
Happy reading
Keesokan paginya Ariana sudah kembali segar tak lupa daster yang ia pakai menambah kesan seksi di mata Alex.
"Al," panggil Ariana pada sang suami yang masih menggulung diri di atas kasur.
"Hmm?" dehem Alex menatasp sang istri tapi malas untuk bangun.
"Jalan-jalan yuk," ajak Ariana pada sang suami.
"Jalan kaki?" tanya Alex.
"Naik delman, ya iyalah jalan kaki," kesal Ariana menarik kaki Alex hingga sang empu terjatuh dari kasur.
"Sakit sayang ih, ini namanya kekerasan dalam rumah tangga tahu," ringis Alex merasa bokongnya yang panas.
"Biarin, lagian kamu ngebo jadi suami," sungutnya tak peduli dan berlalu menuju meja riasnya.
Grep
"Kenapa marah marah aja sih hmm?" tanya Alex yang sudah memeluk Ariana dari belakang.
"Jalan jalan Al, sejak kamu di sini aku jadi gak bisa keluar. Yuk jalan jalan," ajaknya pada sang suami.
"Mau jalan-jalan kemana emang hmm?"
"Sekitar sini aja, aku sumpek dirumah terus," ujarnya pada sang suami.
"Ya sudah aku ganti baju dulu, habis itu kita jalan oke."
"Cium dulu," pinta Alex.
"Gak mau kamu belum mandi," ujarnya berlalu menuju lemari dan mengambil baju santai suaminya.
"Nih baju kamu," Ariana menyerahkan baju santai pada Alex.
"Cium dulu sayang, baru aku mau mandi," ujar Alex meraih tangan sang istri.
Cups
"Udah kan, cepet mandi!!" serunya setelah mengecup pipi Alex.
"Huhh padahal aku maunya di bibir kenapa malah pipi sih," gerutu Alex berlalu berjalan menuju kamar mandi.
"Papamu ganoang ngambek nak, lucu ya," jujur Ariana ingin tertawa saat melihat wajah cemberut suaminya tadi.
Tak lama Alex sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah di pilih Alex. Ariana yang sudah menunggu sang suami itu tersenyum.
Mereka keluar dari rumah itu dan berjalan kaki, tujuan merekapun belum di ketahui Alex karena ia hanyaengikuti sang istri.
"Kita mau kemana sih yank?" tanya Alex yang enggan melepas pegangan tangannya dengan sang istri.
"Nanti kamu juga tahu," ujarnya seraya mengelus bulu di wajah Alex.
"Kamu gak rawat wajah kamu ya?" tanya Ariana.
"Mana sempat perawatan sayang, aku aja sibuk nyari kamu selain kerja dan kerja," jawab Alex dengan santai.
"Tapi kamu ada yang beda dengan kamu saat ini," ujar Ariana.
"Apa?" hanya Alex menatap sang istri.
"Makin gagah dan juga..." Ariana menghentikan ucapannya dan menggigit bibir bawahnya. Alex masih setia menggandehg sang istri.
"Dan juga apa sayang?" tanyanya megelus bibir Ariana agar tidak di gigit.
"Dan anakonda kamu juga makin besar, entah itu pikiran aku aja atau emang iya. Padahal sebelum aku pergi masih muat ada digengaman aku kalau lagi ngembang," malu Ariana menyembunyikan wajahnya dibalik lengan Alex.
"Hahaha kamu mengakui juga kalau anakondaku itu jumbo," bangga Alex mengecup bibir Ariana berkali-kali.
"Maaf sayang aku reflek aja cium kamu soalnya bibir kamu bikin candu," ujarnya.
Mereka terus berjalan menuju jalan raya hingga sampailah mereka di sebuah tempat cukur yang cukup terkenal di desa ini.
"Kenapa kamu ngajak aku di sini?" tanya Alex pada sang istri.
"Cukur ini, ini. Biar lebih rapi, aku mau suamiku kembalu seperti dulu," ujarnya menyentuh dagu, rahang yang tertumbuhi bulu. Alex hanya manut akan apa yang diucapkan sang istri. Tak ada salahnya jika ia mencukur bulu bulu ini.
"Apalagi kalau kamu cium aku rasanya geli Al, tapi enak gimana gitu," ujarnya tanpa malu.
"Kamu ya bisa aja, oke aku bakal cukur bulu-bulu ini," ucapnya.
Alex menghampiri tukang cukurnya dan tak lama sang tukang cukur mulai mencukur bulu-bulu di sekitar wajah Alex.
Sedangkan Ariana menunggu sang suami di warung dekat tukang cukur sesekali melihat suaminya.
"Mbak mau onde-ondenya ya yang isinya kacang hijau ada?" tanya Ariana menatap onde onde di depannya.
"Ada mbak yang di sebelah mbak itu isinya kelapa parut, kalau yang deket kacang itu isinya kacang hijau," jawabnya memberi tahi isi onde-onde yang dijual.
Ariana mengambil satu onde-onde karena memang sedari tadi ia belum makan apapun. Tak menyadari jika sang suami sudah berada di sampingnya.
"Makan sendiri gak ajak-ajak," ujar Alex mencomot onde onde milik Ariana yang tinggal separo.
Deg
"Tampan banget," batin Ariana
"Alex yang dulu sudah kembali, wajahnya juga sudah kembali mulus," gumamnya mengelus rahang sang suami.
"Aku tahu aku tampan gak usah di lihatin gitu juga," ujarnya dengan nada menggoda.
Para cewek yang baru selesai JJP alias jalan-jalan pagi dan mampir ke warung sederhana itu terpesona melihat Alex dengan santainya memakan onde-onde milik Ariana.
"Bang... Punya adek aja bang. Masih banyak ini buat abang," ucap cewek berbaju kuning.
"Punya eneng juga masih banyak kok bang, mau onde-onde isi susu juga ada," tak kalah cewek berbaju merah itu dengan dada yang di pamerkannya.
"Punyaku juga masih banyak nih bang, ambil aja kalau mau."
Suara para gadis itu sungguh membuat Ariana kesal, ia akui sang suami memang sangat tampan apalagi di desa ini.
"Maaf ya mbak-mbak cantik, suami saya memang tampan tapi dia gak doyan sama onde-onde murah punya kalian," sinis Ariana menatap tajam mbak-mbak tadi. Kini beralih ke suaminya.
"Puas kamu dilihatin banyak cewek gitu? Puas?" tanya Ariana ketus pada sang suami yang hanya menggeleng.
"Aku gak puas sebelum kamu yang lihatin aku, apalagi layani aku," bisiknya diakhir kalimat.
Ariana nampaknya tak terpengaruh akan jawaban Alex kali ini, Ariana membayar onde-onde yang sudah ia makan dan keluar dari warung itu meninggalkan sang suami.
"Sayang tungguin," teriak Alex yang tak digubris oleh Ariana. Pria itu mengikuti Ariana meninggalkan warung itu.
"Sayang ya udah punya istri."
"Apalagi istrinya cantik banget walau hamil tua."
"Padahal gue udah mau aja lepas keperawanan dada gue yang seksih ini."
"Istighfar woy, itu suami orang," teriak pemilik warung menyadarkan tiga cewek itu
Bersambung
Jangan lupa Like + Komen + Vote dan masukkan ke daftar favorit kalian. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏