nak jadi papa," ucapnya mengajari baby Bian untuk mengucap mama dan papa dengan jelas.


"Belum waktunya kita bulan madu," ujar Ariana mengelus rahang suaminya.


Bersambung


📌Nafsu Atau Cinta (On going) Cerita Mami Gloria dan Papi Arthur.


Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏