Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Anak



Happy reading


Setelah para penonton bubar, kini tinggal Keyra dan Albian ditengah lapangan beserta beberapa temannya.


"Cie yang baru jadian tangannya kek perangko gak mau lepas," ledek Putra pada sahabatnya.


Yah sejak tadi Albian tak melepaskan pegangan tangannya dengan Keyra, walau sudah berulang kali dilepaskan oleh Keyra tapi lagi lagi Albian menggenggamnya.


"Lepas ih malu," bisik Keyra berusaha melepaskan tangannya.


"Kenapa mesti malu? Sama pacar sendiri," jawabnya dengan senyum. Ia tak menghiraukan teman temannya yang sedari tadi menggibahinya.


"Udah sore kamu gak pulang?" tanya Keyra pada Albian.


"Nanti aja deh masih pengen disini," jawabnya dengan senyum.


Satu persatu mereka pamit untuk pulang kini hanya tinggal Al dan Keyra disana. Belum ada perbincangan diantara mereka, tapi tangan keduanya masih bertautan dengan erat nya. Hingga suara tangis seorang membuat mereka berdua melepaskan genggaman itu.


"Kakak hiks huaaaa," tangis Ella digendongan Leo.


"Lu apapin adik gue woy?" tanya Al mengambil alih Ella kegendongannya.


"Huaaaa pengen pulang Mama.... uhuk uhuk," tangis Ella tak mereda entah apa yang sudah dilakukan Leo pada adiknya tadi.


"Jawab!!"


"Tadi dia minta gulali dan es krim dimakan bareng, ya alhasil gitu dia ngeluh giginya ngilu," jawab Leo santai karena ia sudah biasa membuat Ella menangis entah itu mengejeknya atau yang lain.


"Ella sayang lihat kakak," ujarnya mendudukkan Ella dipangkuannya.


"Apa bener yang diucapkan Kak Leo?" tanya Al seraya menghapus air matanya. Ella mengangguk pelan, ia takut dimarahi oleh kakaknya ini.


"Ella tahu kan es krim itu gak baik buat gigi kamu yang kecil kecil ini? Kenapa masih nyesel minta dibeliin?" tanya Albian sedikit tegas.


Mendapat pertanyaan keras dari sang kakak membuat Ella kembali menangis dan meronta dipangkuannya Albian.


"Kamu sih!! Anak kalau nangis jangan dibikin kesel," ujar Keyra mengambil Ella dan menimangnya.


"Hiks hiks kaka malah huaaaa," tangis Ella seraya menyembunyikan wajahnya di leher Keyra yang dianggap sebagai pelindung dari sang kakak.


"Kakak gak marah kok sayang, dia cuma gak mau kamu sakit gigi. Lain kali kalau mau makan jangan dicampur hmm," ujarnya dengan lembut.


Keyra menimang Ella menjauhi dua orang itu, ia mengambil bola yang tadi diberikan Al padanya.


"Bola hiks."


"Mau main?" tanya Keyra dan dijawab gelengan oleh Ella tapi gadis itu mengambil bola basket itu.


Keyra yang melihat Ella ingin bermain itu menurunkannya di salah satu kursi yang ada disana.


"Ella masih sedih hmm?" tanyanya dengan senyum lembut. Ella menggeleng, ia masih enggan berbicara karena suaranya yang serak.


Dari kejauhan Al dan Leo menatap dua gadis beda umur itu. Ada rasa kagum di hati Leo pada Keyra dan hal itu di sadari oleh Albian.


"Dia cewek gue, awas lu jadiin dia objek liar lu," ujar Albian dengan nada datarnya. Ia tak suka Keyra ditatap seperti itu oleh Leo. Albian tahu tabiat Leo sedari kecil.


"Ya elah enggak kok, gue cuma kagum aja sama tu cewek. Dengan sangat mudah dia menenangkan Ella padahal tadi gue udah coba nenangin tu gadis tapi nangis terus," ucap Leo masih menatap Keyra dan Ella disana.


"Gue sendiri juga gak tahu kenapa Ella bisa seakrab itu dengan Keyra, padahal mereka baru pertama ketemu."


Al juga heran biasanya Ella tak akan seakrab itu, apa mereka pernah bertemu sebelumnya? Pertanyaan itu seakan memutar di kepalanya.


Mama Ariana dan Papa Alex sudah pulang sedari tadi, mereka menitipkan Ella pada Albian karena tak tega melihat Ariel dan Aidan tertidur sedari tadi.


"Gak pulang lu?" tanya Al pada Leo.


"Iya! Lu cuma ganggu gue sama Keyra," ujarnya.


"Sad boy, gitu amat lu. Lagian gue cuma mau nganterin Ella doang," ujarnya dengan ketus.


"Ya sudah gue pulang ya, jagain princess gue," ujarnya dengan senyum.


"Siapa princess lu?" tanyanya menatap tajam Leo. Jangan bilang Keyra yang disebut princess.


"Ella, dih lu pikir si Keyra?"


"Hmm."


Leo pergi meninggalkan Albian yang masih menatap pacar dan adiknya bermain itu, senyum manis selalu terbit dari bibir Keyra. Begitu juga Ella, entah apa ya diucapkan pacarnya itu pada adiknya.


Albian perlahan berjalan menuju tempat Keyra dan Ella bermain. Pelan sangat pelan, bahkan langkahnya saja tak terdengar.


"Main apa nih kok kakak gak diajak?" tanya Al memeluk tubuh adiknya dari belakang.


"Bola."


"Main di rumah mau? Ini sudah sore sayang, nanti kemalaman Mama marah sama Kakak," ujarnya dan diangguki oleh Ella.


"Yuk pulang," ajak Albian menggendong Ella dan satu tangannya menggandeng Keyra.


Sampailah mereka diparkiran, Albian memakaikan masker dan kaca mata Ella agar bocah cilik itu tak terkena polusi udara.


"Ella duduk disini gak apa apa kan?" tanya Albian anda diangguki oleh Ella.


Ella berada didepan Al dengan senyumnya Ella memegang body motor itu.


"Al... Ella aku pangku aja gak apa-apa," ujar Keyra.


"Gak bisa sayang, nanti kamu gak peluk aku lagi," jawabnya. Ia mengambil tangan Keyra dan meletakkan di perutnya.


Sontak saja panggilan sayang itu membuat wajah Keyra memerah malu. Ia tak menyangka dibalik sifat cueknya Albian tersimpan sisi romantis seperti ini.


Motor itu berjalan meninggalkan area kampus, dalam perjalanan Ella terlihat sangat anteng dan Keyra juga masih memeluk perut Al dengan erat.


Motor itu berhenti disebuah restoran, Al yakin jika Keyra belum makan sedari tadi. Begitupun dengan dirinya sendiri.


Albian masuk kedalam dengan menggendong Ella yang tampak ingin digendong Keyra.


"Nanti kakak gendong ya," ujarnya dengan senyum tak lupa ia mengecup pipi Ella.


"Mau sama kakak cantik," rengeknya meronta.


"Kakak cantik? Apa Key yang menyelamatkan Ella saat itu?" tanyanya dalam hati.


Akhirnya mau tak mau Al harus memberikan Ella pada Keyra, tak bisa ia pungkiri jika ia bahagia saat Keyra menyayangi adiknya. Ia pikir Keyra akan membencinya jika kasih sayangnya pada adik adiknya lebih besar daripada Keyra tapi nyatanya tidak.


Albian memilih meja yang agak jauh dari keramaian, seorang pelayan menghampiri mereka.


"Wah anaknya cantik banget Pak... Buk," ujar pelayan itu saat menatap Ella.


Keduanya saling pandang dengan bingung tapi dengan cepat Keyra memutuskan pandangan itu malu.


"Anak ya," batin mereka.


"Maaf mbak-" Belum selesai Keyra berucap Al menyelanya.


"Iya, dia memang sangat cantik seperti ibunya," jawab Albian menatap Keyra yang malu itu.


Bersambung