Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Tepati janji kamu



Happy reading


"Sekarang tepati janji kam tadi," ucap Alex. Ariana yang gelagapan itu hanya melonggarkan pelukannya.


"Janji apa ya? Aku gak janji apa-apa tuh," ujarnya seakan tak ingat.


"Tadi sayang... Masa kamu lupa!!!" kesal Alex saat sang istri tak ingat apa yang diucapkannya sebelum ia cerita.


"Memangnya aku janji apa sama kamu?" tanya Ariana seolah tak ingat apa-apa.


"Sayang....." rengek Alex.


"Hmm?" tanyanya masih menatap sang suami.


"Kamu janji mau mimpin permainan saat aku cerita, kamu mau ingkar kan?" tanya Alex berbaring membelakangi Ariana.


"Main apa sih Al? Aku lagi hamil, gak mau main kayak anak kecil aja," ujar Ariana yang masih mencoba untuk tetap tak mengerti.


"Hmm," dehem Alex dengan nada tak santai.


"Sepertinya dia ngambek, hahaha bisa jimuga kamu ngambek Al," batinnya tersenyum geli menatap punggung suaminya yang merajuk seperti anak kecil yang tak di belikan mainan.


"Bantu mama membuju papamu ya sayang, maaf jika terlalu membuat kamu sedikit terguncang," batin Ariana mengelus perut besarnya.


"Sayang," panggil Ariana mengan nada menggoda. Ariana meniup leher Alex dengan pelan. Tangan wanita hamil itu mengelus dada suaminya dengan lembut.


"Jangan mancing kalau gak mau ngasih," ketus Alex saat Ariana menggodanya.


"Mancing? Aku gak mancing kamu? Lagian kamu main ngambek kayak anak kecil," ucap Ariana seraya memainkan kacang hitam di dada suaminya itu.


"Asshh, jangan ditarik dong Ria," kesal Alex. Sama saja Ariana memancing gairahnya yang sudah memincak.


"Gemes aku tuh, kok bisa gini?" tanya Ariana membalik badan Alex yang tampak cemberut.


"Ya bisa aku kan laki," sungutnya.


"Kamu kenapa sih hmm?" tanya Ariana menempelkan telingannya di dada atas Alex hingga tangan kanannya membuat pola abstrak di perut itu.


"Kesel sama kamu," jawabnya memeluk tubuh sang istru. Sekesel keselnya Alex pada Ariana, Pria itu tak bisa terlalu lama mencueki sang istri.


"Satu ronde aja ya, aku takut anak kita kenapa-napa," ucapnya mengecup kacang hitam milik sang suami.


"Really?" Alex menatap sang istri dengan sayu, jujur ia tak kuat jika terlalu lama menahan gairahnya.


"Heem," Ariana mengangguk pelan.


"Kamu yang mimpin sesuai apa yang kamu janjikan tadi," ujar Alex dan diangguki lagi oleh Ariana.


"Besok aku gak bisa layani kamu Al, kamu tahu kandungan aku makin besar aku takut aja," ujarnya tak enak pada Alex. Berberapa bulan hidup bersama Alex, wanita itu tahu jika Alex tak bisa menahan gairahnya saat bersamanya.


"Gak apa-apa, aku juga paham kok. Yang penting ini gak ikut disegel," Alex memegang dada Ariana yang makin besar dan juga makin kencang.


"Iya, kamu bisa pakai ini buat salurin nafsu kamu," ujar Ariana dengan senyum.


"Makasih sayang," ujarnya tanpa basa basi mencium bibir pink sang istri dengan lembut menyalurkan gairah yang sejak tadi ia pendam.


"Eughh," leguhan itu terdengar di telinga Alex.


"Sesuai janji kamu yang di atas," ucao Alex melepas ciuman itu.


Ariana mengangguk dan melepas underwear yang masih ia pakai lalu melepas juga celana pendek sang suami yang sudah sesak itu. Ariana naik keatas perut Alex sesekali ia mengelus perut besarnya.


Cups


Alex merem melek saat tangan lentik sang istri berusaha memanjakan sang anakonda.


"Ahh sayang lebih cepat," pinta Alex seraya melepas satu persatu kancing daster sang istri hingga terlepas semua.


Ariana terus mempercepat gerak tangannya hingga anakonda itu mengeluarkan bisa putihnya yang disertai erangan keras dari Alex.


"Pegel Al," Ariana mengebatkan tangannya. Alex hanya tersenyum geli dengan sang istri yang menurutnya sangat mengemaskan itu.


Alex melepaskan daster sang istri hingga sang istri sudah polos dengan perut yang semakin seksi.


"Masukin sayang, dia sudah tegang lagi lihat kamu menggodanya," ujar Alex mengelus punggung sang istri.


Ariana menatap anakonda yang sudah berdiri tegak itu, Ariana menatap mata sang suami yang mengangguk. Perlahan Ariana memasukkan anakonda itu ke hunian miliknya.


"Maafin papa dan mama jika menyakitimu ya nak," batin Alex mengelus perut sang istri.


Blessh


Ariana menggigit bibir bawahnya saat anakonda itu menusuk dalam huniannya.


"Tenang sayang, maju mundur dengan pelan," ucap Alex menuntun sang istri ia tahu saat hamil besar seperti ini sangat susah berhubungan badan tapi hal itu pula yang menantang.


Ariana memaju mundurkan pinggulnya hingga membuat Alex yang dibawah itu mende sah nikmat, anakonda itu dihisap kuat oleh hunian sang istri. Tangan pria itu tak bisa diam entah itu mere mas dada Ariana atau juga menepuk bokong Ariana gemas.


"Ahh.. Al.. aku gak kuat."


"Tunggu aku sayang ahhh sebent ouhh tar lagihh ahh," ucapnya ikut memacu miliknya dengan cepat.


"Ahh ouhhh shitt ini sangat nikmat sayang."


Jeritan Alex dalam hatinya merasakan percint*an yang semakain panas membuat alex tak ingin menyudahinya.


"Ahhh ahh ah Al aku keluar," racau Ariana saat ia merasa ada yang ingin menerobos keluar.


Mendengar itu Alex juga mempercepat gerakannya hingga keduanya mengerang bersama.


"Arghhh," erang keduanya saat sudah mencapai puncaknya. Dengan pelan Alex menuntun sang istri untuk baring disampingnya tanpa melepas anakonda dari huniannya. Alex mengganjal perut besar itu dengan bantal.


"Hah hah, terima kasih sayang."


"Sama sama maaf jika tak bisa membuatmu puas," ujar Ariana dengan sesal jujur ia sedikit kesulitan menggerakkan tubuhnya.


"Aku sudah puas kok," ujarnya mengusap peluh didahi Ariana.


"Kenapa gak di cabut anakondanya?" tanya Ariana karena bawahnya sangat mengganjal.


"Gak mau biarin gini," jawabnya.


"Kalau bangun lagi gimana?" tanya Ariana jujur ia sudah tak sanggup lagi melayani suaminya.


"Gak kok," jawabnya entah itu bohong atau benar akhirnya Ariana mengangguk membiarkan anakonda milik suaminya tetap di huniannya.


"Kamu pasti capek? Tidur aja aku mau elus baby dulu," ucap Alex mengelus perut sang istri itu. Dengan anggukan samar Ariana mulai terlelap dipelukan sang suami.


"Maafin papa ya nak, papa mencintai kalian," ucap Alex mengecup kening Ariana hingga ia tertidur bersama sang istri di sore itu.


Bersambung


Jangan lupa Like + Komen + Vote dan masukkan ke daftar favorit kalian. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏