
Happy reading
Setelah acara pertunangan pribadi yang dilakukan Albian secara pribadi tadi, Keyra maupun Al tak bisa menyembunyikan senyum bahagia masing masing.
"Yank tidur di rumah aku aja ya," pinta Albian yang dibalas gelengan oleh Keyra.
"Aku punya rumah sendiri, Papa pasti kesepian dirumah sendiri."
"Kan ada Mama Age yank," ujarnya.
"Tante Age sama Papa kemarin resmi pisah saat Papa tahu kalau Tante Age itu selingkuh sama mantan suaminya dulu," jawab Keyra pada pacarnya.
"Owh tapi aku tetap mau kamu nginep di rumah aku, gak boleh nolak aku juga sudah izin sama Om Arga kalau kamu nginep," balas Albian yang tak mau pacarnya jauh darinya.
"Tapi aku harus pulang Al," tolaknya.
"Besok kita meeting pagi jam 6 kamu gak mau telat kan? Apalagi saat Ini kamu lagi datang bulan pasti males kalau mau bangun pagi!"
Benar juga besok ada meeting pagi di sebuah hotel bintang lima di kota ini dan itu juga hotel keluarga Bara. Bisa dibayangkan betapa sultannya mereka.
"Ya sudah aku mau," jawabnya.
Al bersorak senang dalam hatinya saat mendapat persetujuan dari sang pacar. Jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan tapi mereka masih ada di jalan entah kapan sampainya.
Suara lagu dari George Benson yang berjudul "Nothing's gonna change my love for you" itu sukses membuat Keyra makin malu dibuatnya.
If I had to live my life without you near me
The days would all be empty
The nights would seem so long
With you I see forever, oh, so clearly
I might have been in love before
But it never felt this strong
Our dreams are young and we both know
They'll take us where we want to go
Hold me now, touch me now
I don't want to live without you
Nothing's gonna change my love for you
You oughta know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I'll never ask for more than your love
"Sweet banget dah cowok gue," batin Keyra berteriak dalam hatinya.
"Udah jangan gombal terus, aku mau cepet sampai rumah ini," desak Keyra yang membuat Al sedikit kesal karena momennya mempraktekkannya saran Papanya gagal karena ini.
"Iya bentar lagi sampai kok Key," jawabnya dengan senyum paksa.
Mobil itu menuju kediaman Bara, entah kenapa saat keduanya masuk semua sudah tak ada di ruang keluarga.
"Aku tidur di kamar biasa ya, baju aku juga ada disana kan" ujar Keyra dan dianggukkan oleh Albian.
"Jangan tidur sama kembar pokoknya aku gak akan rela!"
Yah setiap Nabila nginep pasti akan dikuasai oleh di kembar hingga untuk berduaan aja Al harus mengambil wakil yang telat.
"Iya kamu tenang aja," jawabnya seraya berlalu menuju kamar yang tak jauh dari kamar Albian.
Keyra yang sudah tak tahan ingin bebersih badan itu langsung menuju kamar mandi.
Setelah selesai Keyra mengambil pidana pendek yang ada disana dan memakainya. Bisa gawat kalau gak pakai celana.
Setelah selesai Keyra keluar dari kamar mandi dan menuju kasur empuk itu. Ia merebahkan badannya disana, rasa capek yang tadi melanda kini perlahan hilang dengan baringnya ini.
Keyra yang sedang menutup mata, ia teringat kembali kejadian tadi. Dimana ia di lamar oleh Al dengan sangat romantis bahkan senyumnya tiba-tiba muncul.
"Cantik banget sih kamu, pasti mahal ya?" tanya Keyra mengusap cincin yang diberikan Al tadi.
"Hak mahal jika diberikan untuk orang yang tepat, apalagi jika dipakai di jari kamu. Akan terlihat istimewa," jawab Albian yang sudah mengunci kamar itu.
"Kok disini? Bukannya di kamar kamu sendiri?" tanya Keyra melihat pacarnya hanya memakai kaos bolong dengan kolor hitam saja.
"Pengen peluk kamu yank, aku gak bisa tidur," jawabnya naik keatas kasur dan menarik selimut itu.
"Ih gak boleh tidur sini Al, belum halal lagi. Nanti di grebek loh," ujar Keyra menundukkan badannya saat Albian sudah ada didepannya.
"Gak apa-apa, lagian aku gak akan perkaos kamu kok. Kalaupun aku khilaf janji besok aku nikahin kamu," ujarnya menarik tangan Keyra dan mendekap nya hangat. Jantung Keyra tak aman sekarang, detak yang biasanya normal kini berubah dua kali lipat.
"Itung itung latihan saat kita udah jadi suami istri," ucap Albian tersenyum geli saat merasa nafas tersendat dan juga detak jantung Keyra yang dua kali lebih cepat.
"Santai saja aku tak memakanmu kok," bisiknya.
Akhirnya Keyra pasrah dan mulai tenang, ia mendongakkan kepalanya menatap Al yang ternyata belum tidur.
"Tidur sayang," ucapnya dengan lembut tak lupa kecupan di kening itu.
"Iya."
Keyra berusaha memejamkan matanya dalam pelukan Albian. Sedangkan pria itu tersenyum senang karena bisa tidur bareng dengan Keyra.
Al memeluk Keyra dengan erat seakan tak ingin Keyra lepas darinya. Lama kelamaan keduanya terlelap menuju alam mimpi masing masing berdoa agar dipertemukan dalam satu sisi yang sama.
Bersambung