Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Menjelaskan



Setelah mengobati lukanya tadi, Alex masih stay di depan rumah sederhana itu membiarkan Nico mencari penginapan.


Sore pun berganti malam, suasanya yang tadinya cerah berganti gelap. Bi Erni yang baru pulang dari kondangan  itu terlejut siapa pemida yang ada di depan rumahnya ini.


"Maaf, mas siapa ya?" tanya Bi Erni pada Alex. Alex yang ditanya oleh seorang paruh baya iu tersenyum tipis.


"Saya suami Ariana bu, saya kesini mau jemput istri saya," jawab Alex yang membuat Bi Erni langsung menggeram kesal.


"Ooo.... Jadi kamu laki-laki yang sudah membuat Non Ria seperti ini hah? Apa kurangnya Non Ria sampai kamu tega selingkuhi dia," teriak Bi Erni.


"Saya tidak selingkuh bu, ini semua salah paham hingga Ariana pergi dari rumah," jawabnya masih mempertahankan kesopanannya.


"Tolong pertemukan saya dengan istri saya bu, saya mohon." Alex bersujud di kaki Bi Erni.


"Bangunlah nak jangan bersujud seperti ini," ujar Bi Erni mengangkat bahu Alex. Wanita berusia 60 tahun itu dapat melihat kesedihan di mata Alex.


"Masuklah dan bicara baik-baik, Non Ria orang yang baik. Bicaralah dengan kepala dingin," ucap Bi Erni.


"Dia terlalu marah denganku bu, tadi kami sudah bertemu tapi dia langsung menutup pintunya saat melihat saya." Alex terlihat sedih.


"Percayalah Non Ria orangnya pemaaf."


Bi Erni mengajak Alex masuk ke dalam rumah, Alex hanya mengikuti sang ibu yang belum ia ketahui namanya itu.


"Kamu sudah makan nak?" tanya Bi Erni.


"Sudah bu," jawab Alex yang tak sepenuhnya bohong.


"Kalau nanti kamu lapar, makanan ada di meja. Dan itu adalah kamar Non Ria. Sejak kehamilannya memasuki 9 bulan Non Ria gampang capek dan cepat tidur," jelasnya.


Hati Alex menghangat mendengar ucapan kehamilan dari Bi Erni, tadi saat Ariana keluar ia tak terlalu memperhatikan perut sang istri.


"Maaf, nama ibu siapa ya?" tanya Alex.


"Panggil saja Bi Erni," jawabnya.


"Terima kasih sudah mau merawat istri saya selama ini, saya akan mengantai semua yang sudah di pergunakan istri saya selama di sini," ujar Alex yang dibalas senyum oleh Bi Erni.


"Cukup buat Non Ria bahagia saja, bibi tak mengharapkan uang kalian."


"Maaf bi, bukan maksud saya begitu." Alex takut Bi Erni salah paham akan ucapannya.


"Tidak apa apa bibi paham, tapi bibi cuma ingin lihat Non Ariana bahagia bersama kamu dan anak kalian."


"Terima kasih bi."


Bi Erni hanya mengangguk dan berlalu menuju kamarnya, sedangkan Alex masih berdiri di depan pinty kayu itu.


Ceklek


Alex membuka pintu dan melihat kamar sang istri yang terlihat nyaman itu. Alex berjalan menuju kasur yang di tempati sang istri. Alex bisa melihat jika sang istri tidak nyaman dengan posisi tidurnya karena perut besar itu.


Alex tersenyum dapat melihat wajah cantik ini lagi, apalagi sekarang sedang mengandung buah cinta mereka.


Alex mengelus perut besar itu dengan senyum, ia tak bisa lagi menyembunyikan senyumnya itu.


"Papa di sini sayang, maaf sudah membuat kalian menderita selama ini. Papa janji akan membuat kalian bahagia setelah ini," ujarnya mengecup kening sang istri.


"Emhhh." Ariana menelusupkan wajahnya di dada pria itu. Dada yang selama ini di rindukan oleh Ariana selama ini.


"Maaf telah membohongimu dan membuat kamu salah paham selama ini."


"Aku tak mau kamu meninggalkanku lagi, sudah cukup," lirihnya yang tak bisa menahan air matanya.


Akhirnya Alex tertidur dengan posisi memeluk tubuh sang istri yang sangat ia rindukan.


Tak terasa malam yang gelap kini berganti menjadi pagi, Ariana merasa da yang aneh dengan tubuhnya. Biasanya ia bangun dengan tubuh pegal-pegal tapi sekarang ia merasa segar dan tubuhnya sangat nyaman.


Wanita itu membuka matanya pelan, dan betapa terkejutnya melihat wajah pria yang kemarin mengusik hatinya.


"Apa dia memelukku sepanjang malam?" batin Ariana.


"Bangun." Ariana mencoba membangunkan Alex tang masih memeluknya.


"Pagi!!"


"Apasih!! Kenapa kamu bisa masuk?" tanya Ariana pada Alex yang masih memeluknya.


"Ya karena Bi Erni bolehin gue masuk," jawabnya yang membuat Ariana langsung terduduk.


"Kenapa bibi bolehin kamu masuk, kamu buka siapa siapa aku lagi. Kamu hanya orang asing Alex."


"Kata siapa aku orang asing?" tanyanya yang dengan mengelus perut buncit itu.


"Kita sudah berpisah Lex, aku sudah menandatangani surat perceraian kita. Kamu sudah bebas Alex. BEBAS BERSAMA SELINGKUHANMU," seru Ariana dengan mata memerah.


"Shitt!!! Aku tak akan pernah selingkuh sayang. Kamu salah paham denganku."


"Salah paham gimana? Kamu jelas terlihat dekat dengan wanita itu, bahkan aku mendengarnya kalau kamu pernah bersetubuh denganmu. Sekarang dimana salah pahamnya?" tanya Ariana yang sudah menangis.


"Aku tidak selingkuh sayang, semua itu sudah direncanakan agar seolah-olah aku selingkuh dengan Claudia. Padahal aku sama sekali tidak pernah melirik wanita manapun, kalau soal Claudia yang deket aku di kantor itu aku langsung mendorongnya. Kalau masih gak percaya kamu bisa lihat CCTV ruangan aku."


Alex menjelaskan semuanya hingga tak ada lagi yang ia tutupi, mulai dari siapa dirinya hingga Nicola yang merupakan sahabatnya dan Caca.


Bersambung


Jangan lupa Like + Komen + Vote dan difavorit kalian. Share juga novel ini ya😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏