Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Menjadi Bayi



Happy reading


"Mami sama papi pulang dulu ya, kata opa dia mau pulang hari ini," pamit Mami Gloria pada anak dan menantunya.


"Iya mi. Makasih sudah mau ngaterin Ariana kerumah sakit."


Ariana memeluk mami dan papinya bergantian, sedangkan Alex hanya mengangguk karena dari tadi Baby Bian tak mau melepaskan pelukannya bahkan semaki erat.


Dan kini tinggallah mereka bertiga dikamar VVIP yang memang khusus untuk pemilik rumah sakit.


"Baby lepasin dulu ya, papa mau mandi sebentar," ucap Alex pada Baby Bian yang masih stay menempel dibadannya.


"Udah mas gak apa-apa, mandinya nanti aja," ujar Ariana yang masih tak tega jika anaknya kembali menangis.


"Tapi aku maunya dipeluk kamu," rengeknya.


"Nanti aku peluk. Sekarang kamu timang Bian ya mas. Dia rindu banget sama kamu," ujar Ariana seraya mengupas buah jeruk itu.


"Kalau kamu kangen gak yank?" tanya Alex paa Ariana.


"Kangen tapikan kangen kangenannya kita bisa dipending dulu. Kamu tahu gak mas baby dari pagi tadi nangis terus, disusuin gak mau, pas aku telepon kamu gak kamu angkat."


"Maaf ya sayang, ponsel aku aku silent. Pikirku mau kasih kejutan buat kamu tapi malah aku yang terkejut karena saat sampai rumah kalian gak ada dan pelayan bilang Bian dibawa kerumah sakit," jawabnya menatap Ariana.


"Gak apa."


Ariana menyuapkan jeruk yang tadi dikupas pada suaminya. Ariana menatap bayinya yang sudah mulai lelah itu.


"Sama mama dulu ya nak, nanti kamu bisa manja lagi sama papa," ucap Ariana pada bayinya yang mulai menurut.


"Kamu mandi gih mas, tadi aku udah pesen makan. Paling gak lama sampai," ujar Ariana dan dianggukkan oleh Alex.


Cups


"Aku kangen bibir kamu," ujarnya kemudian berlalu menuju kamar mandi.


"Rasanya masih sama," batin Ariana menatap pintu kamar mandi yang sudah di tutup itu.


Ariana menyusui Baby Bian yang sangat lahap minum itu, mungkin karena sedari pagi bayi itu belum minum apapun.


"Jangan kayak tadi ya nak, mama takut," gumam Ariana mengelus rambut lembut bayinya yang semangat menyedot susunya itu.


Ceklek


Alex keluar dari kamar mandi dengan memakai celana pendek saja. Pria itu melihat sang istri masih menyusui Baby Bian dengan tangan menepuk lembut bokong bayi itu agar tertidur.


"Udah tidur yank?" tanya Alex dan dijawab anggukan oleh Ariana. Walau Bian sudah tidur tapi pung utan didada ibunya itu tak ia lepaskan begiti saja. Hingga dengan pelan Ariana melepas buah dadanya dari mulut Bian.


"Kapan baby boleh pulang?" tanya Alex yang sudah duduk di ranjang itu.


"Kalau baby udah gak nangis lagi nanti malam bisa pulang," jawab Ariana meletakkan baby Bian di ranjang dengan posisi nyamannya.


"Kita nginep sini aja ya yank, lagian aku capek mau istirahat disini," ujar Alex ikut naik ke ranjang dan berbaring disebelah Baby Bian.


"Kan enak dirumah," ucap Ariana mengelus rambut suaminya.


"Gak enak kalau gak ada kamu," jawabnya dengan tangan yang sudah meraba kemana mana.


Tok! Tok! Tok!


"Bentar ya itu pasti pesanan aku tadi."


Dengan cepat Ariana membuka pintu dan benar saja itu adalah kurir yang mengantar makanan untuk mereka. Sedangkan Alex malah manyun dan ikut menarik selimut baby Bian hingga tampaklah mereka bagai bayi besar dan bayi kecil dimata Ariana.


"Kesel aja," jawabnya ketus.


"Hahaha ngambeknya nanti dulu ya. Kita makan dulu," ucap Ariana membuka bungkus makanan itu dan berlalu mejuju washtafel untuk mencuci tangan.


"Suapin!" pintanya langsung terduduk.


"Iya suamiku yang manja. Baru 6 hari gak ada aku kamu manja banget ya kayak anak kecil tahu," ucap Ariana menyuapkan makanan itu kemulut suaminya.


"Eh yang dimakan itu bukan jari aku mas," ujar Ariana saat jari tangannya ikut di **** oleh Alex.


"Enak kok sayang," jawabnya seraya mengunyah makanannya.


Ariana hanya menggeleng pelan, ia juga ikut makan. Ariana terus menyuapkan makanan itu ke mulut Alex hingga makanan itu habis.


Ariana membuang tempat makanan itu ketempat sampah dan mencuci tangannya.


"Sayang sini," panggil Alex menepuk sisi ranjangnya.


"Kenapa?"


"Kangen," jawabnya menaruh kepalanya di paha Ariana yang sudah duduk diranjang itu.


Ariana hanya diam dengan tangan mengelus ia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika suaminya sudah seperti ini.


"Katanya capek hmm?"


"Emmh," Alex menggeleng dengan menyembunyikan wajahnya diperut Ariana. Alex akan bersikap seperti ini jika ia terlalu lelah, ada masalah, dan butuh penyemangat.


"Bilang aja mau jadi bayi hmm?" Alex mengangguk.


Ariana kembali membuka kancing atas bajunya hingga menampakkan dada besar nan indah itu.


"Aku izinkan kamu menjadi bayi sampai kamu puas untuk hari ini," ujar Ariana. Seakan mendapat angin segar Alex langsung mengambil buah itu dan memungu tnya.


Alex tahu ia tak mungkin meminta lebih sekarang tapi setidaknya istrinya tahu apa yang ia inginkan.


"Pelan-pelan aja gak akan ada yang ngambil," ujar Ariana lembut dengan tangan mengelus rambut lebat suaminya.


"Emmhh."


Alex yang merasa nikmat akan susu yang keluar itu ikut mere mas buah dada yang satunya.


Ariana membiarkan apa yang dilakukan suaminya itu hingga dahaganya terpuaskan.


Plup


"Udah puas?" tanya Ariana setelah 30 menit lebih Alex menyusu.


"Udah, makasih sayang," ucapnya memeluk sang istri yang hanya mengangguk.


Karena kelelahan keduanya pun tertidur dalam satu ranjang itu yang sangat cukup untuk mereka bertiga.


Bersambung


📌Nafsu Atau Cinta (On going) Kisah Mami Gloria dan Arthur.


Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏