Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Season 2. Dia kenapa?



Happy reading


"Pagi semua," teriak triple bersama Mamanya turun dari kamar dengan wajah segar mereka. Bedak bayi masih terlihat di wajah ketiganya.


"Pagi juga kesayangan Papa," balas Papa Alex.


"Pagi juga adek adek kakak. Wah udah tampak dan cantik aja nih."


"Iya dong, kita kan halus setiap hali tampan, menawan itu sudah pasti," jawab Riel menyugar rambutnya dengan gayanya.


"Ella dah cantik, kayak kakak cantik," ujar Ella naik kepangkuan Albian yang langsung mencium pipinya.


Kedua orang tua yang mendengar itu bingung siapa kakak cantik yang dimaksud Ella.


"Siapa kakak cantik sayang?" tanya Mama Ariana mengambilkan nasi dan lauk untuk anak dan suaminya.


"Ohh kakak cantik yang tolongin Ella kemarin mah, dia cantik banget. Kakak cantik juga kasih Ella banyak permen," jawab Ella pada mamanya.


"Tolongin apa Al? Apa terjadi sesuatu sama adik adik kamu tadi malam?" tanya Papa Alex pada putra sulungnya.


Huffttt


"Ya pah, tadi malam Ella hilang karena mengejar badut tapi untuk ada kakak cantik yang nemuin dia dan antar Ella ke Al," ujarnya dengan jujur.


"Astaga tapi Ella gak apa-apakan ada yang lecet atau apa?" tanya Mama Ariana pada putrinya.


"Ella gak apa-apa Ma," jawab Al seraya menyuapi adiknya.


"Ohh syukurlah, maafkan mama yang tak ikut tadi malam," ujarnya dengan bersalah.


"Dak apa-apa, lagian kakak udah sama kita," jawab idan seraya memakan ayam goreng buatan sang mama.


"Syukurlah, lain kali kalian gak boleh mencar sama kakak ya. Kalau kalian hilang terus di culik gimana hmmm?"


"Iya mah, kita janji gak kayak kemarin."


Mereka menyelesaikan sarapannya dengan nikmat, apalagi Ella yang mendapat suapan dari sugar daddynya.


Setelah selesai sarapan, mereka semua melanjutkan aktivitasnya masing masing. Papa Alex harus pergi bekerja, sedangkan Albian harus ke kampus. Mama Ariana dan triple hari ini ada rencana ingin ke mall.


Tapi Al harus dihadapkan dengan sifat Ella yang merengek ingin ikut ke kampus. Tapi setelah ia memberi pengertian adiknya akhirnya Ella nurut.


"Mah, Al berangkat dulu ya."


"Hati-hati awas kalau sampai kamu kenapa napa," ujar Mama Ariana seraya mengecup kening putranya yang kini sangat tinggi bahkan ia hanya sebatas dada putranya itu.


"Siap, adik-adik kakak yang tampan dan cantik kakak berangkat dulu ya. Jangan buat mama kesel loh. Awas saja sampai kakak dengar kalian bikin Mama kesel lagi," ujar Albian mengecup pipi adik adiknya.


"Siap bos," jawab mereka kompak.


Albian berlalu menuju garasi dan mengambil motor yang biasanya ia bawa. Albian menaiki motor itu dan menjalankannya keluar dari area mansion itu hingga hanya tinggal Mama Ariana dan ketiga bocah kembar itu.


"Sugal daddynya Ella dah pelgi," ujarnya sendu seraya menatap Al yang sudah menjauh.


"Nanti kakak balik lagi kok sayang, dah yok masuk. Dan kita siap siap buat ke mall," ajak Mama Ariana pada putrinya.


Dalam perjalanan Albian masih memikirkan ucapan Ella yang mengatakan kakak cantiknya. Sebenarnya siapa kakak cantik itu? Kenapa tak menemuinya? Apa wanita itu malu? Tapi kenapa bukannya kata Ella dia cantik, kenapa harus malu?


Saat ia hsmpir sampai di halte bis ia berhenti agak jauh dan kembali melihat gadis yang membuat ia penasaran itu sedang duduk di kursi itu.


Tapi sepertinya ada yang beda dengan gadis itu, tapi apa ya? Kenapa dia terlihat tak semangat sekali.


Setelah bis yang di tunggu datang mereka semua berlalu masuk kedalam bis tak terkecuali Keyra yang menjadi target tatapannya.


Setelah bis itu berjalan, Albian juga ikut menjalankan motornya dengan pelan. Tanpa mau mendahului bis yang ada didepannya.


Sampainya di kampus, barulah Al menyalip bis didepannya dan masuk kedalam area parkir.


"Wah ternyata Albian tadi dibelakang bis ini kok aku gak tahu ya?"


"Iya aku juga, kalau aku tahu dri tadi udah aku noleh kebelakang terus."


"Sayang banget kita gak tahu, jadi kita melewatkannya begitu saja."


"Rugi bat ya."


Berbeda dengan Keyra yang sudah tak mood ingin berbicara. Setelah membayar ongkos tadi, Keyra langsung masuk kedalam kampus dan berjalan melewati tempat parkir begitu saja. Ia tak seperti biasanya yang selalu ngilang saat melihat Al. Bahkan kali ini ia tak menoleh kearah para cogan yang duduk diatas motor mereka masing-masing.


Albian yang melihat itu bingung, ada apa dengan wanita itu. Kenapa dia seperti murung begitu apa ada masalah atau apa?


"Woy lihat apaan sih lu? Sampai gak kedip gitu?" Bima mengagetkan Albian.


"Gak apa-apa," jawabnya tapi pandangannya masih mengarah ke Keyra yang sudah jauh.


Semua teman-temannya mengikuti arah pandang Albian.


"Woooooo temen kita lagi liatin cewek dong," pekik Ditya yang membuat semua cewek disana menatap kearah mereka.


"Wah bener sih, ternyata teman kita gak homo," ujar Elfan memeluk Bobi.


Yah mereka mengira Albian penyekat sesama jenis, karena tak pernah mereka melihat Al bersama perempuan melirik saja tak pernah hingga membuat mereka takut akan Al yang bukan cowok normal.


"Gila lu ya, jadi selama ini kalian pikir gue homo. Dih dasar temen gak ngaklak, bisa bisanya berpikiran sempit kek gitu?" tanya Albian menatap teman temannya.


"Ya kan kita gak tahu. Lu juga yang gak pernah gandeng cewek. Lu mainnya sama adik adik lu yang masih bocah itu," jawab Farel dengan tawanya.


"Gue mau menjalin dengan satu cewek yang bener-bener membuat gue sreg sampai gue kenalin ke Mama dan Papa," ujar Albian dengan mantap.


Panutan gak sih?


"Langsung nikah gitu?" tanya Galang.


"Entahlah tapi bagiku wanita itu makhluk paling sempurna jadi aku gak akan pernah menyakiti wanita, pasti kalian tahu maksud aku. Aku juga memiliki adik perempuan, dan aku tak mau adikku di sakiti oleh laki-laki."


"Wuahhh kakak idaman," ujar mereka bersama.


Bersambung