Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Cerita orang dewasa



Happy reading


"Pi, Alex kok gak pulang-pulang ya dua bulan ini. Apa dia udah gak kangen sama kita?" tanya sang wanita pada suaminya.


"Mungkin dia sibuk mi," jawab sang suami mengelus surai sang istri yang sedikit memutih karena usia.


"Kalau tahu begini gak bakal mami izinin dia pergi dari sini. Lihatlah mansion ini besar tapi sepi seperti tak ada kehidupan di dalamnya," ucap Mami Gloria menatap ruangan yang besar tapi hanya terdengar suara para pelayan yang berlalu lalang.


"Alex sudah 27 tahun, harusnya dia sudah menikah dan kita sudah mempunyai cucu, tapi lihatlah anak semata wayang kita itu, mengenalkan perempuan pada kita saja tidak," cerocos Mami Gloria yang membuat suaminya gemas di usianya yang tidak muda mereka masih saja romantis.


Cups


"Sudah diam, aku ada berita bagus untukmu," Papi Arthur setelah mengecup bibir sang istri.


"Apa?" tanya Mami Gloria menatap suaminya.


Papi Arthur memberikan amplop yang sudah dibuka itu pada sang istri, Mami Gloria membuka amplop itu dan melihat berberapa lembar foto yang ia yakini itu asli karena tertera tanggal di sana.


"Ini?" Mami Gloria menatap sulit sang suami.


"Namanya Ariana, mereka menikah sebulan yang lalu," ucap Papi Arthur seolah menjawab pertanyaan sang istri.


"Menikah?" kaget Mami Gloria.


"Iya mami sayang."


"Kok gak ada fotonya gedung atau pernikahan yang mewah? Gak mungkinkan Alex menikah dengan sederhana."


"Mereka digrebek mi," ucap Papi Arthur.


"Apa digrebek," teriak Mami Gloria.


"Kenapa bisa anak kita digrebek pi?" tanya Mami Gloria dengan cemas.


"Mereka ketahuan tinggal bersama di kontrakan Alex."


"Ya ampun anak kesayanganku sial sekali nasib mu nak," ujar Mami Gloria mendramatisir tapi di dalam hatinya ia tersenyum bangga karena anaknya sudah menikah.


"Tapi papa tahu siapa perempuan itu?" tanya Mami Gloria.


"Anak rekan kerja kita mi. Anaknya Zain," jawabnya.


"Berarti anaknya Mariana dong? Teman arisan mami? Yang rumahnya di XXX itu," tak kalah terkejut Mami Gloria.


"Iya sayang, Zain yang dulu nolak kamu." Papi mengingatkan masa masanya dulu.


"Ih papi, itukan masa lalu. Lagian itu cuma obsesi aja, sekarang cinta mami cuma buat papi sama Alex aja."


"Itu juga kalau gak papi yang maksa kamu buat terima perjodohan waktu itu mungkin kamu masih ngejar ngejar Zain," cebik Papi Arthur yang sedikit kesal jika mengingat masa masa dimana sang istri dulu sangat mencintai Zain walau sudah berulang kali di tolak.


"Papi udah," rengek Mami Gloria yang tak mau berdebat dengan suaminya.


"Kenapa? Apa sampai sekarang kamu juga masih mencintai Zain? Ingat ya mi kalau sampai ada niatan mami buat kembali mengejar Zain. Papi hajar mami sampai merengek minta ampun."


"Ih papi mah, aku gak bakal kayak dulu kok. Emang papi tega lihat mami kelelahan karena layani papi terus. Paapi juga udah tua, gak pantes hukuman kayak papi masih muda," balas Mami gloria.


"Apalagi terong papi yang gampang layu," imbuhnya dengan nada mengejek. Tak lupa tangan genit Mami Gloria yang sudah masuk ke dalam celana yang dipakai sang suami.


"Sok sokan ngatain terong papi gampang layu, tapi tiap malam mami terus terusan bilang gini 'Udah pih... mami gak kuat' atau kadang kadang gini 'Lebih cepat papih, mami mau sampai' itu udah membuktikan bahwa terong papi masih kuat," ucap papi menirukan des ahan mami saat melakukan ehem ehem.


"Itu karena papi minum obat kuat, coba kalau enggak," geram Mami Gloria dengan meremas terong yang masih bersemayam di bawah sana.


"Kenapa mau protes, kalau ada pelayan yang denger gimana. Dih kayak mami gak tahu aja kalau mantan pelayan yang kamu pecat dulu itu pernah mau jebak kamu kan. Untung mami ada di sana. Harusnya papi tuh makasih sama mami, kalau enggak mungkin pelayan itu bisa hamil dan menuntut untuk kamu nikahinya," panjang Mami berbicara.


"Emang mami bolehin papi nikah lagi, kalau boleh mah gak apa apa, Apalagi kalau dapat yang masih bersegel, pasti rasanya uh mantap," ujar Papi Arthur melantur, mana bisa Papi Arthur berpaling jika yang sekarang saja lebih dari spurna untuknya. Mami Gloria adalah satu satunya wanita yang mampu mengetarkan hatinya dari dulu sampai sekarang.


"Kalau papi nikah lagi siap siap terong papi aku potong buat makan anjing," garang mami yang masih stay memainkan terong suaminya yang sudah membesar itu.


"Hahaha papi tahu mami gak relakan kalau papi nikah lagi," godanya.


"Enggak rela, sebeluk papi nikah calon paou aku mutila* dulu dia biar mami gak punya madu. Lagian ya malu tahu papi, udah tua juga masih kepikiran mau kawin lagi."


"Enggaklah mami sayang, cinta papi cuma buat kamu. Kalau papi gak cinta sama mami kenapa papi gak cari yang baru aja dari dulu. Kenapa papi selalu pulang cepat jika kerja? Itu karena Papi cinta sama mami. Apalagi apem mami, sampai sekarang."


"Tahu... karena pesona mami gak pernah ada yang tolak."


"Kecuali Zain hahaha."


Mami Gloria hanya diam saat merasa tangannya basah itu.


"Papi basah," lirihnya.


"Itu juga gara gara mami."


Papi Arthur menarik tangan sang istri dan menggendong sang istri ke ruang kerjanya yang dekat dari tempat mereka. Tak lupa terong yang sudah membesar itu ia gesekkan ke milik sang istri. Mami hanya berkoala di badan suaminya.


"Sambil duduk ya mi," Papi menurunkan tubuh sang istri dan membuka kaos serta celananya begitupun dengan Mami Gloria.


"Lihat tubuh papi bukankan masih indah?" tanya Papi memperlihatkan tubuh kekarnya pada sang istri. Mami Gloria hanya bisa mengagumi tubuh sang suami dengan bulu diarea dadanya.


"Memang indah, mami bangga punya papi." Mami Gloria mengelus dada dan perut sang suami dengan sensual.


"Tubuhmu juga masih kencang, lihatlah buah dadamu yang masuh segar. **** kau membuatku gila mih." Tangan Papi Arthur mere mas dada kencang sang istri yang masih kencang itu.


"Buat apa mami mengeluarkan banyak uang kalau bukan buat papi? Emm kemarin mami mengeluarkan uang 30 juta hanya untuk ini," mami menunjuk dadanya.


"Oh jadi, saat papi kerja mami keluar buat perawatan hmm?"


"Heem, buat apa kamu kerja kalau bukan buat aku habisin." Nah jiwa realistis Mami Gloria keluar.


"Iya buat semua buat mami."


Bless


Tanpa aba aba papi memasukkan terong miliknya ke apem sang istri yang kembali sempit itu.


"Kalau yang ini mih ahh?" tanya Papi Arthur memompa pelan tubuhnya dengan nikmat karena terongnya seraya dihisap oleh apem sang istri.


"Emm mamih minum ramuan alami turun temurun dari mama pih," jawabnya seraya memeluk tubuh sang suami.


Mereka terus bercumbu dan melakukan adegan panas itu dengan bermacam gaya. Mulai dari duduk, tiduran, berdiri dan banyak lagi. Hingga papi dan mami merasakan puncaknya.


Bersambung


_____


Jangan lupa Like + Komen + Vote dan tambahkan difavorit kalian. Share juga novel ini ya😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏


Visual Ariana dan Alex ada di episode 20 ya😊