Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Memaafkan



Happy reading


"Hiks hiks huaaaa," tangis Ariana pecah saat Alex menceritakan semuanya padanya.


"Sayang, sudah kenapa malah nangis?" tanya Alex yang melihat sang istri menangis sampai segukan. Alex memeluk tubuh berisi itu dengan lembut.


"Huaaaa hiks hiks," bukan jawaban yang Alex dapat tapi tangisan Ariana makin keras.


"Cup... cup... cup."


Alex mengelus punggung bergetar sang istri dengan lembut dan sesekali mengecup pucuk kepala Ariana.


"Maafin aku yang sudah bohongi kamu, aku mau jujur tapi aku takut kamu akan kecewa dan tinggalin aku. Tapi kau malah tahu dan petgi meninggalkan aku," ujarnya dengan tangan yang masih aktif mengelus punggung Ariana.


Tangisan Arian mulai mereda hanya tinggal segukan yang terdengar oleh Alex, perlahan Alex melepas pelukan itu dan mengambil gelas yang ada di nakas.


"Pelan-pelan ya," Alex memberikan gelas itu pada Ariana.


Gluk! Gluk! Gluk!


Ariana memberikan gelas kosong itu pada Alex. Ariana menatap Alex yang ada di depannya. Alex tak seperti dulu ekarang pria 28 tahun itu lebih gagah dengan bulu diarea wajah itu.


"Maafkan aku," ujar Alex meraih tangan sang istri.


"Aku tak ada niat untuk membohongimu, aku hanya belum siap," ujarnya lagi.


"Aku juga bersumpah aku tidak pernah selingkuh," dengan sungguh-sungguh Alex memegang tangan Ariana. Matanya menahan air mata agar tidak jatuh.


Ariana mengangkat tangannya dan mengelus rahang yang di penuhi bulu itu.


"Kenapa sampai lebat begini?" tanya Ariana dengan lirih, ia masih sedikit terisak.


"Kenapa kamu gak suka?" tanya Alex mengecup telapak tangan Ariana.


"Suka! Kamu tambah gagah kalau gini," jawabnya jujur. Entah kenapa ia sudah tak marah lagi dengan Alex, mungkin itu hormon kehamilan.


"Jadi dulu aku gak gagah?" tanya Alex seolah ngambek.


"Gagah!! Tapi wajah kamu masih baby face, kalau sekarang udah kelihatan gagahnya."


"Hmm, gitu-gitu aku bisa bikin perut kamu begah 'kan?" godanya mencubit dagu Ariana.


"Sakit."


"Sayang, maafin aku ya. Maaf untuk semuanya, aku janji bakal jaga kamu sama baby. Aku sudah meminta restu kepada mama, papa, oma, dan opa. Dan mereka setuju, asal kamu bisa kembali," ujar Alex mengelus perut Ariana.


"Aku udah maafin kamu Lex, tapi aku belum bisa pulang ke kota," ucapnya yang membuat Alex mengerutkan dahinya.


"Kenapa?" tanya Alex yang masih mengelus perut buncit itu.


"HPLku sekitar minggu ini Lex, aku gak mau orang rumah khawatir. Biarkan aku di sini dulu," ucapnya menumpuk tangannya di atas tangan Alex.


"Aku juga akan di sini kalau begitu," ujar Alex yang kembali memeluk Ariana.


"Kita gak bisa bersama Lex, aku dan kamu udah bukan suami istri lagi, aku sudah menggugat kamu kepengadilan," ujar Ariana yang menyesali perbuatannya dulu.


"Kita masih suami istri sayang, aku tak menandatangani surat itu bahkan surat gugatan kamu sudah aku bakar," jawabnya santai seraya membuka baju Ariana dan mengelus perut Ariana.


"Heem, itu gak penting sayang. Aku gak mau pisah sama kamu. Walau kamu yang minta, aku gak bisa. karena aku cinta sama kamu," jelasnya.


Ariana hanya terdiam ia menikmati pelukan sang suami yang mengelus perutnya itu.


"Yank," panggil Alex.


"Hmm? Kenapa?" tanya Ariana.


"Maaf untuk selama ini, maaf aku baru bisa menemuimu setelah 8 bilan lebih kamu pergi."


"Aku juga minta maaf, andai dulu aku tunggu kamu jelasin dulu aku gak main kabur kaburan," ujar Ariana sedih.


"Shuutt itu sudah berlalu, sekarang kita sudah bersama lagi. Jangan pergi lagi oke."


Ariana mengangguk, dengan senyum tangannya merukur untuk mengelus rambut tebal sang suami bahkan bisa di bilang gondrong.


"Apa anak kita nyusahin kamu yank?" tanya Alex pada sang istri.


"Hmmm awal awal iya, cium bau ini mual muntah. Tapi sekarang sudah enggak," jawabnya jujur.


"Kamu pernah kangen aku?" tanya Alex pada sang istri. Ariana hanya bisa menggigit bibir bawahnya, ia malu jika Alex mengetahui jika ia sangat merindukan pria ini, papa dari bayi yang sedang ia kandung.


"Enggak!!" jawabnya dengan senyum.


Alex membeku saat Ariana mengucap kata tidak itu, Alex berhenti mengelus perut besar itu dan menatap sang istri.


"Sedikit pun?" tanya Alex dan dianggukkan oleh Ariana.


"Kamu gak cinta sama aku lagi, sayang...." rengek Alex yang membuat Ariana tekeh geli melihat reaksi suaminya.


"Aku mau mandi, minggir dulu." Arianamengabgkat kepala Alex yang ada di pahanya itu.


"Gak mau sebelum kamu cium aku," pintanya dengan wajah mesum.


"Gak mau, kamu belum mandi."


"Kalau begitu aku juga gak mau lepasin pelukan kamu," ujarnua kembali mengelus perut itu.


Elusan Alex yang semula di perut kini semakin meraja lela, Alex merema* pelan dada Ariana yang besar, padat, dan berisi itu.


"Eughh... cukup Al," Ariana menghentikan tangan Alex yang ada di atas dadanya.


"Gak mau sebelum kamu cium aku, aku kangen semua yang ada di kamu. Aku kangen kamu manjain anakondaku, dia sudah lama gak kamu sentuh. Emang gak kangen?" tanya Alex menggoda Ariana.


Ariana malu, giginya menggigit bibir bawahnya. Membayangkan saja sudah membuat miliknya berkedut.


Cups


"Biar aku yang mulai," ucap Alex mengecup bibir Ariana yang tampak pink alami tanpa polesan apapun.


Bersambung


Jangan lupa Like + Komen + Vote dan difavorit kalian. Share juga novel ini ya😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏