Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Mami Gloria



Happy reading


Nada yang begitu tinggi cukup membuat gendang telinga Alex berdengung. Alex menatap maminya dan berucap.


"Sini mih duduk dulu, biar Alex cerita sedikit tentang menantu mami." Alex bangkita dari duduknya dan menggiring sang mami ke sofa yang ada di ruangannya itu.


"Apa cepet jelasin kenapa kamu gak mau bawa istri kamu ke mansion?" tanya Mami Gloria.


"Hufftt istri Alex belum tahu siapa Alex sebenar mi," jawab Alex sedih, ia juga ingin mengungkapkan siapa dirinya pada sang istri tapi ia terlalu takut jika sang istrinya kecewa padanya dan meninggalkannya.


"What!!! Kamu bohong sama mantu mami yang cantik itu hah?" tanya Mami Gloria dan diangguki oleh Alex.


"Emang kamu ngaku jadi apa, gak mungkin kamu jadi pengangguran?" tanya Mami Gloria lagi.


"Driver taksi," jawabnya santai.


"Apa!! Kok bisa, aduh anak mami yang tampan ini kenapa jadi sopir taksi sih hah? Kenapa gak pegawai atau manager aja sih Alex sayang ih gemes deh punya anak," Mami Gloria mencubit pipi sang putra.


"Mami kebiasaan deh."


"Sorry sorry, mami reflek, terus?"


"Aku cuma mau lihat dia tulus apa enggak nikah sama aku? Yah walau kita nikahnya karena salah faham, tapi sku udah terlanjur cinta sama dia mih."


"Terus?" tampaknya sang mami sangat antusias akan cerita sang anak.


"Dan sejauh ini dia bisa ngimbangi kehidupan aku yang hanya menjadi driver taksi."


"Kamu tahu dia putri tunggal keluarga Delta?" tanya Mami yang mulai serius.


"Tahu, aku juga tahu kalau dia sampai tersesat karena kabur dari musuh keluarganya."


"Bagus, mami harap kamu bisa jaga mantu cantik mami itu baik-baik walaupun mami belum pernah ketemu sama dia, mami yakin dia wanita baik-baik. Karena mami kenal dengan ibunya."


"Yah mami kenal juga sama papanya karena dulu mami pernah kejar papanya Ria kan?" tanya Alex santai, entah tahu darimana Alex tentang itu semua.


"Wait wait wait tahu darimana kamu kalau mami pernah ngejar papanya si mantu?" tanya Mami Gloria dengan penuh selidik.


"Kaya gak tahu aku aja, sejak Ria jadi istri aku aku selidiki siapa istriku sebenarnya dan juga orang terdekatnya. Dan yah betap terkejutnya aku saat tahu jika mami pernah suka dengan mertua aku," cibir Alex.


"Ih kamu tuh sama aja sama papi kamu."


"Itu kenyataan mami," ujar Alex pada sang ibu.


"Iya deh iya, emm mami boleh ketemu mantu mami sebentar aja?" tanya Mami Gloria pada Alex.


"Gak boleh, mami kalau ketemu sama Ria bisa hancur semua rahasia aku. Akan ada saatnya kalian bertemu suatu saat nanti," tolak Alex.


Sebenarnya mau saja mempertemukan sang mami dengan sang istri tapi mengingat mulut ember sang mami membuatnya enggan.


"Aishh ya sudah, tapi janji bawa mantu mami pulang."


"Iya."


"Udah ML belum? Kalian honeymoon gak?" tanya Mami Gloria pada sang anak.


"Heem, baru aja kemarin malam. Boro boro honeymoon, ungkapin cinta juga baru tadi malam."


"Jadi saat ML Ria belum ungkapin cintanya? Kamu paska nih pasti," tuduh Mami Gloria.


"Enggak, Ariana cuma bilang menyukai saat itu bukan mencintai." Senyum Alex mengenbang saat mengungat pelukan Ariana tadi malam dengan mengucapkan i love you.


"Gila ya kamu, btw gimana rasanya Lex, masih oria tau udah second?" tanya Mami Gloria yang tiba tiba kepo.


"100% ori, Alex yang pertama ambil keperawanan Ria," jawabnya mantap tak lupa senyum di bibirnya.


"Syukurlah kamu masih normal!!! Mama pikir kamu gak normal, karena kamu gak pernah bawa perempuan pulang."


"Karena aku menunggu Ariana mami, asal mami tahu Ria adalah anak perempuan yang dulu nolongin mami."


"Aku normal mami," Alex meninggikan suaranya.


"Iya mami percaya kok."


"Oh ya, papi ada di sini gak?" tanya Mami Gloria.


"Gak tahu, biasanya dia pulang cepat dan limpahin semua urusan kantor ke aku."


"Hahaha nikmati aja oke, kamu itu pewaris kekayaan papi."


Mami Gloria bangkit dari duduknya, Alex menatap sang mami.


"Biasalah, keruangan papi. Mana tahu dapat jatah, bisa ngawetin umur," ucapnya tanpa malu.


"Di sini juga gak kamu kasih minum," imbuhnya.


"Ya sudah sana, ganggu anak kerja aja."


Bukan mencegah Alex malah mengusir sang mami, tanpa menghiraukan raut wajah sang mami. Alex kembali ke meja kebesarannya.


"Dasar anak kurang ajar, ngusir mami hah."


"Kan mami yang mau ke ruangan papi, ya sudah sana."


"Iya juga sih," gumam samg mami keluar dari ruangan Alex.


Alex kembali berkutat dengan kertas dan laptopnya, dengan sedikit kesal tapi ia akan mempercepat pekerjaannya agar bisa pulang cepat.


Drrttt (Ajarkan aku...)


"Sial nada deringnya belum aku ganti," gumam Alex mengangkat panggilan itu.


"Halo"


"Udah makan belum?"


Deg


"Suara ini," batin Alex melihat siapa yang meneleponya dan ternyata My Mineโ™ก


"Sayang kamu masih di sana kan?" -Ariana


"Ah iya sayang, aku belum makan bentar lagi aku cari warung buat makan," bohong Alex menatap kertas didepannya.


'Makan kertas iya.'


"Jangan lupa makan siang ya sayang, nanti kalau kamu sakit aku gak bisa ngobatin kamu karena aku bukan dokter." -Ariana


Perhatian dari Ariana membuat Alex kembali bersemangat.


"Iya sayang, kamu juga oke. Jangan khawatirkan aku." -Alex


"Heem."-Ariana


"Kok sepi sih Lex?" tanya Ariana.


"Ya karena gak ada penumpang sayang," jawab Alex.


"Oh aku ganggu ya? Aku tutup ya kamu semangat kerjanya buat aku," ucap Ariana dari seberang disertari cekikikan.


"Siap nyonya."


Sambungan telepon itu tertutup, Alex menghubungi sekretaris Vito untuk membawakan makan siang ke ruangannya.


Tak sampai 15 menit Vito sudah membawa paper bag berisi makan siang bosnya. Alex yang menatap makanan yang banyak itu meminta Vito untuk ikut makan.


"Terima kasih banyak tuan tapi saya masih kenyang," jawab sopan Vito pada bosnya.


"Kamu menolak Vit?" tegas Alex, mau tak mau Vito ikut makan bersama sang bos.


"Beri tambahan penjagaan istriku," ucap Alex tiba tiba seraya menyuapkan makanan kr mulutnya.


"Siap tuan, dan ya tuan semua yang anda minta tadi ada di taksi yang tadi anda naiki," sopan Vito pada sang bos.


"Hmmm, terima kasih bantuan kamu selama ini. Terima kasih sudah mau menjadi sekretaris saya," ucap tulus Alex pada Vito.


"Iya tuan, saya sudah berjanji pada diri saya sendiri jika akan membalas jasa orang yang telah menyelamatkan nyawa saya. Mungkin dengan ini caranya."


"Aku bangga memiliki adik sepertimu." Alex menepuk pundak Vito.


Deg


"Tuan Alex menganggap aku adiknya?" batin Vito bahagia.


Bersambung


Jangan lupa Like + Komen + Vote dan tambahkan difavorit kalian. Share juga novel ini ya๐Ÿ˜Š


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.๐Ÿ™๐Ÿ™


Visual Ariana dan Alex ada di episode 20 ya๐Ÿ˜Š