Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
KDBP



Happy reading


Sampainya mereka di hotel, Keyra dan Albian terlebih dahulu berdiam di dalam mobil.


"Pasti seperti klien klien sebelumnya," ujar Keyra menghembuskan nafasnya pelan.


"Kenapa hmm? Cemburu?" goda Albian menyandarkan kepalanya di bahu Keyra.


"Cemburu? Gak ya! Aku gak cemburu cuma kesel aja kalau sama kayak yang sudah sudah," jawabnya mengambil permen yang ada di dalam tasnya, ia juga menyuapkan permen rasa melon itu pada Albian.


"Manisan juga bibir kamu yank," ucapnya dengan senyumnya.


"Hehh, dasar raja gombal!"


"Enggak ya, aku cuma nge-gombalin kamu doang kok," jawabnya dengan senyum manisnya.


"Duh senyumnya bikin diabet dah," batin Keyra.


"Masuk gak nih?" tanya Keyra pada Al yang masih betah di bahunya.


"Nanti deh, lagi males ketemu para gambreng lagi," jawabnya yang membuat Keyra terkekeh.


Tak heran kenapa Al bilang begitu, pasalnya setiap ada meeting di hotel atau tempat tertutup lainnya pasti ada para ****** yang menemani kliennya.


Keyra tak munafik, ia memang cemburu jika ****** itu berhasil menggoda Albian tapi ia sama sekali tak menampakkan hal itu.


"Turun yuk, nanti malah dikira gak profesional kita," ujarnya mengangkat kepala Albian hingga membuat pria itu sedikit kesal.


"Kiss me please," pinta Albian.


"Tutup mata dulu," jawab Keyra dan langsung diangguki oleh Albian.


Plak


"Kiss kass kiss, halalin dulu baru aku mau kiss dengan suka rela," ucapnya setelah menampar pipi Albian.


"Sakit yank, astaga belum jadi istri kamu udah berani KDBP gimana kalau udah nikah coba," cemberutnya memegang pipinya. Walau tamparan tunangannya ini tak sakit sama sekali.


"Apaan tuh KDBP?" tanya Keyra bingung.


"Kekerasan Dalam BerPacaran!"


"Ooo, kalau gitu gak usah nikah sama aku kalau gak mau aku tampar," jawab Keyra. Sungguh wanita ini membuat darah tinggi Al naik.


"Gak bisa ya, kamu harus tetap jadi istri aku. Kita udah pacaran lebih dari 2 tahun, aku udah lamar kamu, Kamu udah menikmati ciuman pertamaku, dan kamu adalah MILIKKU SELAMANYA titik gak pake koma," jawab Albian menekan kata milikku selamanya.


Keyra yang mendengar itu tak bisa menahan senyumnya. Dari dulu Al memang seperti ini, selalu tak suka jika ia mengatakan untuk pergi cari baru atau gak usah pacaran sama aku.


"Gemes deh kalau lagi kesel, sini sini aku cium."


Cups


Keyra mengecup kening Al hingga membuat pria itu tersenyum kembali, tak apa hanya kecupan di kening. Suatu saat ia akan mendapat ciuman di bibir dengan mesra dari Keyra.


"Dah, aku milikmu. Awas aja kalau sampai nanti kamu tertarik sama si gambreng!"


"Iya sayang."


Setelah berbincangan yang cukup lama mereka berdua keluar dari mobil. Tentu dengan sikap formal mereka sebagai atasan dan bawahan.


Sampainya di sebuah kamar yang disiapkan oleh klien mereka, sebelum masuk Al terlebih dahulu berhenti dan menatap tunangannya.


"Nanti kita akan nginep hotel gak apa-apa ya?"


"Haiss aku mau pulang, kasihan Papa," jawabnya yang membuat Al cemberut.


"Cuma sampai sore kok yank, nanti malam aku balikin deh ke Papa," ucapnya dan diangguki oleh Keyra.


Mereka masuk dan benar saja yang dipikirkan keduanya, klien mereka membawa 2 ****** dengan pakaian seksinya.


"Cih aku tak kalah seksi daripada dua orang itu," batin Keyra menatap tunangannya yang sepertinya tak tertarik.


Meeting yang mereka rencanakan tak sesuai dengan mulus saat melihat ada kejanggalan dalam berkas yang diberikan sekretaris kliennya ini.


Walau di tukar dengan ****** pun Al tak akan mau, karena ia hanya setia Dengan satu wanita yaitu Keyra.


"Maaf Tuan tapi saya rasa kerja sama ini batal, sayang bukan orang yang menginginkan banyak wanita hanya untuk kontrak kecil seperti ini. Dan yah saya sudah memiliki calon istri."


Dengan berat hati mereka pergi dari sana, meninggalkan mereka berdua di kamar ini.


"Ke kamar yuk Key, mau lanjut tidur," ajaknya menarik sang pacar menuju kamar yang tadi ia pesan untuk berberapa jam kedepan.


"Tapi masih banyak tugas kantor Al, jangan lepas tanggung jawab gitu deh," ujarnya.


"Masih ada asisten aku kan, jadinya istirahat aja dulu," jawabnya.


Keyra tak bisa menolak ajakan Al karena ia juga tahu jika Al bilang hanya ingin tidur ya tidur bukan yang lain.


Bersambung


Gambreng atau ***** itu bahasa jawa ya kak, sejenis kumbang yang ada di daun. Biasanya Tya ambil tu gambreng petang sama Mamak, katanya enak tapi gak tahu karena Tya gak pernah makan.